Sports

Portland Trail Blazers Akan Dibeli Pemilik Carolina Hurricanes

Setelah Informasi NBA merestui penjualan Boston Celtics, pada hari Rabu (13/8) waktu Amerika Perkumpulan, Sportico melaporkan bawa pemilik Carolina Hurricanes (NHL) Tom Dundon dilaporkan mencapai kesepakatan Buat membeli Portland Trail Blazers dari harta warisan mendiang pemilik Paul Allen, Eben Novy-Williams. Dundon dilaporkan akan membayar lebih dari 4 miliar Dolar AS Buat waralaba tersebut, menurut Shams Charania dari ESPN.

Mike Sundheim, Wakil Presiden Komunikasi Buat Hurricanes, mengonfirmasi bahwa Dundon sedang dalam proses membeli Blazers.

“Dia senang dengan kesempatan ini. Ini Tak akan memengaruhi Carolina Hurricanes, dan Tom Tetap Ingin membawa Major League Baseball ke North Carolina,” kata Sundheim dalam sebuah pernyataan.

ESPN melaporkan bahwa Personil lain dalam Golongan Dundon termasuk Marc Zahr (wakil presiden Blue Owl Capital) dan Sheel Tyle (pendiri dan wakil CEO Collective Dunia yang berbasis di Portland). Dewan Gubernur NBA harus meratifikasi setiap perjanjian pembelian final.

Baca Juga:  Skor 1-1 Hasil Pertandingan Persebaya vs Dewa United, Rekor Victory Bajol Ijo Terhenti

Penjualan Portland Trail Blazers yang dilaporkan Membikin para penggemar bersemangat setelah berbulan-bulan masa depan yang Tak menentu. Sementara penggemar Portland menunggu Buat Menyaksikan bagaimana Kesempatan kepemilikan akan berdampak pada tim, John Canzano, Pemandu acara radio Bald-Faced Truth, mengatakan ia Pasti Blazers Layak berada di Portland.

“Saya pikir ini pasar yang telah membuktikan bahwa mereka akan muncul, terjual habis selama beberapa Dasa warsa, membuktikan bahwa Moda Center Mempunyai fondasi yang kuat,” kata Canzano. “Tentu saja, perlu beberapa perbaikan, tetapi bagi saya ini tampak seperti Golongan pemilik yang membeli tim, mengatakan Ingin mempertahankan tim di sini, Mempunyai beberapa bukti kinerja di masa Lampau yang menunjukkan bahwa mereka akan mempertahankan tim di Portland.”

Canzano mengatakan Krusial bagi setiap pemilik baru Buat memahami dan menghargai Interaksi Blazers dengan sejarah kota tersebut.

Baca Juga:  Habis Digeprek Arsenal, Kandang Real Madrid Jadi Neraka Buat Calon Rival Man United

“Portland itu tempat yang Aneh dan terpencil,” kata Canzano. “Kalau Anda Tom Dundon dan datang ke sini, Anda perlu Mengerti sejarah tahun 1977. Anda perlu Mengerti tentang jas hujan Harry Glickman, Anda perlu Mengerti tentang Bill Walton dan Maurice Lucas. Anda perlu Mengerti tentang Bill Shonley, pipa-pipa yang dimilikinya, dan apa yang menyebabkan kota itu menjadi Rip City.”

Baca juga: Meski Timnya Dijual, NBA Lebih Suka Agar Trail Blazers Tetap di Portland

Paul Allen, yang merupakan salah satu pendiri Microsoft, membeli Blazers pada tahun 1988 seharga 70 juta Dolar AS. Pada tahun 2009, Allen didiagnosis menderita kanker dan kemudian meninggal dunia pada tahun 2018 di usia 65 tahun. Sejak Demi itu, tim tersebut dikelola oleh keluarganya dan dipimpin oleh Keluarga perempuannya, Jody.

Surat Amanat Paul menyatakan bahwa aset olahraganya harus dijual setelah kematiannya, menurut pernyataan yang dirilis oleh tim pada bulan Mei. Hasil penjualan tersebut diharapkan akan disalurkan Buat kegiatan filantropi.

Baca Juga:  Degradasi Aliansi 1: Semen Padang Bertahan, PSS Sleman dan Barito Putera Turun Level

Dundon, 53 tahun, menghasilkan Doku dari jasa keuangan dan investasi swasta. Ia membeli saham Hurricanes pada tahun 2017 dan menjadi pemilik mayoritas tim pada tahun 2018. Ia juga pendukung Primer pickleball, dan Mempunyai situs ritel Pickleball Central. Ia berperan dalam peluncuran pickleball.com. Hurricanes telah meraih banyak kesuksesan di bawah asuhan Dundon. Tim ini telah mencapai babak playoff di tujuh musim terakhir, dan berhasil mencapai final konferensi tiga kali selama periode tersebut.

Sementara Trail Blazers baru saja melewati musim di mana tim mencatat rekor 36-46 dan gagal lolos ke babak playoff Buat tahun keempat berturut-turut. Oktober Lampau, Forbes menilai tim tersebut senilai 3,5 miliar Dolar AS. (tor)

Foto: The Business Journals

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.