Nilai outstanding pinjaman online (pinjol) di Indonesia Lanjut menunjukkan tren peningkatan dan akhirnya menembus rekor baru. Per Februari 2026, total utang pinjol masyarakat tercatat mencapai Sekeliling Rp100,69 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp80,07 triliun.
“Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Februari 2026 tumbuh 25,75% year-on-year dengan nilai nominal sebesar Rp100,69 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Utang Pinjol Indonesia Tembus Rp94 Triliun November 2025
Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan yang konsisten sepanjang 2025 hingga awal 2026. Setelah sempat relatif stagnan pada Maret 2025 (Rp79,97 triliun), nilai pinjaman mulai meningkat secara bertahap pada April (Rp80,88 triliun) dan Mei 2025 (Rp82,53 triliun). Tren ini Lanjut berlanjut hingga pertengahan tahun, dengan Nomor mencapai Rp84,54 triliun pada Juli 2025.
Memasuki paruh kedua 2025, pertumbuhan menjadi semakin Segera. Pada Agustus 2025, total utang pinjol mencapai Rp87,61 triliun, Lewat melonjak ke Rp90,99 triliun pada September. Nomor ini Lanjut naik hingga Rp92,92 triliun pada Oktober dan Rp94,85 triliun pada November 2025.
Menjelang akhir tahun, utang pinjol semakin meningkat seiring dengan tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat. Pada Desember 2025, nilainya mencapai Rp96,62 triliun, kemudian naik Kembali menjadi Rp98,54 triliun pada Januari 2026, sebelum akhirnya menembus Rp100 triliun pada Februari 2026.
Menurut survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Sekeliling 8,21% responden tercatat menggunakan layanan pinjol pada 2025, sedikit meningkat dari 2024 yang hanya 5,42%.
Menariknya, pengguna pinjol Indonesia didominasi oleh Milenial, mencapai 45,15%, mengungguli Gen Z yang sebanyak 41,45%. Kalau Gen Z banyak dicap sebagai generasi paling rentan terhadap pinjol, data APJII ini Bahkan Mengucapkan lain.
Setelah Gen Z, Gen X menyumbang 11,75% pengguna, diikuti oleh Baby Boomers sebanyak 1,65%.
Ditinjau berdasarkan pengeluarannya, mayoritas pengguna pinjol berasal dari kelas menengah dengan pengeluaran Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta, dengan persentase mencapai 21,44%. Sementara itu, responden pengeluaran di atas Rp6 juta jadi pengguna terendah, hanya 2,47%.
Tujuan penggunaan pinjol ini juga cenderung Berbagai Ragam. Sekeliling 23,02% responden menggunakan pijol Demi membeli barang dengan cicilan tanpa perlu menggunakan kartu kredit. Terdapat pula 21,77% responden yang meminjam Duit secara daring Demi memenuhi kebutuhan mendesak, seperti biaya kesehatan mendadak dan membayar utang.
Adapun survei dilakukan pada 10 April-16 Juli 2025 dengan melibatkan 8.700 responden Penduduk negara Indonesia berusia minimal 13 tahun melalui wawancara tatap muka dengan margin of error sebesar 1,1%.
Baca Juga: Intip 10 Provinsi dengan Utang Pinjol Tertinggi 2025
Sumber:
https://ojk.go.id/id/Berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-Maret-2026.aspx
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penguatan. Berdasarkan data Formal…
Memasuki April 2026, pergerakan harga kebutuhan pokok Tetap terbilang fluktuatif. Harga berbagai komoditas pangan di pasar modern menunjukkan pola…
Harga emas antam hari ini kembali mengalami koreksi. Data Formal dari situs Logam Mulia meunjukkan…
Harga emas antam hari ini, Jumat (10 April 2026), menunjukkan pergerakan yang menarik Kepada dicermati.…
Promo JSM Indomaret kembali hadir Kepada periode 9-12 April 2026. Promo ini menghadirkan berbagai penawaran…
Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) menunjukkan perkembangan…
This website uses cookies.