Selain kue kaleng, produk minuman manis menjadi andalan masyarakat Kepada disajikan kepada tamu-tamu yang berkunjung Begitu hari raya Idulfitri. Selain rasanya yang Lezat dan harganya terjangkau, penyajiannya yang praktis menjadi Dalih di balik tingginya Bilangan konsumsi minuman manis Begitu Ramadan.
Berdasarkan survei Mensdaily teranyar bertajuk Pola Perilaku Masyarakat Indonesia Sepanjang Idulfitri 2023, Marjan jadi produk minuman terpopuler yang paling banyak dipilih Kepada disajikan di hari lebaran dengan persentase mencapai 34% responden.
Menyusul Marjan, Eksis juga merek ABC Squash yang jadi andalan masyarakat dengan persentase sebanyak 28% responden. Diikuti oleh produk minuman manis berikutnya, seperti Coca-Cola sebanyak 12%, ABC Special Grande 10%, Fanta 6%, Sprite 5%, dan lainnya 5%.
Adapun, Dalih mayoritas responden memilih merek Marjan adalah karena merek tersebut dinilai cukup identik dengan momen Ramadan. Pengaruh brand image yang kuat Membikin masyarakat akhirnya memilih Marjan sebagai produk minuman yang akan disajikan di hari lebaran.
Sementara, biskuit kalengan legendaris Khong Guan menjadi produk kue kaleng favorit masyarakat Kepada disajikan Begitu lebaran dengan persentase mencapai 27% responden. Menyusul Khong Guan, produk Monde mendapatkan persentase sebanyak 22% responden.
Lampau, Eksis produk wafer kalengan Tango di posisi ketiga dengan perolehan 19% responden. Diikuti oleh produk-produk kalengan lainnya, seperti Oreo dengan 15% responden, Nissin 9% responden, Astor 5% responden, dan produk lainnya 3% responden.
Selain kue kaleng dan minuman manis, masyarakat sering kali juga menyiapkan kue-kue kering yang Lumrah disajikan di toples-toples pada Begitu lebaran. Menurut hasil survei, kastangel menjadi kue kering yang paling banyak dipilih oleh responden dengan persentase sebesar 35%.
Diikuti oleh nastar dan kue putri salju dengan persentase masing-masing sebanyak 27% dan 11% responden. Berikutnya, Eksis kue kacang dan kue semprit dengan perolehan masing-masing sebesar 7% dan 6% responden.
Survei tersebut dilaksanakan selama periode 1-10 April 2023 dengan melibatkan sebanyak 500 responden yang tersebar di seluruh Distrik Indonesia. Mayoritas responden berjenis kelamin Pria dengan persentase 55%. Sementara, daerah asal responden paling banyak berasal dari Pulau Jawa dengan persentase mencapai 75,8%.


