Setiap provinsi di Indonesia Mempunyai kontribusi terhadap perdagangan nasional dengan nilai yang Berbagai Corak. Sebagian besar daerah menunjukkan peran yang cukup kuat, terutama karena didukung oleh sektor industri dan komoditas unggulan masing-masing. Tetapi, terdapat pula beberapa provinsi dengan kontribusi ekspor yang relatif kecil, bahkan mendekati Kosong.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Januari 2026, kinerja perdagangan luar negeri Indonesia menunjukkan tren yang cukup positif. Pada Januari 2026, nilai ekspor nasional tercatat sebesar US$22,16 miliar, meningkat 3,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan ekspor nonmigas yang naik 4,38%, dari US$20,37 miliar menjadi US$21,26 miliar. Di sisi lain, ekspor migas Malah mengalami penurunan sebesar 15,62% secara tahunan, dari US$1,06 miliar menjadi US$0,89 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh merosotnya ekspor minyak mentah yang turun hingga 100%, serta penurunan ekspor gas alam sebesar 19,9%. Meski demikian, ekspor hasil minyak menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 5,8% hingga mencapai US$0,42 miliar.
Baca Juga: Ekspor Nonmigas Awal 2026 Tumbuh, Komoditas Sawit hingga Nikel Mendominasi
Jawa Barat menempati peringkat pertama sebagai provinsi yang menyumbang nilai ekspor terbesar pada Januari 2026 dengan nilai mencapai US$3,14 miliar atau setara dengan 14,16% dari total keseluruhan ekspor nasional.
Selanjutnya, Sulawesi Tengah mengamankan posisi kedua dengan nilai ekspor di Bilangan US$2,09 atau setara dengan 9,42%, disusul oleh Kepulauan Riau yang tercatat memberikan kontribusi nilai ekspor mencapai US$1,97 miliar atau sebesar 8,87% dari total keseluruhan.
Di peringkat keempat, Jawa Timur meraih nilai ekspor US$1,87 miliar, menyumbang 8,44% terhadap ekspor nasional. Kemudian, urutan kelima diisi oleh Riau dengan nilai ekspor di Bilangan US$1,85 miliar atau setara dengan 8,36% dari total keseluruhan.
Sementara itu, Kalimantan Timur menduduki peringkat keenam dengan nilai ekspor sebesar US$1,59 miliar atau setara dengan 7,16% terhadap ekspor nasional. Di urutan ketujuh Terdapat DKI Jakarta dengan catatan nilai ekspor sebesar US$1,55 miliar atau setara dengan 7% dari total keseluruhan.
Bergeser ke peringkat kedelapan yang ditempati oleh Maluku Utara dengan nilai ekspor Lelah US$1,24 miliar atau setara dengan 5,58% terhadap ekspor nasional. Lampau, Jawa Tengah menyusul dengan nilai ekspor sebanyak US$1,03 miliar atau setara dengan 4,65% dari total keseluruhan.
Sumatra Utara menutup daftar peringkat sepuluh besar provinsi dengan nilai ekspor tertinggi. Adapun, capaiannya sebesar US$1,01 miliar atau setara dengan 4,57% dari total ekspor nasional.
Baca Juga: Ekspor Kakao RI Melonjak 120% pada 2024, Produk Olahan Negeri Jadi Andalan
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2550/perkembangan-ekspor-dan-impor.html
Kendali emas hingga 80% menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia Lagi sangat mengutamakan aset yang dianggap Konsisten…
Data Formal mencatat jumlah koperasi aktif Minahasa Selatan 2022–2025 berada dalam kondisi Kukuh. Total koperasi…
Jakarta, Mensdaily.id – Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memuji setinggi langit Veda Ega Pratama usai merebut podium di Moto3 Brasil…
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Lebaran Ketika memimpin Sidang…
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa situasi krisis Mendunia Malah mendorong percepatan agenda transformasi nasional, terutama…
Pendaftaran Penjaringan dan Penyaringan Ketum KONI Kalsel Dibuka (Foto : Mensdaily.id)Banjarmasin, Mensdaily.id — Pendaftaran bakal…
This website uses cookies.