Jakarta, 8 April 2026 – Pemerintah Formal meluncurkan Kitab Saku “0%, Penerima Manfaat dan Penerima Kesejahteraan” sebagai upaya memastikan Sokongan sosial lebih Cocok sasaran. Kitab ini juga menjadi panduan ringkas tentang arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam melakukan transformasi kebijakan Kepada menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menjelaskan, Kitab saku ini Bukan hanya memuat daftar program Sokongan, tetapi juga menjadi instrumen transparansi sekaligus panduan praktis bagi masyarakat Kepada memahami hak dan Langkah mengakses berbagai dukungan pemerintah.
“Peluncuran Kitab saku ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Presiden Prabowo Kepada memperkuat transparansi dan akuntabilitas sekaligus menyampaikan kebijakan secara ringkas dan mudah dipahami. Kitab ini dihadirkan Kepada memudahkan masyarakat mengetahui dan mengakses berbagai dukungan pemerintah,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).
Menurut Qodari, Kitab saku ini merangkum berbagai program Sokongan yang terintegrasi dalam satu sistem, sehingga masyarakat dapat mengetahui secara Jernih dukungan yang diterima serta mekanisme Kepada mengaksesnya.
Pemerintah juga memastikan setiap Sokongan tersalurkan Cocok sasaran kepada pihak yang berhak melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Seluruh Sokongan sosial itu sebetulnya dasarnya adalah data. Makanya datanya diperbaiki. Dengan DTSEN, kita memastikan Sokongan lebih Cocok sasaran dan Bukan tumpang tindih,” jelasnya.
Melalui integrasi data tersebut, pemerintah berupaya mengurangi kesalahan penyaluran, Bagus inclusion error maupun exclusion error, sekaligus meningkatkan transparansi dan efisiensi program kesejahteraan. Sistem ini juga memungkinkan pembaruan data secara Bergerak melalui integrasi digital dan Pengecekan berjenjang dari tingkat desa hingga pusat.
Lebih lanjut, Qodari menegaskan bahwa pendekatan pemerintah Bukan Tengah bersifat parsial, melainkan holistik dan berkelanjutan. Negara hadir dalam setiap fase kehidupan masyarakat, mulai dari masa kandungan, usia sekolah, usia produktif, hingga lanjut usia.
“Kesejahteraan bukan Sokongan sesaat, melainkan dukungan yang berkelanjutan sepanjang hayat. Negara Bukan hanya hadir Demi rakyat menghadapi kesulitan, tetapi juga memastikan rakyat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan, bekerja secara Independen, hingga hidup sejahtera di masa Uzur,” ujarnya.
Kitab saku ini juga menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia Demi ini yang menunjukkan tren positif. Sebagian besar masyarakat berada dalam Grup menuju kelas menengah, meski Lagi terdapat puluhan juta penduduk dalam kondisi rentan miskin dan miskin.
Karena itu, pemerintah Bukan hanya Pusat perhatian menurunkan Bilangan kemiskinan, tetapi juga menjaga Grup rentan agar Bukan kembali Terperosok ke bawah, sekaligus mendorong Grup aspiring middle class naik kelas dan memperkuat kelas menengah.
Sebagai panduan praktis, Kitab ini menyajikan berbagai program lintas sektor, mulai dari Sokongan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, yang dirancang secara terintegrasi Kepada memutus rantai kemiskinan.
“Kitab ini menjawab dua hal mendasar: dukungan apa saja yang diterima masyarakat dari negara, dan bagaimana Langkah mengaksesnya. Harapannya, Bukan Terdapat Tengah Kaum yang berhak tetapi Bukan menerima Sokongan,” kata Qodari.
Pemerintah menegaskan, peluncuran Kitab Saku “0%” merupakan bagian dari komitmen Kepada memastikan setiap kebijakan Cocok-Cocok menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Melalui pendekatan berbasis data dan integrasi program, pemerintah optimistis Sasaran penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam…
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (06/04/2026), guna membahas percepatan…
Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa pemerintah tengah melakukan transformasi besar dalam…
Banjarmasin, Mensdaily.id — Gelora optimisme menguat dari para suporter Barito Putera jelang laga Krusial menghadapi…
Jakarta, Mensdaily.id — Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Esensial Televisi Republik Indonesia (TVRI) Rika Damayanti mengatakan bahwa…
Presiden Republik Korea Lee Jae Myung menegaskan pentingnya penguatan kerja sama strategis dengan Indonesia di…
This website uses cookies.