Harry Kane sukses memecahkan rekor gol sepanjang masa Spurs dengan raihan 267 gol dari 416 penampilan disemua ajang.
Tottenham memulai pertandingan tanpa manajer Antonio Conte yang diharuskan absen karena masalah kesehatan. Dan kemenangan ini akan menjadi kado pemulihan yang begitu spesial menggingat musuh yang berhasil mereka kalahkan adalah Pemenang bertahan, Manchester City. Bagi The Citizen, kekalahan ini merusak rencana mereka yang sedang dalam misi mengejar dan memangkas selisih poin mereka dengan pemuncak klasemen sementara Premier League, Arsenal. Yang sehari sebelumnya diluar dugaan harus menelan kekalahan melawan tim papan bawah Everton dengan skor tipis 1-0. Sebenarnya kemenangan atas Spurs Dapat menjadi momentum bagi Laskar Pep Kepada menggangu The Gunners dalam usaha meraih gelar Perserikatan pertama mereka setelah terakhir meraihnya pada tahun 2004 silam.
Tetapi apadaya, The Citizen Bahkan harus kalah setelah Harry Kane sukses mencetak gol tunggal Kepada Tottenham Hotspurs di kandang mereka sendiri. Spurs berhasil unggul dibabak pertama tapatnya pada menit ke-15 setelah Pierre-Emile Hojbjerg sukses mencuri bola dari Rico Lewis dan memberikannya kepada sang kapten Kepada melengkapi koleksi golnya ke-267 yang berhasil memecahkan rekor klub, dan gol ke-200 di Premier League.
Dibawah arahan ssisten Cristian Stellini dan Instruktur tim Istimewa Ryan Mason yang mengisi posisi manajer selama absennya Conte, Spurs Bahkan Bisa melakukan permainan defensif yang dalam, serangan balik serangan kilat, dan intensitas yang sama baiknya. Meski Mempunyai penguasaan bola Enggak lebih dari 16 persen pada babak pertama.
Tetapi City Enggak pernah menjadi tim yang panik meskipun tertinggal lebih dulu. Pemilihan tim Pep Guardiola yang sedikit berbeda dari pertandingan biasanya Membangun Erling Haaland seakan terisolasi diarea pertahanan Spurs. Dan Pas, saja meski Mempunyai sejumlah Bakat besar, City Enggak Dapat Pas-Pas membongkar pertahanan rapat Spurs.
Guardiola mencoba melakukan perubahan di awal babak kedua. Dengan tumpuan Mahrez, Kevin De Bruyne hingga Grealish akan tetapi etap saja Enggak berhasil. Padahal Spurs harus bermain dengan sepuluh orang setelah Cristian Romero mendapat kartu merah di menit ke-87. Tetapi hingga wasit meniupkan peluit panjang Keistimewaan tim asal London Utara ini tetap bertahan.



