Business

Transaksi Kripto RI Letih US$26 Miliar pada 2025, Ini Aset Favorit Investor!

Investasi kripto semakin naik daun di kalangan masyarakat Indonesia seiring dengan kemajuan teknologi dan kesadaran Demi memvariasikan kepemilikan aset di tengah ketidakpastian ekonomi. Penanaman modal dalam bentuk kripto memungkinkan investor Demi membeli, menyimpan, hingga melakukan perdagangan dengan mata Fulus digital yang disebut sebagai cryptocurrency.

Cryptocurrency sendiri adalah aset digital yang disimpan dan ditransaksikan melalui internet dengan memanfaatkan teknologi blockchain, yakni Naskah besar digital yang mencatat seluruh transaksi mata Fulus kripto secara terdesentralisasi. Instrumen ini menawarkan sejumlah Kesempatan bagi investor, seperti proses transaksi yang Segera dan mudah, dapat digunakan secara Dunia, serta berpotensi memberikan keuntungan yang tinggi. Tetapi di sisi lain, investasi kripto juga Mempunyai berbagai risiko, di antaranya volatilitas harga yang sangat tinggi serta potensi ancaman kejahatan siber yang dapat merugikan para penggunanya.

Karena sifatnya yang universal itu, masyarakat Indonesia juga dapat mengadopsi instrumen investasi kripto sebagai aset. Laporan bertajuk Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 ini disusun oleh Indonesia Crypto Network (ICN) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dengan melibatkan 1.851 responden dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:  10 Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia

Pada perkembangannya, jumlah pengguna kripto yang terdaftar di Indonesia Maju bertambah dari tahun ke tahun sejak 2020 dan mencapai puncaknya pada 2024 dengan 22,9 juta pengguna.

Memasuki 2025, Terdapat penurunan jumlah investor menjadi 19,8 juta. Hal ini terjadi bersamaan dengan pengalihan pengawasan aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana aset kripto kini Formal diklasifikasikan sebagai instrumen keuangan, bukan Kembali komoditas.

Baca Juga: Pasar Kripto Dipegang OJK, Simak Nilai Transaksi Kripto VS Saham

Apabila ditinjau dari Grup usia, pengguna dengan rentang 18-24 tahun mendominasi sebagai pengguna 51,8%, disusul oleh Grup dengan kalangan usia 25-34 tahun sebanyak 29,8%. Adapun, total transaksi kripto per November 2025 mencapai US$26,8 miliar.

Baca Juga:  Tahun Baru Imlek Disambut dengan Lonjakan Harga Bahan Pokok

Dalam memilih platform kripto, investor Indonesia sangat bergantung pada bursa terpusat (CEX) sebagai akses Esensial. Contohnya seperti Coinbase dan Kraken. Lebih lanjut, berikut berbagai Jenis Argumen pengguna dalam memilih platform kripto.

Alasan Pemilihan Platform Kripto | GoodStats
Ragam Argumen Pengguna dalam Memilih Platform Kripto | Mensdaily

Elemen yang paling diutamakan adalah kemudahan penggunaan (user friendly) yang dipilih oleh 23% responden, diikuti dengan keamanan platform sebanyak 20,4%. Hal ini menegaskan bahwa investor kripto Indonesia makin sadar perihal risiko.

Selanjutnya, 14,9% responden memilih platform berdasarkan ragam pilihan aset kripto yang ditawarkan dan 11,7% lainnya mengutamakan aspek reputasi atau kepercayaan terhadap brand. 

Argumen lainnya yang mendorong investor Demi memilih platform antara lain biaya transaksi rendah (11,3%), fitur tambahan seperti staking, earn, dan copy trading (7,1%), promosi atau bonus (6,7%), serta rekomendasi dari Kolega/influencer (4,4%)

Baca Juga:  Berminat Buka Pangkalan Gas? Berikut Biaya, Syarat, Pendapatan, dan Keuntungan Pangkalan Gas LPG 3kg

Penguasaan Kepemilikan Aset Kripto

Dominasi Kepemilikan Aset Kripto | GoodStats
Aset Kripto yang Paling Banyak Dimiliki oleh Investor Indonesia | Mensdaily

Kepemilikan aset investor kripto didominasi oleh Bitcoin (BTC) dengan total 49,4% responden dari keseluruhan pengguna kripto di Indonesia, diikuti dengan Tether (USDT) sebanyak 19,5%.

Sebagian besar investor ritel cenderung memilih stablecoin seperti USDT karena relatif Kukuh Demi menjaga nilai modal. Selain itu, stablecoin juga memberikan fleksibilitas bagi investor dalam menentukan waktu yang Cocok Demi kembali masuk ke pasar, sekaligus memudahkan perpindahan posisi aset secara Segera tanpa harus sepenuhnya keluar dari ekosistem kripto.

Menyusul di urutan berikutnya diisi oleh Solana (SOL) dengan 12,1%, Ethereum (ETH) dengan 8,9%, BNB (BNB) dengan 6,1%, dan Ripple (XRP) dengan 3,9%.

Baca Juga: Daftar Mata Fulus Kripto Teratas Awal Tahun 2025

Sumber: 

https://news.tokocrypto.com/Rupanya-ini-3-hal-paling-dicari-investor-kripto-indonesia/

https://indonesiacrypto.network/reports/list

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.