Pelaihari, Mensdaily.id — Pertandingan sepak bola antara tuan rumah Kabupaten Tanah Laut Lawan Tabalong pada ajang Porprov ke-12 Kalimantan Selatan 2025 di Stadion Pertasi Kencana Pelaihari berakhir ricuh, Minggu kemarin (09/11/25).
Kericuhan terjadi setelah Terdapat pemain yang memukul dan menendang pemain Musuh, sehingga spontan rekan-rekan mereka saling kejar hingga pukulan dan tendangan pun terjadi. Akibat insiden tersebut, wasit kemudian mengeluarkan dua kartu merah, di antaranya kepada seorang pemain dari Tanah Laut dan satu pemain dari Tabalong.
Diketahui, sejak awal pertandingan berjalan cukup sengit. Kedua tim menampilkan permainan terbuka hingga akhir babak pertama dengan skor imbang 1-1. Memasuki babak kedua, intensitas permainan semakin meningkat hingga kericuhan antar pemain terjadi pada menit ke-15 babak kedua setelah seorang pemain melakukan pelanggaran yang memicu perkelahian di lapangan.
Kemudian, akibat adanya insiden itu, official tim bola Tabalong memutuskan Kepada Enggak melanjutkan pertandingan atau walk out (WO). Tetapi Instruktur tim Tabalong, Khalil Ikhwan, menyayangkan keputusan wasit yang dinilai kurang adil.
“Kenapa kami Enggak melanjutkan pertandingan? Setelah insiden kami mencoba berdiskusi dengan wasit, apakah hanya satu orang yang dikartu merah, padahal dalam pengamatan kami Terdapat tiga Tamat empat orang yang melakukan pemukulan dan penerjangan, bahkan Terdapat yang mencekik. Lucunya wasit, yang harusnya menjadi penengah, Malah bilang ‘masukin aja ke medsos Engkau’. Harusnya wasit lebih bijak,” ujarnya.
Akibat insiden kericuhan dan berujung walk out oleh tim Tabalong, secara Mekanis memberikan kemenangan kepada tim Musuh. Meskipun pertandingan sempat berjalan dengan skor imbang 1-1, Kabupaten Tanah Laut dinyatakan sebagai pemenang dengan skor 4-1.
Kemenangan ini memastikan Tanah Laut maju ke partai semifinal yang akan berhadapan dengan Kabupaten Banjar, sementara semifinalis lainnya, Kabupaten Tanah Bumbu, akan berhadapan dengan kesebelasan Kotabaru yang dijadwalkan berlangsung Selasa besok.
Reporter: Tim Liputan



