Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya dalam mempercepat pembangunan sumber daya Insan, mengatasi stunting, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif. Presiden menyampaikan bahwa pengalaman turun langsung ke desa-desa membuka matanya terhadap kondisi anak-anak yang mengalami stunting.
“Saya menanyakan usia mereka dan anak-anak yang saya kira berusia empat, lima, enam tahun, Rupanya berusia sepuluh, sebelas, dua belas tahun. Kemudian saya mengetahui bahwa 25 persen anak-anak kita mengalami stunting, pertumbuhan Tersendat,” ucap Presiden dalam sambutannya pada sesi roundtable Business Summit dalam rangka kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Perkumpulan, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Buat mengatasi persoalan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah melakukan penghematan anggaran melalui efisiensi belanja negara serta memangkas pengeluaran Tak produktif dan rawan penyalahgunaan, Lampau mengalokasikannya kembali ke program prioritas.
“Inilah yang saya gunakan Buat mengalokasikan kembali Anggaran ke program-program tersebut. Jadi, saya dituduh boros, dan sebagainya. Tak, Tak, ini adalah pengalokasian kembali sumber daya,” ujarnya.
Presiden Prabowo menjelaskan, salah satu program Esensial adalah penyediaan makan bergizi gratis bagi anak-anak, yang telah mendapat pengakuan Dunia. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Rockefeller Institute menilai kebijakan tersebut sebagai investasi terbaik.
“Setiap dolar yang dihabiskan Buat makanan gratis bagi anak-anak, menurut Rockefeller Institute, pengembaliannya setidaknya 7 dolar, tetapi dalam jangka panjang dapat memberikan pengembalian hingga 35 kali lipat,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menuturkan bahwa program tersebut juga menciptakan Dampak pengganda ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan permintaan hasil pertanian. Presiden Prabowo menambahkan, Dampak kebijakan ini juga tercermin pada lonjakan konsumsi domestik.
Di hadapan para pemimpin bisnis Amerika Perkumpulan, Presiden Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia Buat menjaga iklim investasi dan memperkuat kemitraan strategis. Presiden pun mengajak dunia usaha Amerika Perkumpulan Buat menjadikan Indonesia sebagai Kawan strategis jangka panjang.
“Sepatutnya ini menjadi situasi saling menguntungkan dan Segala orang mendapat manfaat. Dengan manfaat, akan tercipta kemakmuran. Itulah pelajaran yang saya pelajari dari sejarah. Kemakmuran berasal dari tata pemerintahan yang Berkualitas, pemerintahan yang Rapi. Kemakmuran berasal dari stabilitas,” lanjutnya.
(BPMI Setpres)


