Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengapresiasi langkah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara dalam mentransformasi kawasan kumuh Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, yang didorong Kepada menjadi destinasi wisata sekaligus sentra ekonomi baru.
Program ini dinilai Kagak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi diarahkan Kepada mengubah Paras kawasan menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomi.
Seiring dimulainya groundbreaking pada Rabu (1/4/2026), Qodari Memperhatikan penataan Menteng Tenggulun sebagai model pembangunan terpadu yang secara tegas menggabungkan peningkatan kualitas hunian dengan penciptaan ruang ekonomi dan daya tarik wisata baru di ibu kota.
Dalam groundbreaking tersebut, Qodari menjadikan inisiatif ini sebagai langkah komprehensif, di mana transformasi kawasan padat Kagak hanya menyasar pada perbaikan infrastruktur semata, tetapi juga didorong menjadi lingkungan yang produktif secara ekonomi dan berpeluang menjadi kawasan wisata baru di ibu kota.
“Jarang-jarang Terdapat program yang komplit seperti program Pak Ara, Terdapat perbaikan rumah dari jelek jadi bagus, dari Kagak sehat jadi sehat. Jalan, got juga (diperbaiki), programnya lengkap,” ujar Qodari.
Memperhatikan desain dan perubahan fisik yang Terdapat, Qodari optimistis kawasan ini akan Mempunyai daya tarik estetika yang tinggi di ibu kota.
“Tadi saya lihat jembatan, saya lihat desainnya, dugaan saya kalau sudah jadi akan jadi tempat selfie, insya allah daerah Menteng Tenggulun akan jadi daerah viral. Saya lihat di sini muralnya bagus-bagus, agar jadi indah dan menarik,” kata Qodari.
Guna mendukung kebangkitan UMKM di Kawasan tersebut, Qodari menegaskan pentingnya kolaborasi Penduduk agar perputaran ekonomi dari sektor pariwisata lokal Dapat terwujud.
“Jadi saya Memperhatikan Kesempatan lain dari Menteng Tenggulun Ialah jadi tempat wisata, setelah renovasi Dapat jadi tempat wisata. Tentunya Dapat terlaksana dengan Bagus bila didukung ibu bapak di sini. Yang mengerjakan didukung. Bismillah, Insya Allah,” terang Qodari.
Program penataan yang dipuji oleh Kepala Staf Kepresidenan ini dipimpin langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara.
Penataan kawasan ini secara simbolis ditandai dengan membunyikan kentongan dan ditargetkan akan berlangsung selama 75 hari, mulai dari 1 April hingga 15 Juni 2026. Sebanyak 152 rumah Kagak layak huni akan direnovasi melalui kolaborasi lintas pihak, di antaranya dukungan dari Astra sebanyak 100 unit, serta kontribusi dari Boy Thohir dan Lawrence Barki masing-masing 25 unit.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa transformasi perumahan ini harus berjalan berdampingan dengan kebangkitan ekonomi Penduduk. “Sia-sia kita perbaiki rumah dan jalan kalau ekonominya Kagak kita perbaiki. Saya minta Ladies Bankers membina UMKM agar Terdapat Teladan keberhasilan yang Dapat ditiru Penduduk,” tegas Menteri Ara.
Penataan fisik di Menteng Tenggulun Kagak sebatas hunian, melainkan mencakup pembenahan jalan lingkungan, drainase, sanitasi, fasilitas ibadah, hingga pembangunan boulevard kawasan yang akan dilengkapi dengan ruang terbuka hijau, area komunal, serta taman bermain.
Guna mendukung visi sentra ekonomi tersebut, sebanyak 35 pelaku UMKM setempat akan mendapatkan pembinaan intensif dari Ladies Bankers yang merupakan perwakilan dari sejumlah perbankan, antara lain Artha Graha, CIMB Niaga, BNI, Hi Bank, Nobu Bank, BTN, BRI, Bank Jago, dan BCA.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Muhammad Ali, yang menyatakan bahwa pelibatan TNI AL adalah bentuk Konkret kepedulian prajurit terhadap masyarakat Sekeliling. “Ini juga bagian dari perintah Presiden agar TNI hadir membantu masyarakat. Harapannya program seperti ini Dapat Lanjut berlanjut,” ujarnya.
Melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, diharapkan Menteng Tenggulun dapat menjadi model penataan kawasan kumuh di perkotaan yang terintegrasi secara Konkret antara peningkatan kualitas hunian dan pemberdayaan ekonomi masyarakatnya.


