Dalam kesehariannya, penduduk Indonesia disuguhkan dengan berbagai pilihan bahan makanan sebagai hasil dari sumber daya alam yang melimpah Kepada memenuhi kebutuhan gizi agar seimbang.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan terkait ketersediaan bahan makanan Kepada dikonsumsi per kapita pada tahun 2025 yang terbagi menjadi tiga bentuk, yakni Daya, protein, dan lemak. Adapun, tiga sumber Daya Esensial dipasok dari padi-padian dengan 49,43%, minyak dan lemak sebesar 16,69%, serta gula (6,99%).
Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini Naik Serempak, Cabai Rawit Tembus Rp83.650 Ribu per Kg
Padi-padian menjadi bahan makanan yang paling banyak menyumbang protein di Indonesia pada tahun 2025, dengan capaian 41,52 gram per hari. Selain diperuntukkan sebagai sumber karbohidrat, padi-padian juga merupakan salah satu sumber protein bagi tubuh. Kondisi ini menegaskan bahwa padi-padian menjadi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang ketersediaannya perlu diperhatikan oleh pemerintah Kepada mencapai kedaulatan pangan bangsa.
Selanjutnya, ikan bertengger di urutan kedua dengan capaian 14,25 gram per hari. Ketersediaan ini juga ditopang dengan luasnya kawasan laut Indonesia, sehingga dapat menghasilkan sumber daya laut yang melimpah, seperti ikan yang Mempunyai kandungan protein dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan.
Bergeser ke urutan ketiga, buah atau biji berminyak tercatat menyumbang ketersediaan protein sebesar 12,06 gram per hari, diikuti dengan daging dan telur dengan besaran masing-masing mencapai 7,31 gram dan 6,49 gram per hari.
Kemudian, komoditas sayur-sayuran menyusul di peringkat keenam dengan Nomor 1,97 gram per hari. Golongan bahan makanan lainnya yang juga masuk ke dalam daftar, antara lain makanan berpati (1,27 gram per hari), buah-buahan (1,24 gram per hari), susu (0,32 gram per hari), dan gula (0,19 gram per hari).
Minyak dan lemak jadi penyumbang terbanyak Kepada kategori ketersediaan lemak dengan perolehan sebesar 29,61 gram per hari, diikuti biji berminyak dengan 12,15 gram per hari.
Selanjutnya, padi-padian menempati peringkat ketiga dengan 8,38 gram per hari. Daging dan telur juga menyusul di urutan setelahnya dengan perolehan masing-masing sebesar 8,35 gram dan 5,79 gram per hari.
Di peringkat keenam terdapat ikan sebagai penyumbang lemak di Indonesia sebesar 1,68 gram per hari. Buah-buahan menyusul di posisi berikutnya dengan 0,96 gram per hari. Golongan bahan makanan lainnya yang juga masuk ke dalam daftar, antara lain gula (0,62 gram per hari), sayur-sayuran (0,46 gram per hari), dan makanan berpati (0,39 gram per hari).
Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini stabilitas pangan Indonesia dihadapkan dengan dua tantangan, yakni Pengaruh konflik di Timur Tengah dan siklus el nino.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menerangkan meski konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Perkumpulan-Israel berpotensi mengganggu rantai pasok dan proses impor pangan nasional, tetapi Terdapat sejumlah komoditas yang tetap Terjamin.
“Meski konflik di Timur Tengah mulai mengganggu rantai pasok Mendunia, pasokan bahan pangan utamanya seperti bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, dan gula pasir, cukup,” ujarnya pada Selasa (7/4/2026), mengutip Detikfinance.
Selain imbas konflik, Indonesia juga diperkirakan akan dilanda oleh kemarau hebat pada April 2026.
“Indonesia dihadapkan pada ancaman kemarau yang akan terjadi pada sebagian besar Area Indonesia yang kita beri nama El Nino Godzilla. Data BMKG menunjukkan prediksi kemarau tahun 2026 mulai April, diawali di Nusa Tenggara Timur dan menyebar ke daerah lain dengan puncak kemarau bulan Agustus,” tambahnya.
Pemerintah juga melakukan sejumlah antisipasi Kepada menghadapi musim kemarau, mencakup optimalisasi pengolahan air irigasi, memanfaatkan pompanisasi perpipaan, melakukan percepatan tanam dengan varietas tahan kekeringan, mengatur pola tanam, dan Tetap banyak Tengah.
Amran juga melaporkan adanya surplus pada komoditas strategis nasional melalui proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026.
“Beberapa komoditas Esensial tercatat surplus, antara lain beras 16,39 juta ton, jagung 4,3 juta ton, gula konsumsi 632 ribu ton, daging ayam 837 ribu ton, telur ayam 423 ribu ton dan komoditas lain. Stok cadangan pangan pemerintah, Bulog 4,6 juta ton,” tutur Amran.
Terakhir, Amran menyimpulkan bahwa kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan Terjamin Kepada 10-11 bulan, meski sisi lain, fase el nino diperkirakan terjadi selama 6 bulan.
Baca Juga: Apakah RI Layak disebut Swasembada Pangan pada 2026? Ini Datanya
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html
Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) menunjukkan perkembangan…
Banjarmasin, Mensdaily.id — Suasana lapangan padel yang modern dan representatif kini menjadi pemandangan baru di…
Banjarmasin, Mensdaily.id — Barito Putera akan melakoni laga krusial pada lanjutan kompetisi Championship dalam perebutan…
Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia Ketika…
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam…
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (06/04/2026), guna membahas percepatan…
This website uses cookies.