Categories: Business

Nikel Jadi Komoditas Unggulan Investasi Hilirisasi 2025

Proyek hilirisasi menjadi salah satu Konsentrasi pemerintah pada tahun 2025. Hilirisasi dinilai sebagai jalan Buat meningkatkan nilai ekspor, mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan, memperkuat subsidi impor, serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Indonesia memegang peran Krusial dalam rantai pasok Mendunia sebagai produsen nikel, minyak kelapa, sawit, dan karet di dunia. Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis oleh pemerintah Indonesia menyangkut 28 komoditas dan 8 sektor Penting yang ditargetkan mencapai nilai investasi US$618 miliar pada tahun 2040.

Menurut data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total realisasi investasi di sektor hilirisasi Indonesia mencapai Rp431,4 triliun pada Januari-September 2025, naik 58,1% secara tahunan. Investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Realisasi Investasi Sektor Hilirisasi 2025

Realisasi Investasi Sektor Hilirisasi 2025 | Mensdaily

Baca Juga: 7 Tambang Nikel Terbesar, 4 dari Indonesia

Menurut perolehan data BKPM, mineral menjadi sektor hilirisasi dengan realisasi investasi tertinggi, mencapai Rp291,6 triliun pada Januari-September 2025. Nikel Tetap menjadi komoditas unggulan dengan investasi sebesar Rp136,1 triliun.

Besarnya perolehan investasi sektor mineral turut didukung komoditas lainnya seperti tembaga (Rp61,2 triliun), bauksit (Rp43,2 triliun), besi baja dengan (Rp31 triliun), dan timah (Rp5 triliun). Sebanyak Rp15,1 triliun lainnya berasal dari komoditas pasir silika, emas, perak, kobait, mangan, batu bara, aspal buton, serta logam tanah jarang.

Mineral transisi seperti nikel, kobalt, litium, dan tembaga menjadi Sasaran investor dunia sebagai fondasi Kekuatan Rapi dan kendaraan listrik. Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara, Indonesia Tetap berkomitmen mengarahkan kekuatan nikel di industri stainless steel dan baterai kendaraan listrik dengan perkiraan kebutuhan bahan baku industri sebesar 250-290 juta ton.

Di posisi kedua, terdapat sektor perkebunan kehutanan dengan total realisasi investasi Rp103,3 triliun. Kelapa sawit menjadi komoditas yang menyumbang investasi tertinggi yakni Rp52,7 triliun, disusul kayu log (Rp36,6 triliun) dan karet (Rp9,7 triliun). Komoditas lainnya seperti pala, kelapa, kakao, dan biofuel meraih realisasi investasi Rp4,3 triliun dalam sektor hilirisasi perkebunan kehutanan.

Selanjutnya, sektor hilirisasi minyak dan gas bumi meraih investasi Rp32,6 triliun, dengan rincian Rp18,3 triliun dari minyak bumi dan Rp14,3 triliun dari gas bumi.

Terakhir, sektor hilirisasi perikanan kelautan meraih Rp3,9 triliun investasi yang terdiri atas komoditas garam, ikan TCT (tuna, cangkalang, tongkol), udang, rumput laut, rajungan, dan tipala. Sebagai negara agraris, sektor perikanan dan kelautan Tetap menjadi daya saing yang Bisa Lanjut ditingkatkan, mengingat Indonesia Mempunyai luas laut dengan perkiraan 3,2 juta km².

Adapun lima provinsi yang meraih realisasi investasi hilirisasi tertinggi adalah Sulawesi Tengah (Rp84,2 triliun), Maluku Utara (Rp48,2 triliun), Jawa Barat (Rp43,7 triliun), Nusa Tenggara Barat (Rp32,0 triliun), dan Jawa Timur (Rp28,2 triliun).

Hilirisasi Nikel di Indonesia

Pemerintah telah memberi sinyal kuat akan adanya penyesuaian volume produksi mineral dan batu bara (minerba) pada tahun 2026.

Kementerian Kekuatan Sumber Daya Alam (ESDM) berencana memangkas Sasaran produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menjadi Sekeliling 250-260 juta ton, turun dari RKAB tahun Lampau sebanyak 364 juta ton. Hal tersebut dilihat perusahaan nikel sebagai upaya pemerintah Buat mempertahankan serta meningkatkan nilai tambah nikel secara maksimal.

Di sisi lain, komitmen pemerintah Buat memastikan aspek kepatuhan lingkungan dan environment, social, and governance (ESG) pada setiap proyek hilirisasi nikel Tetap menjadi tuntutan masyarakat. Semangat Kekuatan Rapi dan terbarukan perlu dipastikan Kagak berkelindan dengan deforestasi, pencemaran lingkungan, dan pelanggaran hak-hak masyarakat adat.

Baca Juga: Industri Nikel dan Logam Berat dalam Tubuh Masyarakat Indonesia

Sumber: 

https://data.bkpm.go.id/infografis-detail/capaian-realisasi-investasi-sektor-hilirisasi-januari-september-2025-DEdOSgy

Admin

Recent Posts

Presiden Prabowo Bahas Akibat Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi Dunia Berbarengan DEN dan Sejumlah Menteri – Kantor Staf Presiden

Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua dan Member Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Berbarengan sejumlah menteri terkait…

7 jam ago

Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Bahas Kesiapan Idulfitri 1447 H dan Apresiasi Semangat Toleransi Bangsa – Kantor Staf Presiden

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat,…

8 jam ago

Presiden Prabowo Dorong Lompatan Kinerja Danantara, Targetkan Pengelolaan Aset Negara yang Lebih Produktif – Kantor Staf Presiden

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peningkatan kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) guna…

17 jam ago

Danantara Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Krisis Dunia – Kantor Staf Presiden

Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis Danantara dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, utamanya di tengah…

19 jam ago

Presiden Prabowo Pacu Transisi Kekuatan, Targetkan 100 Gigawatt Tenaga Surya dan Optimalkan Geotermal – Kantor Staf Presiden

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah Buat mempercepat transformasi sektor Kekuatan nasional di tengah dinamika…

20 jam ago

Jejak Sejarah dalam Koleksi Parfum ZEGNA MEMORIE Terbaru

Mensdaily.id – Koleksi parfum ZEGNA MEMORIE baru saja diluncurkan sebagai sebuah karya olfaktori yang mendalam.…

1 hari ago

This website uses cookies.