Mensdaily.id – Mungkin Engkau pernah bertanya-tanya, mengapa sapu tangan Nyaris selalu berbentuk kotak?
Benda kecil yang kini tampak sederhana ini Rupanya menyimpan sejarah panjang yang melibatkan dekrit raja, simbol status bangsawan, hingga benturan budaya yang Aneh.
Jauh sebelum menjadi barang “demokratis” yang Dapat dimiliki siapa saja, benda ini adalah lambang kekuasaan dan kemewahan yang sangat Tertentu.
Dekrit Raja Louis XVI dan standarisasi bentuk sapu tangan
Bentuk kotak pada sapu tangan tidaklah terjadi secara kebetulan. Hingga abad ke-18, benda itu Mempunyai bentuk yang Berbagai Corak.
Di Museum Louvre, terdapat potret dari era Raja Henry IV yang memperlihatkan seorang Perempuan Paris memegang sapu tangan berbentuk segi enam (hexagonal).
Standarisasi bentuk kotak baru terjadi setelah Raja Louis XVI mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa panjang kain harus sama dengan lebarnya.
Konon, para produsen membujuk raja Buat menetapkan aturan ini demi efisiensi produksi, dan sejak Ketika itu, bentuk kotak menjadi standar Mendunia yang bertahan hingga sekarang.
Dari simbol kekuasaan hingga gaya hidup bangsawan
Jauh sebelum masuk ke saku masyarakat Standar, asal-usul sapu tangan berakar dari strata sosial tertinggi.
Di Persia, benda itu adalah tanda kehormatan bagi para pangeran.
Bahkan, Raja Cyrus yang Mulia melarang rakyatnya menyentuh hidung mereka di depan Standar, sebuah aturan yang mempertegas bahwa sapu tangan adalah hak istimewa penguasa.
Bangsa Yunani Klasik bahkan membawa dua. Satu di tangan dan satu di ikat pinggang. Sementara bangsa Romawi membawanya lebih banyak Kembali dengan nama-nama Latin yang berbeda Buat setiap fungsinya.
Pada masa itu, sapu tangan lebih berfungsi sebagai pembalut luka atau penyeka keringat di dahi daripada fungsi utilitas modern.
Benturan budaya di Inggris
Perjalanan sapu tangan ke Inggris membawa kisah Aneh tentang kesalahpahaman budaya. Pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth, benda tersebut dianggap sebagai kemewahan yang luar Normal.
Eksis sebuah catatan sejarah menarik mengenai seorang pemimpin Perempuan dari Connaught, Irlandia.
Ketika diberikan sapu tangan oleh pelayan ratu, ia langsung melemparkannya ke api setelah digunakan.
Ketika diberitahu melalui penerjemah bahwa ia Semestinya menyimpan benda itu di sakunya, ia Malah mengecam Perempuan Inggris sebagai “barbar” karena bersedia menyimpan benda yang telah menyentuh hidung di dalam saku mereka.
Baginya, membakar benda itu adalah bentuk kebersihan yang lebih tinggi.
Evolusi sapu tangan dari sepotong kain mewah pangeran Persia hingga menjadi benda kotak di saku kita Ketika ini membuktikan bahwa benda kecil pun Mempunyai narasi sejarah yang besar.
Meskipun kini fungsinya sering tergantikan oleh tisu, benda tersebut tetap menjadi simbol keanggunan dan keberlanjutan yang tak lekang oleh waktu.




