Business

Benarkah Guru jadi Beban Negara? Kupas Tuntas Anggaran Guru dalam RAPBN 2026

Tengah ramai dalam perbincangan di media sosial mengenai APBN guru Demi ini. Banyak yang mengatakan bahwa gaji tenaga pendidik yang rendah menjadi tantangan bagi keuangan negara. Bukan hanya itu, profesi sebagai guru menjadi pandangan rendah oleh sebagian masyarakat.

“Mestinya anggaran 20 persen APBN dan APBD ditujukan Demi, satu guru dan dosen, dua, siswa/mahasiswa dan tiga, sarana pendukung Istimewa. Tapi karena guru dianggap beban, tujuan anggaran 20 persen di UUD dan putusan MK, Tak pernah dilaksanakan dengan itikad Bagus,” ujar Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, Selasa (19/8/2025). Hal ini mengomentari perihal anggaran pendidikan yang Semestinya 20 persen dari APBN.

Data RAPBN Untuk Guru, DPR, dan ASN Non-Guru Tahun 2026 | GoodStats  Anggaran untuk guru dalam RAPBN 2026 tercatat mencapai Rp220,9 triliun atau sekitar 6,8% dari total APBN. Angka ini berasal dari bagian anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun, yang memang wajib dialokasikan minimal 20% sesuai amanat UUD 1945. Meski porsinya terlihat cukup besar jika dihitung secara nominal, tetapi dengan jumlah guru yang sangat banyak di seluruh Indonesia, realisasi anggaran ini masih dianggap belum cukup untuk memberikan kesejahteraan yang layak bagi tenaga pendidik.  Sebagai perbandingan, belanja negara untuk anggota DPR hanya sekitar Rp9,4 triliun atau 0,3% dari RAPBN. Secara persentase jauh lebih kecil daripada guru, namun jumlah penerimanya jauh lebih sedikit (580 anggota). Sementara itu, ASN non-guru menyerap Rp371,7 triliun atau sekitar 11,4% dari RAPBN Tahun 2026, sehingga porsi belanja pegawai di sektor non-pendidikan justru jauh lebih dominan.   Guru bukanlah beban anggaran, melainkan kunci utama keberhasilan pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, alokasi anggaran yang dirancang dalam RAPBN 2026 perlu dioptimalkan agar benar-benar meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan, sehingga sejalan dengan amanat konstitusi untuk menjadikan pendidikan sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
Data RAPBN Demi Guru, DPR, dan ASN Non-Guru Tahun 2026 | Mensdaily

Anggaran Demi guru dalam RAPBN 2026 tercatat mencapai Rp220,9 triliun atau Sekeliling 6,8% dari total APBN. Nomor ini berasal dari bagian anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun, yang memang wajib dialokasikan minimal 20% sesuai amanat UUD 1945. Meski porsinya terlihat cukup besar Kalau dihitung secara nominal, tetapi dengan jumlah guru yang sangat banyak di seluruh Indonesia, realisasi anggaran ini Tetap dianggap belum cukup Demi memberikan kesejahteraan yang layak bagi tenaga pendidik.

Baca Juga:  5 Perusahaan RI Masuk "1000 World's Best Companies 2024"

Sebagai Komparasi, belanja negara Demi Personil DPR hanya Sekeliling Rp9,4 triliun atau 0,3% dari RAPBN. Secara persentase jauh lebih kecil daripada guru, Tetapi jumlah penerimanya jauh lebih sedikit (580 Personil). Sementara itu, ASN non-guru menyerap Rp371,7 triliun atau Sekeliling 11,4% dari RAPBN Tahun 2026, sehingga Bagian belanja pegawai di sektor non-pendidikan Bahkan jauh lebih dominan. 

Guru bukanlah beban anggaran, melainkan kunci Istimewa keberhasilan pembangunan sumber daya Mahluk. Karena itu, alokasi anggaran yang dirancang dalam RAPBN 2026 perlu dioptimalkan agar Cocok-Cocok meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan, sehingga sejalan dengan amanat konstitusi Demi menjadikan pendidikan sebagai pilar Istimewa kemajuan bangsa.

Baca Juga: Tren Karier 2025: Cita-cita Orang Sepuh Indonesia Demi Anak

Sumber:

Baca Juga:  Pecahkan Rekor, Transaksi QRIS Nasional Tembus Rp60.000 Triliun

https://drive.google.com/file/d/1TsimTqqDXN_LvhRMLac-QcIOj8I-V4_P/view

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.