Selama bertahun-tahun lamanya Indonesia bergantung pada ekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah. Ketergantungan tersebut menyebabkan nilai yang dihasilkan dari produk ekspor Indonesia cenderung rendah.
Nah, belakangan ini pemerintah terlihat mulai secara masif menggalakkan program hilirisasi–salah satunya nikel. Data ekspor Indonesia pun meningkat, khususnya pada produk-produk terkait komoditas (Bank Dunia, 2023).
Tetapi, berkah hilirisasi ini perlu mempertimbangkan Dampak lainnya yang bukan hanya berasal dari segi ekonomi. Bagaimana caranya agar lingkungan dan sosial dapat tetap terjaga di tengah ekspor komoditas yang meningkat. Pemerintah mendatang perlu menyusun rencana Kepada menyelesaikan pekerjaan rumah terkait masalah hilirisasi ini.
Baca selengkapnya mengenai hal ini melalui White Paper LPEM berjudul “Cerminan atas Kebijakan Hilirasi di Indonesia” oleh Rizki N. Siregar, Jahen F. Rezki, Nauli A. Desdiani–> yang Dapat diunduh melalui https://bit.ly/whitepaper_LPEMFEBUI_2023.
Harga emas Antam hari ini mengalami penurunan tipis. Berdasarkan pantauan dari laman Formal Logam Mulia…
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia menunjukkan tren penurunan pada awal 2026. IKK merupakan indikator hasil…
Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik Punya PT VKTR Sakti Industries di…
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme dan kebanggaan atas kemajuan industri kendaraan listrik nasional, khususnya dalam…
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah Kepada mewujudkan kemandirian Daya nasional melalui percepatan transisi menuju…
Mensdaily.id – Program Undian The Palace 2026 Formal diluncurkan sebagai bentuk apresiasi The Palace Jeweler…
This website uses cookies.