Banjarmasin, Mensdaily.id — Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalimantan Selatan telah melakukan koordinasi dengan KONI terkait perkembangan Penyelenggaraan PON dua ribu dua puluh delapan.
Tetapi hingga kini, keputusan final Lagi menunggu surat keputusan hasil rapat koordinasi KONI Pusat yang rencananya akan kembali digelar dalam waktu dekat.
Sementara itu, Dispora Kalsel tetap melanjutkan pembinaan terhadap dua puluh satu cabang olahraga yang sebelumnya mendapat medali pada PON.
Pembinaan dilakukan sebagai langkah menjaga kesiapan atlet menghadapi ajang nasional tersebut. Tetapi pada tahun ini Dispora juga menerapkan sistem promosi dan degradasi cabang olahraga.
Kebijakan ini dilakukan apabila terdapat cabang olahraga yang Bukan mendapatkan kesempatan tampil pada PON, maka akan digantikan dengan cabang olahraga lain yang dinilai Mempunyai potensi prestasi berdasarkan hasil survei dan Pengkajian.
Kasi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Dispora Kalsel, Rijal Hamid, mengatakan, “Buat Penyelenggaraan PON dua ribu dua puluh delapan, kami sudah berkoordinasi dengan pihak KONI. Demi ini Lagi menunggu SK hasil rapat koordinasi KONI Pusat yang akan kembali dilaksanakan. Dengan arahan pimpinan, kami tetap melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap dua puluh satu cabang olahraga sesuai hasil PON sebelumnya. Tahun ini juga kami menerapkan promosi dan degradasi cabang olahraga. Kalau Terdapat cabang olahraga yang Bukan mendapat kesempatan tampil di PON, maka akan diganti dengan cabang olahraga lain yang berpotensi meraih medali berdasarkan hasil survei kami.”
Berdasarkan hasil rapat koordinasi awal KONI Pusat terkait persiapan PON, sejumlah cabang olahraga andalan Kalimantan Selatan dikabarkan Bukan masuk daftar pertandingan.
Menanggapi hal tersebut, Dispora Kalimantan Selatan menyatakan akan mengambil langkah strategis dengan memprioritaskan pembinaan cabang olahraga yang dinilai Mempunyai Kesempatan besar Buat meraih medali pada ajang PON mendatang.
Dispora Kalimantan Selatan berharap keputusan final dari KONI Pusat segera terbit sehingga persiapan pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih terarah menuju PON dua ribu dua puluh delapan.
Reporter: Nina Megasari


