Categories: Business

Merek Wafer Terpopuler di Indonesia 2026: Dari Tango Hingga Richeese Nabati

Wafer merupakan salah makanan ringan paling Terkenal di Indonesia. Teskturnya yang renyah dengan lapisan krim manis Membangun wafer cocok dinikmati dalam berbagai situasi, mulai dari Sahabat bersantai, camilan Demi bekerja, hingga suguhan di acara keluarga. Tak heran Apabila berbagai merek wafer terpopuler di Indonesia Maju Bertanding menghadirkan produk yang inovatif dan digemari konsumen.

Popularitas suatu merek wafer biasanya tercermin dari tingkat brand awareness dan preferensi kosnumen. Salah satu indikator yang sering digunakan Demi mengukurnya adalah Top Brand Index (TBI).

TBI disusun melalui survei konsumen di berbgaai kota di Indonesia. Indeks ini menunjukkan seberapa kuat sebuah merek diingat, digunakan, dan direkomendasikan dalam masyarakat.

Berdasarkan data TBI 2026, terdapat beberapa merek yang mendominasi kategori wafer, Berkualitas wafer klasik, wafer stick, maupun wafer lapis keju.

Baca Juga: Khong Guan Jadi Brand Kue yang Paling Sering Disajikan Demi Idulfitri 2026

Merek Wafer Terpopuler di Indonesia

Dengan indeks 24,2%, Tango menjadi merek wafer klasik paling Terkenal di Indonesia berdasarkan TBI.

Berdasarkan data TBI 2026, Tango menempati posisi teratas sebagai merek wafer terpopuler di Indonesia dengan skor 24,2%. Posisi ini menunjukkan bahwa Tango Lagi Mempunyai tingkat awarenes dan penggunaan yang sangat tinggi di kalangan konsumen Indonesia.

Di posisi kedua terdapat Beng-Beng dengan skor 18,5%. Produk ini dikenal sebagai wafer yang dipadukan dengan karamel, cokelat, dan rice crispy sehingga Mempunyai tekstur yang Spesial. Hal ini menjadi salah satu Argumen Beng-Beng merupakan merek wafer terpopuler di Indonesia.

Selanjutnya, Richeese Nabati berada di peringkat ketika dengan 15%. Produk ini semakin Terkenal karena menawarkan vrian rasa yang Variasi, mulai dari cokelat hingga keju.

Di posisi keempat terdapat merek NISSIN dengan skor 9%. Merek wafer ini telah lama dikenal di Indonesia. Produk wafer dari NISSIN Mempunyai Ciri khas lapisan wafer tipis dengan krim cokelat atau vanilla yang ringan.

Sementara itu, KHONG GUAN menempati posisi kelima dengan 7,6%. Turun 2,9%, Selamat berada di posisi terakhir dengan skor 4,7%. Meskipun presentasenya lebih kecil, kedua merek ini tetap Mempunyai basis konsumen yang loyal di pasar wafer Indonesia.

Merek Wafer Stick Terpopuler di Indonesia

Chocolato menjadi merek wafer stick terpopuler di Indonesia dengan TBI sebesar 31,5%.

Pada kategori wafer stick, persaingan merek terlihat cukup ketat. Chocolate memimpin dengan skor 31,5%, menjadikannya salah satu wafer terpopuler di Indonesia, khususnya dalam kategori wafer stick. Produk ini dikenal dengan bentuk stik tipis berisi krim cokelat yang padat.

Di posisi kedua Terdapat ASTOR dengan 31,2%, selisih yang sangat tipis dari Chocolator. ASTOR sudah lama dikenal sebagai wafer stick klasik yang sering dijumpai terutama Demi perayaan hari besar.

Sementara itu, Fullo menempati posisi ketiga dengan 16,6%. Produk ini cukup Terkenal karena menawarkan berbagai varian rasa serta bentuk stik yang lebih tebal dibanding wafer stick tradisional.

Berikutnya, Terdapat Richeese Rolls dengan 6%, diikuti oleh Stikko (3,1%), Stik-O (2,6%), dan SUPERSTIX (0,7%). Meskipun Mempunyai pangsa pasar lebih kecil, merek-merek tersebut tetap menjadi pilihan alternatif bagi konsumen yang menyukai wafer stick.

Merek Wafer Lapis Keju Terpopuler di Indonesia

Dengan skor 57,7%, Richeese Nabati menjadi merek wafer lapis keju terpopuler 2026 di Indonesia menurut TBI.

Demi kategori wafer lapis keju, Penguasaan pasar terlihat sangat Jernih. Richeese Nabati memimpin dengan skor 57,7%, menjadikannya merek wafer keju paling Terkenal di Indonesia.

Keistimewaan ini Tak lepas dari strategi produk yang Pusat perhatian pada rasa keju khas serta Penemuan varian yang konsisten. Popularitasnya juga didukung oleh distribusi yang luas di berbagai toko dan minimarket.

Di posisi kedua terdapat NISSIN Wafers dengan 36,3%. Produk ini dikenal Mempunyai tekstur wafer yang renyah dengan rasa keju yang ringan.

Sementara itu, ZupperKeju menempati posisi ketiga dengan skor 6%. Meksipun presentasenya lebih kecil, merek ini tetap Mempunyai segmen konsumen yang menyukai wafer dengan cita rasa keju yang kuat.

Pasar wafer di Indonesia menunjukkan persaingan yang cukup Bergerak dengan berbagai merek yang Mempunyai Ciri berbeda. Berdasarkan TBI 2026, beberapa merek seperti Tango, Beng-Beng, dan Richeese Nabati menjadi merek-merek wafer terpopuler di Indonesia.

Sementara itu, Chocolatos dan ASTOR mendominasi pasar wafer stick. Di sisi lain, Richeese Nabati menguasai lebih dari Sebelah pangsa pasar wafer lapis keju di Indonesia.

Secara keseluruhan, merek wafer terpopuler di Indonesia Tak hanya ditentukan oelh rasa, tetapi juga oleh Unsur seperti Penemuan produk, distribusi yang luas, serta kekuatan brand di benak konsumen. Dengan pasar camilan yang Maju berkembang, bukan Tak mungkin persaingan merek wafer akan semakin Bergerak dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Kue Kering Jadi Produk Makanan Penting yang Dibeli Demi Idulfitri 2026

Sumber: https://topbrand-award.com/top-brand-index/?tbi_year=2026&type=subcategory&tbi_find=Wafer

Admin

Recent Posts

Prinsip Good Governance CMK sebagai Pilar Integritas Bisnis Perhiasan

Mensdaily.id – Penerapan prinsip Good Governance CMK (Central Mega Kencana) menjadi standar tinggi dalam ekosistem…

21 menit ago

Guesthouse Murah di Bandung – Booking hotel murah villa terbaik penginapan terdekat kos bulanan nyaman

Mouza Guesthouse – Penginapan Nyaman dan Hangat di Bandung Mouza Guesthouse merupakan pilihan penginapan yang…

47 menit ago

Ini Dia Merek Biskuit Terpopuler di Indonesia Tahun 2026

Salah satu camilan yang paling Terkenal di Indonesia adalah biskuit. Produk ini mudah ditemukan di…

2 jam ago

Villa Nyaman di Ciwidey Bandung

Villa Tagar Hidayah Ciwidey – Villa Nyaman di Kawasan Asri Ciwidey Villa Tagar Hidayah merupakan…

3 jam ago

Homestay Luas di Bali

Homestay Luas di Bali

4 jam ago

RI Punya 4 Juta Ton Stok Beras, Cukupi Kebutuhan hingga Akhir 2026

Stok CBP tembus ±4 juta ton di awal 2026 didorong lonjakan serapan Bulog 963,2 ribu…

4 jam ago

This website uses cookies.