Business

Perundingan IEU-CEPA Masuk Babak Akhir, Ini Dia Ekspor Esensial Indonesia ke Eropa

Setelah Dekat satu Dasa warsa masa perundingan, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya semakin mendekati penandatanganan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan ini menjanjikan akses pasar bebas Kepada berbagai produk unggulan Indonesia, melalui penghapusan tarif hingga mencapai 80% total ekspor. Sebelumnya, hanya 8-12% komoditas RI yang dikenakan bebas tarif ekspor.

“Setelah 10 tahun negosiasi, kami menyepakati sebuah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (IEU-CEPA), yang pada dasarnya adalah perjanjian perdagangan bebas. Kami telah mencapai banyak kesepakatan yang pada intinya saling mengakomodasi kepentingan ekonomi kedua pihak dan bersifat saling menguntungkan,” ungkap Presiden RI Prabowo Subianto dalam keterangan tertulis, Minggu (13/7/2025), mengutip laman Kemensetneg.

Kesepakatan ini bukan hanya mengatur soal tarif saja, melainkan juga mencakup aspek Krusial lain seperti perdagangan jasa, perlindungan investasi, standar lingkungan, hingga peraturan teknis lain. Tujuan utamanya adalah Kepada meningkatkan daya saing produk lokal dan menarik investasi Uni Eropa di sektor-sektor kunci dalam negeri.

Baca Juga:  Tumbuh Pesat, Pemakaian Produk Kecantikan di Indonesia Kian Meningkat

Pemberlakuan IEU-CEPA ini diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia ke Uni Eropa hingga 57,76% dan pertumbuhan ekonomi mencapai 0,19%.

Perkembangan Ekspor Indonesia-EU

Data dari European Commission menyebutkan bahwa Uni Eropa merupakan Kawan dagang terbesar kelima bagi Indonesia pada 2024 Lampau.

Total ekspor dari Indonesia ke Uni Eropa mencapai €17,52 miliar pada 2024, kebanyakan yang diekspor adalah minyak nabati/hewani.

Daftar komoditas yang paling banyak diekspor ke Uni Eropa | GoodStats
Daftar komoditas yang paling banyak diekspor ke Uni Eropa | Mensdaily

Lemak dan minyak nabati/hewani jadi komoditas yang paling banyak diekspor ke Uni Eropa, nilainya mencapai €2,5 miliar pada 2024, disusul oleh produk industri kimia yang mencapai €2,35 miliar.

Indonesia juga banyak mengekspor mesin dan perlengkapannya senilai €1,9 miliar, alas kaki/topi senilai €1,66 miliar, hingga produk mineral mencapai €1,53 miliar.

Baca Juga:  Tingkat Kemiskinan RI 2024 Terendah Sepanjang Sejarah, tapi Standar Kemiskinannya?

Indonesia Selalu Surplus

Laporan European Commission turut mencatat bahwa dalam sedekade terakhir, Indonesia selalu meraih surplus perdagangan dengan Uni Eropa, dengan nilai ekspor yang selalu Melampaui nilai impornya.

Pada 2024 Lampau, nilai impor Indonesia dari Uni Eropa sebesar €9,79 miliar, sedangkan ekspornya senilai €17,52 miliar, menghasilkan surplus sebesar €7,73 miliar.

Sedekade yang Lampau, pada 2014, nilai impor Indonesia dari Uni Eropa mencapai €8,9 miliar, sedangkan ekspornya sebesar €13,08 miliar, sehingga terdapat surplus €4,18 miliar.

Baca Juga: RI-Uni Eropa Sepakati Perjanjian Dagang, Ekspor RI Dapat Naik 57%

Sumber:

https://setkab.go.id/presiden-prabowo-Bersua-presiden-komisi-eropa-sepakati-perundingan-ieu-cepa/

https://webgate.ec.europa.eu/isdb_results/factsheets/country/details_indonesia_en.pdf

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.