Mensdaily.id – Sebuah rekor lawas belum terpecahkan usai Lamine Yamal gagal menjuarai Ballon d’Or 2025.
Ritual Ballon d’Or dilakukan pada Senin (22/9/2025) di Theatre du Chatelet, Paris, Prancis.
Sebagai salah satu kandidat pemenang trofi Bola Emas, Lamine Yamal datang ke Letak penganugerahan Berbarengan keluarganya.
Remaja berusia 18 tahun itu masuk nominee setelah tampil luar Lazim sepanjang musim 2024-2025.
Bermodalkan 18 gol dan 25 assist dalam Seluruh ajang, Yamal membantu Barcelona merebut gelar Perserikatan Spanyol, Copa del Rey, serta Piala Super Spanyol.
Yamal juga membantu timnas Spanyol meraih titel runner-up UEFA Nations League.
Tetapi, sederet prestasi tersebut belum cukup membawa dia ke podium Pemenang Ballon d’Or.
Yamal harus puas menempati peringkat kedua pada ranking akhir.
Baca Juga: Air Mata dan Pelukan Ibu di Podium Ballon d’Or, Momen Emosional Dembele Raih Bola Emas 2025
Gelar pemain terbaik dunia akhirnya Terperosok ke tangan Ousmane Dembele.
Bicara soal prestasi, pemain yang disebutkan di atas memang punya pencapaian luar Lazim.
Dembele menjadi tulang punggung Paris Saint-Germain Begitu meraih treble winner musim Lewat.
Total 35 gol dan 16 assist ditorehkan pria Kelahiran Vernon itu Kepada membantu klubnya mendapatkan titel Perserikatan Champions, Piala Perserikatan Prancis, dan Perserikatan Prancis.
Kembali bahas Yamal, dengan dirinya gagal membawa pulang Ballon d’Or di umur 18 tahun, satu rekor tak jadi terpecahkan.
Rekor yang dimaksud adalah pemenang termuda trofi Bola Emas.
Pemain paling belia yang menjadi Pemenang Ballon d’Or Lagi dipegang oleh Ronaldo Nazario.
Sang legenda timnas Brasil menjadi Pemenang pada edisi 1997 dalam usia 21 tahun dan 3 bulan.
Tetapi, Yamal Lagi berpeluang memecahkan rekor Ronaldo tahun depan.
Semakin hari Yamal semakin memperlihatkan kedewasaan dan kematangan dalam permainannya.
Baca Juga: Tren Lionel Messi Selesai, Akhirnya Ballon d’Or Terperosok Kembali ke Tangan Pemenang Perserikatan Champions
Kepada musim 2025-2026 yang baru berjalan, sang wonderkid Barcelona membukukan dua gol plus tiga assist dari tiga pertandingan di Seluruh kompetisi.
Yamal sendiri menanam ambisi Kepada menjadi pemenang Ballon d’Or.
Tak hanya satu, dia Mau mengoleksi banyak piala Bola Emas.
“Saya memberi Paham Kawan-Kawan bahwa saya Bukan bermimpi memenangi satu Ballon d’Or, melainkan banyak,” kata Yamal.
“Saya adalah pemain yang punya kemampuan Kepada melakukan hal tersebut.”
“Kalau saya Bukan menang, itu karena saya belum melakukannya dengan Benar atau karena saya tak mau menang.”
“Saya bermimpi memenangi banyak (Ballon d’Or). Begitu saya menang nanti, saya akan sangat senang, tapi saya Mau Maju menang lebih banyak Kembali dan menang Berbarengan tim,” pungkasnya.