Categories: Community

Sound Horeg Candu atau Sekadar Ganggu? #reviewjujur

Kalo Anda sering scroll sosial media, seperti tiktok, instagram, Niscaya Tak asing dengan istilah sound horeg kan? Yap, remix musik dengan dentuman bass super kencang, Pengaruh Bunyi heboh, dan sensasi yang bikin jantung ikut bergetar.

Awalnya, hanya menjadi sebuah hiburan di kalangan penggemar modifikasi audio dan sound system. Tetapi sekarang, sound horeg sudah menjadi fenomena yang viral banget di media sosial.

Masalahnya, trend ini Membangun netizen terbelah menjadi dua kubu, Eksis yang bilang “Mantap banget, bikin semangat” tapi Eksis juga yang nyeletuk “aduh, Gaduh banget sih!”

Dentuman bass yang bikin ketagihan, Tak Dapat dipungkiri. Sound horeg punya daya tarik tersendiri, Membangun sebagian penikmat Tembang-Tembang  remix ini berjoget. Sensasi ini yang Membangun sebagian orang merasa ketagihan. Rasanya kaya dopamine rush versie audio.

Tapi, Dapat mengganggu juga. Di sisi lain, Tak Seluruh orang dapat menikmati Bunyi jedag jedug yang intens ini. Apalagi kalau diputar di tempat Lumrah, volume maksimal, seperti acara karnaval tanpa konteks yang Jernih. Rasanya seperti diserang gelombang Bunyi dari segala arah.

Fenomena sound horeg ini sebenarnya menarik banget, apalagi dilihat dari sisi budaya digital. Hal ini menunjukan, bagaimana trend audio Dapat menyebar secepeat itu di dunia maya. Tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang “etika mendengarkan”.

Seberapa jauh sih, batas antara Ungkapan diri dan kenyamanan orang lain? Musik memang soal selera, tetapi apabila sudah masuk ke ruang publik harus tetap Eksis batasan seperti, aturan sosial, etika, dan hukum yang memepertimbangkan kenyamanan dan hak orang lain.

Sound horeg itu seperti kopi hitam, Demi sebagian orang “nikmat banget” tetapi Demi yang lain Dapat buat deg degan dan Tak nyaman. Seluruh itu tergantung selera dan konteks.

Yang Jernih, trend ini menjadi pengingat bahwa dunia audio bukan hanya soal musik. Tetapi juga tentang inetraksi sosial dan empati digital. Terkadang, yang Membangun ramai itu  bukan Sekadar Bunyi bassnya, tetapi juga Langkah kita menanggapinya.

Author by:
Serlinda Triana
serlindatriana29@gmail.com

https://musicoloidnews.com/2025/11/21/sound-horeg-candu-atau-Sekadar-ganggu-reviewjujur/

Admin

Recent Posts

RDP Serempak Komisi II, KONI Banjarmasin Tetap Harapkan Pemko Pertimbangkan Besaran Bonus Atlet

Banjarmasin, Mensdaily.id — Komisi II DPRD Kota Banjarmasin menggelar rapat dengar pendapat Serempak dengan pihak…

14 jam ago

Sekdako Banjarmasin Tanggapi Operasional Rumah Biliar Demi Ramadhan

Banjarmasin, Mensdaily.id – Permasalahan pengaturan operasional rumah biliar kerap muncul setiap tahun, khususnya Demi memasuki…

15 jam ago

Loncat Indah Kalsel Berkibar di Malaysia, Boyong 16 Medali di Kejuaraan Invitasi

Malaysia, Mensdaily.id — Kontingen Kalimantan Selatan mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Eagles–Mahsa Invitation Diving Competition…

16 jam ago

Vonis Bebas! Dua Pengurus NPC HSU Lolos Jerat Kasus Dugaan Pemotongan Bonus Atlet

BANJARMASIN, Mensdaily.id – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin yang diketuai Aries Dedy,…

2 hari ago

Statistik Persik vs Bali United, Sardula Seta Nirkalah di 6 Laga Kandang Terakhir

Persik Kediri akan Bersua Bali United di pekan ke-19 BRI Super League 2025-2026. Duel kedua…

2 hari ago

Head-to-Head Persita vs Persija, Harimau Kemayoran Tanpa Victory dalam 3 Pertemuan di Tangerang

Persita Tangerang akan menjamu tim peringkat tiga klasemen sementara, Persija Jakarta di pekan ke-19 BRI…

2 hari ago

This website uses cookies.