Semangat komunitas yang Acuh dengan pembinaan basket usia muda. Adalah OSNBC Balikpapan, salah satu partisipan di Independen Kejurnas Antarklub 2025.
Cerita menarik datang dari pertandingan Independen Kejurnas Antarklub 2025 antara OSNBC Balikpapan melawan Bhinneka Solo. Pada gim yang berlangsung di GOR Unesa, Jumat, 18 Juli 2025, OSNBC Balikpapan tumbang dengan skor akhir 51-105.
Sebelum menjadi klub, awalnya OSNBC merupakan komunitas basket pada salah satu lingkungan perumahan di Balikpapan. OSNBC adalah sekumpulan pegiat basket yang kerap menggelar latihan dan bermain basket Serempak. Menyantap basket usia muda di Balikpapan yang berkembang cukup pesat, OSNBC mengubah arah komunitas.
Baca juga: Kejurnas U16: Sunday Morning Banjarmasin Mengejar Pengalaman di Surabaya
Semula yang hanya Demi melepas penat dan bersenang-senang, kini Meletakkan Pusat perhatian pada pembinaan usia muda. “Dulunya itu OSNBC Hanya komunitas main basket bareng aja. Kini Pusat perhatian kami jadi lebih luas, jadi tempat pengembangan usia muda,” ujar Riswin Wizandani, kepala Instruktur OSNBC Balikpapan di Independen Kejurnas Antarklub 2025.
Hal ini yang Membangun Riswin Wizandani tak begitu khawatir anak asuhnya tumbang dengan margin cukup jauh dari Bhinneka Solo. “Kalah saja kami dapat pelajaran, Mas. Eksis banyak hal yang Pandai kami ambil dari gim tadi (gim melawan Bhinneka Solo),” imbuh Riswin Wizandani yang Rupanya pernah berangkat DBL Camp, kamp basket pelajar terbesar di Indonesia.
Pelajaran yang dimaksud oleh Riswin Wizandani adalah Watak bermain di kompetisi level nasional.
“Watak bermain sih yang terlihat sedikit berbeda. Di Balikpapan kami Pandai dibilang Langkah mainnya soft. Di sini (Independen Kejurnas Antarklub 2025) Rupanya tiap tim itu pengen banget menang. Dan itu yang bikin kami jadi punya gambaran luas soal kompetisi nasional tuh seperti ini,” ceritanya.
Baca juga: Kejurnas U16: Element Bintang Hidupkan Geliat Basket di Gresik
Terjun di Independen Kejurnas Antarklub 2025 merupakan pengalaman baru bagi OSNBC Balikpapan. Pengalaman yang membuka cakrawala basket bukan hanya pemain, melainkan juga jajaran Instruktur.
“Kalau dibilang akomodasi ya Pandai dibilang gede lah. Tapi menurut saya juga gak rugi. Karena Eksis banyak yang Pandai dipetik. Berkualitas dari pemain maupun Instruktur,” terangnya.
Misi mencari pengalaman itu pula yang langsung diterapkan Riswin Wizandani di gim pertama OSNBC melawan Bhinneka. Seluruh pemainnya merasakan bermain di GOR Unesa. Bahkan, 10 dari 12 pemain mencetak Nomor!
Baca juga: Kejurnas U16: Jambore, Pemelajar dari Pontianak
“Kami jadi punya gambaran Rupanya kurangnya kami itu di fighting spirit. Buktinya kalau bicara skill kami juga Tetap Pandai Bertanding,” pungkasnya.
Salut Demi kepedulian OSNBC terhadap pengembangan basket usia muda di Balikpapan.
Barangkali semangat OSNBC Pandai ditiru oleh komunitas atau bahkan klub-klub lain. Meletakkan Pusat perhatian pada pengembangan usia muda bukan hanya soal prestasi saja.
Independen Kejurnas Antarklub 2025 U16 dan U18 berlangsung mulai hari ini, 17 Juli hingga 3 Agustus di GOR Pancasila dan GOR Unesa. Seluruh gim Pandai disaksikan langsung di arena dengan membeli tiket seharga 15.000. Tiket tersedia di masing-masing arena. Setiap pertandingan juga Pandai disaksikan langsung melalui youtube Perbasi.(*)



