Business

10 Sektor Lapangan Usaha dengan Pekerja Terbanyak pada 2025

Struktur ketenagakerjaan Indonesia Lagi didominasi oleh sektor-sektor tradisional dan perdagangan yang menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai daerah. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, terdapat sepuluh lapangan usaha yang tercatat dengan jumlah pekerja terbanyak.

10 Lapangan Usaha dengan Pekerja Terbanyak | GoodStats
10 Lapangan Usaha dengan Pekerja Terbanyak | Mensdaily

Baca Juga: Proporsi Pekerja di Sektor Informal Kembali Naik Pada 2025

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Lagi menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan persentase 27,99%. Posisi kedua ditempati sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor, sebesar 18,67%. Selanjutnya, industri pengolahan menyerap 13,86% tenaga kerja, menunjukkan peran Krusial sektor manufaktur dalam struktur ketenagakerjaan nasional.

Di bawahnya, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat 8,16%, diikuti Bangunan sebesar 6,51%, serta pendidikan sebesar 5,06%. Sektor aktivitas jasa lainnya (4,38%), pengangkutan dan pergudangan (4,25%), serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (3,52%) juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga:  Pulau Jawa Kendali Produksi Jamur Tiram 2024

Sementara itu, aktivitas profesional dan perusahaan menjadi sektor dengan proporsi terkecil dalam daftar ini, yakni 1,75%. Data ini menunjukkan bahwa sektor Esensial dan perdagangan Lagi mendominasi penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Sayangnya apabila dilihat dari besaran gaji, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan Malah masuk salah satu golongan lapangan usaha dengan rata-rata upah terendah, yakni sebesar Rp2,47 juta, disusul sektor penyedia akomodasi dan makan minum dengan Rp2,57 juta. Sedangkan gaji yang paling kecil yakni Eksis pada sektor aktivitas jasa lainnya yang hanya sebesar Rp1,96 juta.

Menariknya, sektor dengan upah yang tinggi Malah Mempunyai jumlah pekerja yang rendah. Sektor informasi dan komunikasi misalnya, mencatatkan rata-rata gaji sebesar Rp5,17 juta. Kemudian sektor aktivitas keuangan dan asuransi serta pengadaan listrik dan gas yang gaji keduanya berkisar di Nomor Rp4,97 juta.

Baca Juga:  BUMN Makin Ramping, Keuntungan Kudus Melonjak Naik

Upaya Perbaikan

Adanya ketimpangan gaji antarsektor ini menunjukkan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Indonesia belum sepenuhnya sejahtera. Mayoritas pekerja di Indonesia berada di sektor informal, mendapatkan upah cenderung lebih kecil dibanding pekerja formal serta jaminan kerja yang minim.

Demi ini pemerintah telah mengupayakan Demi meringankan beban pekerja informal sekaligus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal ini direalisasikan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2025 tentang Penyesuaian Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).

Kebijakan ini memberikan potongan iuran sebesar 50% bagi pekerja BPU. Dengan demikian, pekerja informal dapat tetap memperoleh perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan Kematian. Hal ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap posisi pekerja informal yang mendominasi struktur pekerja Indonesia.

Baca Juga:  Negara dengan Utang Terbesar di 2024

“Dari perspektif kebijakan publik, regulasi ini menunjukkan bahwa negara berupaya menjangkau pekerja informal melalui instrumen perlindungan sosial. Ini Krusial karena selama ini jaminan sosial sering kali identik dengan pekerja formal,” kata Arif Novianto selaku Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar pada Rabu (18/02/2026).

Baca Juga: Jenis Pekerjaan Esensial Penduduk Bekerja Indonesia 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2547/keadaan-ketenagakerjaan-.html

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.