Presiden La Aliansi, Javier Tebas, Tak menahan kritikannya Begitu bicara soal Real Madrid yang kerap menyerang wasit belakangan ini.
Real Madrid memang terbilang aktif bersuara terkait kualitas kepemimpinan wasit. Terlebih ketika mereka merasa dirugikan dalam sejumlah pertandingan. Khususnya ketika mereka dipaksa bertekuk Sendi lutut oleh Espanyol di awal bulan Februari ini.
Terbaru, klub berjuluk Los Merengues itu marah karena kartu merah yang diterima Jude Bellingham. Carlo Ancelotti selaku Instruktur berujar kalau wasit salah menerjemahkan kata-kata Bellingham yang dirasa mengejek dan Tak layak diutarakan.
Pekan ini, suasananya terbilang cukup tenang. Los Merengues Tak berbicara Tengah soal wasit setelah mengalahkan Girona dalam laga lanjutan La Aliansi hari Minggu (23/2/2025) kemarin, dengan skor akhir 2-0 berkat gol dari Luka Modric dan Vinicius Junior.
Kesempatan ini kemudian digunakan oleh Tebas Demi melancarkan serangan kepada Real Madrid. Ia mengkritik pedas Real Madrid yang berbicara soal kepemimpinan perangkat pertandingan dan Tamat mengeluarkan cerita Bajakan melalui Real Madrid TV.
“Kami telah mengalami banyak kontroversi wasit dalam beberapa pekan terakhir. Lewat Real Madrid TV, Real Madrid menyebarkan kontroversi dan menulis cerita Bajakan serta mempertanyakan seluruh sepak bola,” katanya kepada The Objective, dikutio Diario AS.
“Ceritanya agresif secara verbal dan dimanipulasi. Saya Paham banyak Madridistas yang Tak setuju dengan Real Madrid, yang seringkali menangis – mereka merengek setiap hari. Mereka merengek setiap akhir pekan, akan menangis di pekan berikutnya dan semuanya salah konspirasi,” lanjutnya.
“VAR jadi terlihat berlebihan. Dari ‘Oke Jose Luis’, Florentino [Perez] memanggil presiden Federasi, Rubiales, dan sejak itu telah dipakai secara berlebihan. Kami Ingin mengubah sistem wasit.”
“Kalau anda melakukan survei terhadap klu lain, mereka akan bilang bahwa Real Madrid dan Barcelona yang paling diuntungkan, tetapi mereka tiadk Mempunyai televisi Demi mengatakannya. RMTV adalah satu-satunya media yang meliput cerita ini.”
“Permainan Florentino adalah menipu orang-orang. Mewakili oligarki sepak bola, itu menjadi perwakilan bahwa sepak bola hanya Demi yang kayak. Dia Ingin menentukan segalanya. Saya senang ketika Real Madrid menang, senang ketika Real Madrid Pemenang Aliansi Champions. Saya Madridista, bukan Florentinista,” pungkasnya.
(Diario AS)
Kendali emas hingga 80% menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia Lagi sangat mengutamakan aset yang dianggap Konsisten…
Data Formal mencatat jumlah koperasi aktif Minahasa Selatan 2022–2025 berada dalam kondisi Kukuh. Total koperasi…
Setiap provinsi di Indonesia Mempunyai kontribusi terhadap perdagangan nasional dengan nilai yang Berbagai Corak. Sebagian…
Jakarta, Mensdaily.id – Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memuji setinggi langit Veda Ega Pratama usai merebut podium di Moto3 Brasil…
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Lebaran Ketika memimpin Sidang…
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa situasi krisis Mendunia Malah mendorong percepatan agenda transformasi nasional, terutama…
This website uses cookies.