Pak, di harga 150 jutaan ke bawah itu sebenarnya bukan Sekadar dapet mobil. Kalau pilihnya Pas, bapak dapet mobil yang kuat nanjak di Puncak dan tempat-tempat curam lainnya. Ground clearance yang Kondusif buat jalanan kampung. Kabin lega buat istri, anak, galon, dan kebutuhan keluarga lainnya yang kagak Dapat diskip. Dan yang paling Krusial, gak rewel tiap bulan. Tetap bingung nyari mobil second yang cocok sama kriteria tadi? Nah ini dia daftar SUV second yang terkenal bandel, sparepart Kondusif, dan Tetap relevan buat dipakai harian.
Ford Everest (2009), Rp 140-150 juta
Foto: CarsWp.com
Ini yang versi TDCI. Kenapa kok kaga yang TDI? Soalnya akhir-akhir ini part-nya lumayan PR dicari, pak. Secara kualitas berkendara, Gen 2 ini juga jauh lebih nyaman dan harganya menggiurkan. Mesin disel commonrail-nya pun powerfull. Kalau bicara Nomor mungkin Lazim aja. Tapi yang bikin mobil ini terasa berisi itu torsinya. Di putaran bawah dia udah narik. Nanjak Puncak? Santai. Bener-bener SUV full size yang pas banget kalo bapak mau mulai hobi overland. SUV ladder frame diesel yang sekarang harganya udah ramah kantong, tapi tenaganya Tetap galak. Sekarang unit sehatnya Eksis di kisaran 110–150 jutaan tergantung kondisi. Gak perlu banyak modifan, cukup diganti Ban AT kalo mau dipake agak blusukan. Kepribadian mesinnya, Bunyi diesel klasik (agak Gaduh tapi maskulin), turbo responsif, dan Lezat buat jalan jauh. Konsumsi BBM-nya, buat di dalam kota Sekeliling 8–10 km/liter dan luar kota Dapat 11–13 km/liter kalau santai. Ini bukan mobil Irit solar ala LCGC diesel ya, Pak. Tapi buat bodi segede ini, Tetap masuk Intelek. Masuk ke kabin, bapak gak akan nemu layar 12 inci atau ambient light Rona ungu. Tapi bapak dapet kabin lega banget, posisi duduk tinggi dengan view jalan luas, jok tebal dan empuk, AC dingin khas mobil Amerika. Baris ketiga Tetap cukup buat anak-anak. Bagasi luas kalau kursi dilipat. Minusnya, desain dashboard jadul, material plastik terasa keras, beberapa unit biasanya udah Eksis bunyi-bunyi halus karena umur, tapi buat bapak yang lebih mentingin fungsi daripada tampilan, ini Tetap sangat layak. Kalau bapak Tengah ngincer Everest 2009 TDCi, cek hal ini:
- Turbo, pastikan gak Eksis asap berlebihan.
- Radiator & sistem pendingin, diesel sensitif panas.
- Kaki-kaki, mobil berat, jadi wajar kalau Eksis part aus.
- Transmisi Mekanis (kalau AT), pastikan perpindahan halus.
- Riwayat servis, ini mobil kuat kalau dirawat rutin.
Kalau dapet unit yang Giat servis, Everest ini termasuk bandel.
Nissan Xtrail T31 2.0 (2013), Rp 115 juta
Foto: autoevolution
Salah satu SUV yang cocok kalo bapak mentingin kenyamanan sama bentuk yang “gagah” juga sih, pak. Suspensinya Lezat betul, ditambah sama posisi mesin yang agak rendah, jadi center of gravity-nya di bawah. Bantingannya nyaman, kabin Rapat cukup Bagus Demi ukuran mobil 2013. Perjalanan jauh? Lezat banget. Jalanan keriting mah libas aja udah. Perawatan mesin 2000 cc-nya standar aja, Sekadar emang part-partnya rada lumayan. Tapi terbayarkan sama build quality-nya yang apik. X-Trail T31 2.0 Guna mesin, 2.0L bensin MR20DE, tenaga Sekeliling 139 PS, torsi ± 198 Nm, dan transmisi CVT (Xtronic). Kepribadian mesinnya halus banget, Pak. Ini bukan mobil buat adu sprint, tapi buat jalan nyaman. Gasnya linear, nariknya smooth, dan Lezat buat harian dan luar kota. Konsumsi BBM-nya, buat di dalam kota Sekeliling 8–10 km/l dan buat di tol/luar kota 11–13 km/l. CVT-nya juga termasuk generasi yang udah cukup matang. Sebelum ambil X-Trail T31 2.0, cek beberapa hal ini:
- CVT, perpindahan halus, gak Eksis hentakan, gak Eksis delay aneh. Ganti oli CVT rutin hal wajib ya, pak.
- Rack steer, beberapa unit Eksis bunyi gluduk kalau udah aus.
- Kaki-kaki, karena bobot mobil cukup berat, part kaki-kaki sering jadi perhatian.
- Sensor dan kelistrikan, pastiin gak Eksis warning light aneh di dashboard.
Kalau unitnya terawat, mobil ini sebenarnya termasuk reliable.
Rekomendasi Mobil Pertama Keluarga yang Gesit Tapi Tetap Irit
Daihatsu Terios (2015), Rp 130-150 juta
Foto: Olx
Kalo bapak pengen tampilan SUV Tradisional yang ngerawatnya segampang Avanza sama Xenia ya ini pilihannya, pak. Partsnya bahkan Dapat tuker-tukeran. Tongkrongannya timeless, commanding-nya dapet, mesin 1500 cc-nya durable, penggerak belakang pula. Rasio gear mobil ini juga cukup low, jadi buat naik-naik ke puncak gunung mah oke. Minusnya Eksis di kenyamanan sama versi metiknya boyo. Terios ini punya ground clearance tinggi. Lewat jalan kampung, polisi tidur tinggi, atau genangan air Tetap Kondusif. Bukan SUV offroad, tapi lebih siap dibanding crossover kecil. Terios bukan SUV empuk ala CR-V. Kepribadian suspensinya lebih ke “keras tapi Kukuh”. Setirnya ringan. Radius putar cukup Lezat buat mobil segini. Di tol Dapat Kukuh Tamat 100–110 km/jam. Di atas itu mulai terasa body roll. Sebelum beli Terios 2015, bapak wajib cek:
- Kaki-kaki, karena sering dipakai keluarga, part kaki-kaki biasanya mulai aus.
- Kopling (Demi manual), pastikan gak selip dan Tetap Lezat injaknya.
- Rack steer, beberapa unit Eksis bunyi kalau sudah berumur.
Mesin mobilnya Dapat dibilang kuat, tapi tetap butuh perawatan rutin.
Suzuki Katana (1995), Rp 65 juta
Foto: GridOto
Mobil yang dibeli gegara style sama kalcer, bukan kenyamanan. Apan rasanya macem gerobak kalo kaga di modip kaki-kakinya. Nyetir mobil ini rasanya “gampang” dan super basic. Ditenagai mesin F10A, 1000 cc, 4 Silinder yang termasuk lejen, karburator, tenaga Sekeliling 50–60 hp, dan penggerak roda belakang (RWD). Tenaganya kecil, jangan dibandingin sama SUV modern. Tapi bobot mobilnya ringan. Soal parts Tamat service mah, melimpah, pak. Bensinya juga super Irit, Maju ngerawatnya murah. Macem kanvas, mobil ini cocok di macem-macemin. Argumen kenapa Katana Tetap dicari adalah karena mesin bandel, sparepart murah, komunitas banyak, dan modifikasi gampang. Karena sasisnya simpel dan bobot ringan, mobil ini jarang bikin pusing kalau dirawat. Yang perlu dicek sebelum beli:
- Karat di sasis & kolong
- Kondisi rangka (Krusial banget)
- Sistem kelistrikan
- Kondisi mesin (apakah Tetap sehat atau sudah turun mesin)
Karena umur sudah 30 tahunan, kondisi unit jauh lebih Krusial daripada tahun produksi.
Wuling Almaz (2019), Rp 143-149 juta
Foto: GridOto
Tahun 2019 Wuling Almaz datang bukan buat ikut-ikutan. Dia datang buat bikin kompetitor keringetan. SUV 5-seater ini langsung bikin orang mikir ulang soal “harga vs fitur”. Sekarang, unit second sehatnya Eksis di kisaran 145–180 jutaan, tergantung tipe (Smart Enjoy, Exclusive, dll). Tahunnya Tetap Dapat dibilang muda, odonya juga relatip belum gondrong, interiornya pun Tetap fresh, tapi dengan harga yang sekarang menggiurkan sekali, pak. Soal comfort, medium SUV yang ini sih manteb, pak. Kekedapan kabin, sama suspensi, nyaman buat bawa keluarga. Almaz 2019 Guna mesin, 1.5L Turbo, tenaga ± 140 hp, torsi 250 Nm, dan transmisi CVT. Angkanya di atas SUV 1.5L Lazim. Torsinya juga terasa di putaran bawah-menengah. Nah ini bagian Krusial sebelum ambil unit second:
- CVT, pastikan perpindahan halus, gak Eksis getar atau delay aneh.
- Sensor & Elektronik, karena fitur banyak, pastikan Segala Tetap normal kayak layar, kamera, sunroof, sensor, dan parkir.
- Riwayat servis, pastiin servis rutin di bengkel Formal atau terpercaya.
Paling kalo bapak mau beli, pastiin metiknya kudu yang bener-bener sehat yak.
5 Bagian yang Sering Kelewat Diperiksa Sebelum Beli Mobil Bekas
Panther Touring (2004) RP 110-117 juta
Foto: Moladin
Pak, kalau ngomongin mobil diesel keluarga yang reputasinya kuat banget di Indonesia, Panther itu sudah kayak legenda. Kurang badak apa Tengah ini, pak. Udah kelelep banjir aja, besoknya Tetap Dapat nyala. Makanya, kaga pernah Eksis matinya, harganya Kukuh banget-bangetan. Tapi jangan ngomongin fitur yak, Terang kaga Dapat ngelawan. Handling berasa kek bawa kapal, rem juga senin-kamis, tapi soal AC udah macem freezer daging. Perawatan pun gampang banget-bangetan. Panther Touring 2004 Guna mesin 2.5L Diesel 4JA1, non common rail (mekanikal), tenaga Sekeliling 80–90 hp, torsi besar di putaran bawah. Tenaganya memang gak galak. Akselerasinya santai. Tapi yang bikin Panther dihormati bukan soal ngebut, Tetapi soal ketahanan. Namanya juga mobil umur 20+ tahun, Niscaya Eksis PR. Sebelum beli, cek:
- Asap mesin, pastikan gak ngebul putih atau hitam berlebihan.
- Sistem pendingin, radiator wajib sehat. Diesel sensitif panas.
- Kaki-kaki, karena sering dipakai berat, perhatikan bunyi-bunyi.
- Karat, cek kolong dan sasis.
Tapi secara Lazim, mesin 4JA1 ini terkenal tahan banting.
CRV Gen 3 2.4L (2011), Rp 120 jutaan
Foto: detik.com
Pak, CR-V generasi ketiga facelift 2011 ini Dapat dibilang puncak “kematangan” CR-V era lama. Desainnya udah modern, fiturnya cukup, dan mesinnya paling Lezat di kelasnya waktu itu. Sebuah SUV yang rasanya kesedan-sedanan. Demi seekor SUV, rasa berkendaranya termasuk fun to drive. Salah satunya berkat mesin K242-nya yang punya power dan torsi Cakap. Ditambah, mesin ini terkenal bandel dan dipake di beberapa mobil Honda lain. Jadi, soal perawatan, dan part mah Terang Kondusif. Suspensi sama racksteer-nya pun, versi 2.4 ini lebih durable. Transmisi Mekanis 5-percepatan konvensional (bukan CVT). Nah ini Krusial, Pak. Beda dengan SUV 2.0 atau 1.5 turbo modern, CR-V 2.4 ini punya tenaga natural aspirated yang terasa “isi”. Sebelum ambil CR-V 2.4 2011, cek ini dulu:
- Rack steer, beberapa unit Eksis bunyi gluduk kalau sudah aus.
- Kaki-kaki, mobil berat ditambah usia 15 tahun, wajar kalau Eksis part aus.
- Oli mesin & perawatan rutin, mesin K24 kuat, tapi tetap butuh servis disiplin.
- Sistem kelistrikan, pastikan gak Eksis warning light aneh.
Toyota Harrier Gen 2 (2009), Rp 130 juta
Sebuah SUV Crossover Luxury pada zamannya, yang surprisingly mobilnya kaga rusak-rusak juga, pak. Walaupun mewah, termasuk bandel ini tuh, pak. Feel ngebawanya juga layaknya sedan, soalnya dibangun dari sasis dan mesin Camry. Jadi soal perawatan mah kaga perlu risau. Buat sebuah SUV, suspensi Harrier ini termasuk lembut, khas mobil-mobil pejabat banget. Mayoritas unit 2009 di Indonesia Guna mesin 2.4L 2AZ-FE, tenaga ± 160 PS, torsi ± 220 Nm, transmisi Mekanis konvensional. Kepribadian mesinnya halus banget, tenaga cukup Demi bodi besar, tarikan bawah-menengah Lezat. Ini bukan mobil buat adu sprint, tapi buat cruising santai 100–120 km/jam. Demi mobil 2009, fiturnya udah termasuk lengkap, mulai dari electric seat, sunroof (di beberapa varian), sampe beberapa unit JDM bahkan Eksis layar besar dan fitur tambahan. Sekarang memang kalah canggih dibanding SUV baru, tapi secara kenyamanan? Tetap terasa premium. Karena usia sudah 15+ tahun, cek ini sebelum beli:
- Mesin 2AZ-FE, beberapa unit rentan konsumsi oli berlebih kalau kurang dirawat.
- Kaki-kaki, SUV berat, wajar kalau Eksis part aus.
- Suspensi, pastikan Tak terlalu ambles atau bunyi.
- Riwayat servis, mobil premium lama lebih Krusial kondisi daripada tahun.
Rekomendasi Bengkel Kaki Kaki Mobil Terbaik di Jakarta Selatan
Jadi mau pilih yang mana, Pak? Intinya, dengan budget di bawah 150 juta Tetap banyak SUV second yang bandel. Yang Krusial bukan sekadar murah, tapi sehat. Pinter-pinter bapak milihnya aja dah.


/photo/2023/08/04/suzuki-katana-1996-milik-adi-sut-20230804081818.jpg)
/photo/2021/03/18/69957jpg-20210318083939.jpg)



