Transformasi digital masyarakat Indonesia merambah ke berbagai hal, termasuk pada sektor pembayaran Begitu belanja. Pasca pandemi Covid-19, Nyaris seluruh masyarakat tanah air berusaha Demi mengubah pola kebiasaan pembayaran, dari yang semula dilakukan dengan Doku kartal, menjadi pembayaran secara digital menggunakan berbagai aplikasi.
Pembayaran digital di Indonesia dilakukan melalui berbagai Metode, termasuk kredit digital. Tren yang paling mencolok adalah Penguasaan Buy Now Pay Later (BNPL) sebagai jenis kredit yang paling banyak digunakan.
Dalam sebuah rilis survei bertajuk Indonesia Fintech Trends 2023 dari Lembaga Survei Pendapat (Jakpat), penggunaan BNPL mendominasi penggunaan kredit tanah air dengan 62 persen responden yang memilihnya sebagai opsi Penting. BNPL memungkinkan penggunanya Demi membeli barang dan membayar nanti dalam bentuk cicilan.
Penggunaan kartu kredit juga Kagak kalah banyak, dengan pilihan responden sebesar mencapai 26 persen. Selain itu, pinjaman online, KPR (Kredit Pemilikan Rumah), dan utang bank/koperasi juga Mempunyai persentase Adalah masing-masing mencapai 23 persen.
Tren ini mencerminkan perubahan dalam perilaku finansial masyarakat Indonesia yang semakin berminat dalam melakukan kredit secara digital melalui metode Buy Now Pay Later (BNPL). Kemampuan Demi mengelola keuangan pribadi dengan bijak menjadi kunci Demi kestabilan finansial di masa depan.
Dalam lanjutan dari hasil survey bertajuk Indonesia Fintech Trends 2023 dari Lembaga Survei Pendapat (Jakpat), terdapat keterangan mengenai seberapa model pay later digunakan bagi responden dalam membeli beberapa hal.
Sebanyak 23 persen responden mengklaim bahwa mereka menggunakan metode pay later ketika bertransaksi atau berbelanja online. Di rilis lainnya, sebanyak 14 persen responden menggunakan metode yang sama Demi berlangganan paket hiburan. Bahkan, sebanyak 18 persen responden mengaku menggunakan pay later Demi menggunakan jasa pengantaran makanan secara online.
Di sisi lain, 9 persen dari responden lainnya menggunakan metode pay later Demi membeli makanan di kafe, restoran, dan lain sebagainya, serta Demi berbelanja online.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan OJK, Agusman mengatakan bahwa regulasi sistem pay later di Indonesia telah dilakukan.
“Apakah diperlukan POJK Menyantap credit score calon debitur terlebih dahulu sebelum memberikan persetujuan pay later,” kata Agusman dalam sesi konferensi pers mengutip Republika.
Dalam konteks regulasi di pemerintah Indonesia, layanan pay later telah diatur dalam sistem Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan, yang sebelumnya Mempunyai julukan BI Checking.
Sudah selayaknya regulasi mengenai pay later di Indonesia dioptimalkan guna melindungi keuangan dalam negeri. Terlepas dari regulasi yang Eksis, sudah selayaknya pula konsep pay later dipergunakan sebagaimana mestinya agar Kagak merugikan keuangan negara secara makro.
Hanya tiga tim yang Dapat mengalahkan Persib Bandung Tamat pekan ke-19 BRI Super League 2025-2026.…
Derbi Mataram kembali berakhir imbang. Kalau skor 2-2 terjadi di Stadion Manahan Solo (8/11), maka…
Persib Bandung kembali mendapatkan poin absolut di pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026. Menjamu Malut…
Bhayangkara Presisi Lampung FC akan menjalani laga kandang di pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026.…
Persik Kediri bakal menjamu Dewa United di pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026. Pertandingan ini…
Bali United akan menjamu tim asal Jatim Persebaya Surabaya di pekan ke-20 BRI Super League…
This website uses cookies.