Banten – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan bahwa Program Donasi Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Enggak hanya menjadi instrumen Demi meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan dan edukasi bagi rakyat.
Hal ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan peluncuran Program BSPS dan sosialisasi rumah subsidi di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dalam dialog Berbarengan penerima manfaat, Qodari menekankan bahwa program perumahan merupakan bagian dari perhatian Primer Presiden Prabowo Subianto dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah, melalui Kementerian Perumahan dan Permukiman, Lalu mendorong percepatan pembangunan hunian layak, Bagus di daerah terpencil maupun kawasan perkotaan padat.
Ia juga menyoroti peran Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, sebagai salah satu menteri yang aktif mendorong percepatan program tersebut di lapangan.
“Jadi Pak Ara ini salah satu Menteri Andalannya Bapak Presiden, Pak. Supaya Dapat memenuhi kebutuhan dari masyarakat,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Kepala Staf Kepresidenan juga menyampaikan bahwa pemerintah Lalu bergerak aktif di lapangan Demi memastikan program berjalan efektif. Sinergi lintas pihak, termasuk pemanfaatan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjadi kunci dalam mempercepat penanganan persoalan perumahan secara nasional.
“Jadi Pak Ara ini gak berhenti, keliling Indonesia. Kami menemani Pak Ara. Datanya dari beliau (BPS), proses-prosesnya kami bantu, kami dukung, keliling Indonesia Lalu, Pak, Demi menangani masalah perumahan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Penyelenggaraan BSPS Enggak hanya berorientasi pada hasil fisik berupa rumah yang layak, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama dari sisi keselamatan dan standar pembangunan.
“Bukan hanya dari segi kenyamanan, tetapi yang terutama dari segi keselamatan. Dan ini merupakan juga bagian proses edukasi, pendidikan bagi masyarakat kita, agar ketika membangun perumahan Dapat memenuhi persyaratan yang harus Terdapat Demi keamanan perumahan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan turut mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam Penyelenggaraan program, termasuk melalui mekanisme yang mendorong efisiensi dan transparansi dalam proses renovasi rumah.
Ia menjelaskan bahwa dalam program BSPS, masyarakat secara terbuka berpartisipasi dalam memilih sejumlah toko material yang akan menjadi pemasok (supplier) Demi mendukung perbaikan rumah para penerima manfaat.
“Tender atau apalah, nanti silahkan Kolega-Kolega rumuskan namanya. Tetapi saya Terpesona pada hari ini, Rupanya rakyat kita Dapat menyelenggarakan suatu kegiatan yang sangat Bermanfaat, sangat bermanfaat,” ucapnya.
Menurutnya, pendekatan partisipatif ini menjadi terobosan Krusial karena Pandai menghadirkan kualitas pembangunan yang lebih Bagus sekaligus memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat.
“Bukan hanya Demi program yang disiapkan oleh pemerintah, Adalah BSPS atau Renovasi Rumah Dan hasilnya itu nanti Dapat kembali kepada mereka Demi Dapat Membangun proses renovasi ini menjadi lebih berkualitas,” paparnya
Di akhir pernyataannya, Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah Enggak semata-mata memberikan Donasi, tetapi juga mendorong kemandirian dan kecerdasan masyarakat dalam mengelola pembangunan rumah secara berkelanjutan.
“Sekali Kembali, kuncinya adalah bahwa pemerintahan Prabowo bukan Hanya membantu masyarakat, tetapi juga mencerdaskan seluruh rakyat Indonesia. Lewat program BSPS,” tukasnya.


