Business

Sempat Lesu, Harga Batu Bara Kini Kembali Tunjukkan Tren Positif

Setelah sempat melesu dalam beberapa waktu ke belakang bahkan sempat terkoreksi sebesar 3%, harga batu bara kini mulai kembali tunjukkan Nomor pemulihan. Hal ini sejalan dengan data dari TradingEconomics dan Investing.com yang menunjukkan bahwa pada 17 Juli 2025, harga Newcastle Coal Futures mencapai US$110,50 per ton, naik Sekeliling 0,45% dari hari sebelumnya.

Pergerakan harga batu bara terbaru | GoodStats
Pergerakan harga batu bara terbaru | Mensdaily

Beberapa Elemen yang mendorong kenaikan ini di antaranya adalah adanya peningkatan aktivitas pembelian dari pembangkit listrik di China seiring dengan suhu tinggi yang melanda Maju-menerus sehingga memicu kenaikan permintaan. Kendati Tetap berada di bawah level tahun Lampau, kondisi Ketika ini memberi Cita-cita bagi produsen seperti Indonesia yang mengandalkan ekspor batu bara.

Baca Juga:  Kejar Sasaran Bangun Infrastruktur, RI Butuh Rp1.905 Triliun hingga 2029

Sementara dilansir dari berbagai laman Formal, salah satu penyebab Penting fluktuasi harga adalah lonjakan produksi batu bara dari China sebagai produsen batu bara terbesar di dunia. Dikabarkan produksi batu bara China Maju meningkat sejak awal tahun, bahkan pada semester I 2025 mencatatkan pertumbuhan lebih dari 5% year-on-year. Hal ini Membikin suplai Mendunia melimpah, sehingga sempat menekan harga ekspor dari negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Kenaikan harga batu bara ini sekaligus menandai adanya pemulihan setelah harga tertekan pada kuartal I dan II akibat meningkatnya pasokan dan perlambatan permintaan Mendunia. Meskipun demikian, volatilitas harga Tetap tinggi karena dipengaruhi oleh berbagai Elemen eksternal seperti kondisi geopolitik, tren Daya baru dan terbarukan, serta kebijakan negara produsen Penting.

Baca Juga:  Letih Penjualan Fantastis, Tesla Rajai Merek Mobil Listrik Terlaris di Dunia Sepanjang 2022

Di sisi lain, mengutip dari laporan Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), India sebagai konsumen besar batu bara Mendunia juga turut memberikan tekanan dari sisi permintaan. terlebih di tengah proses Percepatan adopsi Daya terbarukan yang dilakukannya. Hal ini dinilai mulai menggeser kedudukan batu bara, terutama dalam jam-jam dengan beban puncak yang bergeser ke malam hari, menandakan adanya pergeseran pola konsumsi Daya India. 

Dalam menanggapi dinamika kondisi Mendunia ini, diketahui pemerintah Indonesia sedang menimbang penerapan pungutan ekspor (export levy) yang hanya diaktifkan ketika harga komoditas tinggi sebagai langkah optimalisasi penerimaan negara. Langkah ini dinilai Dapat menjadi instrumen fiskal baru dalam menyeimbangkan kebutuhan penerimaan negara dengan tekanan pasar Mendunia.

Baca Juga:  Inflasi Dorong Kenaikan Pengeluaran Bahan Makanan di Indonesia 2025

Baca Juga: Batu Bara Tetap Penguasaan Bauran Daya Listrik Indonesia 2025-2034

Sumber:

https://tradingeconomics.com/commodity/coal

https://www.investing.com/commodities/newcastle-coal-futures-historical-data

https://ieefa.org/articles/clean-energy-key-addressing-indias-power-demand-peaks

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.