Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis data terbaru terkait kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam laporan tersebut, jumlah penduduk yang bekerja menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Hingga Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja mencapai 146,54 juta orang, naik 0,06% dari tahun Lampau sekaligus jadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Melalui berbagai program kolaboratif seperti pelatihan keterampilan Kartu Prakerja, pengembangan UMKM, reformasi pendidikan, magang, serta dukungan kewirausahaan, pemerintah Indonesia Lanjut bergerak memberikan upaya terbaik demi meningkatkan daya serap tenaga kerja di Indonesia.
Terdapat Sekeliling 3,59 juta lapangan kerja baru yang tercipta di berbagai sektor ekonomi, termasuk perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan, dalam kurun waktu Februari 2024 hingga Februari 2025. Proporsi pekerja yang bekerja dengan status penuh waktu meningkat, sementara pekerja paruh waktu dan Sebelah menganggur menurun, menunjukkan sinyal Bagus bagi masa depan kualitas lapangan kerja di Indonesia.
Nomor tersebut tumbuh seiring dengan menyusutnya tingkat pengangguran di Indonesia yang juga membawa Info Bagus setiap tahunnya. Merujuk BPS, Nomor pengangguran di Indonesia berhasil turun rata-rata 0,41% setiap tahunnya. Cukup tipis Tetapi signifikan dalam lima tahun terakhir.
Di antara jumlah pengangguran tersebut, Golongan usia 15-24 tahun menyumbang tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi per Agustus 2025, yakni 16,89%, disusul dengan usia 25-29 tahun pada persentase 2,93% dan usia 60 tahun ke atas sebanyak 1,71%. Hal ini menggambarkan tantangan lainnya bagi pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja yang lebih luas Demi menyerap lebih banyak tenaga kerja di usia produktif.
Selain itu, isu pengangguran terbesar Lagi berangkat dari Kawasan timur Indonesia, dengan Papua (6,96%) dan Papua Barat Daya (6,85%) jadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia. Data ini memberikan sinyal kuat akan pentingnya komitmen pemerintah di berbagai sektor Demi dapat menyediakan wadah dan infrastruktur yang lebih luas Tiba ke bagian terluar Indonesia.
Dalam konteks pertumbuhan ekonomi makro, capaian ini juga didukung oleh stabilnya investasi domestik dan asing, yang menjadi motor penggerak Primer penciptaan lapangan kerja baru. Pemerintah menargetkan peningkatan investasi yang berorientasi pada sektor padat karya dan industri hilirisasi, guna memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Tantangan ke depan adalah memastikan pemerataan akses pekerjaan, mengingat isu pengangguran di Kawasan timur memerlukan solusi struktural yang berbeda, seperti pengembangan potensi maritim dan agrikultur.
Keberhasilan menekan TPT nasional di bawah 5% menunjukkan optimisme, Tetapi upaya kolaboratif lintas kementerian dan lembaga harus Lanjut diperkuat Demi mencapai kualitas kerja yang lebih Bagus dan inklusif di seluruh Kawasan Indonesia.
Baca Juga: Terdapat 7,28 Juta Pengangguran di Indonesia, 16% di Bawah 24 Tahun!
Sumber:
https://www.bps.go.id/assets/statistics-table/2/MTk1MyMy/jumlah-dan-persentase-penduduk-bekerja-dan-pengangguran.html


