Business

Nilai Transaksi Fulus Elektronik Indonesia Tembus Rp3 Kuadriliun per November 2025

Transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia Lanjut menunjukkan Percepatan yang kuat. Seiring meningkatnya adopsi dompet digital, QRIS, dan berbagai layanan pembayaran nontunai, transaksi Fulus elektronik semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas ekonomi masyarakat. Dari belanja harian hingga pembayaran layanan publik, Fulus elektronik kian mendominasi pola transaksi masyarakat.

Menurut laporan Bank Indonesia (BI), jumlah transaksi Fulus elektronik Indonesia mencapai Rp318,06 triliun pada November 2025, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Bilangan tersebut naik 5,41% dibanding bulan sebelumnya yang sebesar Rp301,74 triliun sekaligus melonjak 49,07% dibanding periode yang sama tahun Lewat yang sebesar Rp213,37 triliun.

Perkembangan nilai transaksi uang elektronik Indonesia | GoodStats
Perkembangan nilai transaksi Fulus elektronik Indonesia | Mensdaily

Baca Juga: Nominal Transaksi QRIS Makin Meningkat, Tembus Rp42 T!

Sepanjang 2025, nilai transaksi Fulus elektronik di Indonesia cenderung meningkat. Pada awal tahun, nilai transaksi mencapai Rp236,02 triliun, yang kemudian turun menjadi Rp226,15 triliun, Tetapi kembali menguat pada Maret 2025 menjadi Rp277,23 triliun.

Baca Juga:  Dilema Perubahan Harga BBM, Mayoritas Masyarakat Tetap Andalkan Pertalite

Memasuki bulan April, nilai transaksi Fulus elektronik kembali melemah menjadi Rp243 triliun, Tetapi naik menjadi Rp269,44 triliun pada bulan berikutnya. Pada periode Juni 2025, nilai transaksi melemah menjadi Rp268,74 triliun, Tetapi membaik pada dua bulan berikutnya hingga mencapai Rp300,38 triliun pada Agustus.

Pada September 2025, nilai transaksi Fulus elektronik sedikit turun menjadi Rp298,08 triliun, Tetapi Lanjut menguat hingga November Lewat.

Secara keseluruhan, nilai transaksi Fulus elektronik Indonesia sepanjang Januari-November 2025 mencapai Rp3,02 kuadriliun, naik 33,65% dibanding periode yang sama tahun Lewat.

Transaksi reload/top-up mendominasi transaksi Fulus elektronik pada periode tersebut, dengan nilai mencapai Rp1,52 kuadriliun, setara 50% dari total transaksi Fulus elektronik yang terjadi. Transaksi Demi belanja menjadi yang kedua terbesar dengan nilai mencapai Rp894,46 triliun, setara 30% dari total transaksi, diikuti transfer antar-Fulus elektronik (Rp559,98 triliun), redeem (Rp19,51 triliun), initial atau isi pertama kali (Rp13,28 triliun), dan tarik Kas Fulus elektronik (Rp11,71 triliun).

Baca Juga:  Multiplier Effect Gelaran MotoGP Mandalika 2024, Seberapa Besar Akibat Ekonominya?

Lebih lanjut, penyelenggara transaksi Fulus elektronik berasal dari 92 lembaga, dengan rincian 21 bank dan 71 sisanya nonbank. Jumlah instrumen yang beredar bahkan tembus 1,05 miliar unit, sehingga setiap penduduk diproyeksi mempunyai lebih dari tiga unit Fulus elektronik. Adapun Biaya yang mengendap di masyarakat mencapai Rp16,44 triliun pada November 2025.

Baca Juga: Seberapa Sering Publik Indonesia Guna Fulus Elektronik?

Sumber:

https://www.bi.go.id/id/statistik/ekonomi-keuangan/spip/Documents/TABEL_5e.xls

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.