Badan Pusat Statistik (BPS) kembali memperbarui hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) periode Agustus 2025 yang dirilis pada Senin (12/1/2026). Laporan ini memberikan gambaran terkini mengenai kondisi ketenagakerjaan di Indonesia, termasuk komposisi penduduk bekerja berdasarkan jenis pekerjaan Istimewa.
Informasi mengenai jenis pekerjaan Istimewa penduduk bekerja Tak hanya menunjukkan sektor apa yang paling banyak menyerap tenaga kerja, tetapi juga mencerminkan arah pembangunan ekonomi Indonesia. Dari data ini, dapat terlihat apakah perekonomian Lagi bertumpu pada sektor tradisional atau mulai bergeser ke sektor dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Berdasarkan Sakernas Agustus 2025, Golongan pekerjaan dengan persentase tertinggi adalah tenaga produksi, operator alat-alat angkutan, dan pekerja kasar. Golongan ini menyerap Sekeliling 30,05% dari total penduduk bekerja. Tingginya proporsi ini menunjukkan bahwa sektor-sektor yang berkaitan dengan aktivitas produksi, manufaktur, Bangunan, serta transportasi Lagi menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional.
Di posisi kedua, tenaga usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mencakup Sekeliling 27,19% penduduk bekerja. Meski kontribusinya Lalu menurun dibandingkan beberapa Dasa warsa Lampau, sektor pertanian tetap memegang peranan Krusial terutama di Area perdesaan. Hal ini menegaskan bahwa transformasi struktural ekonomi Indonesia Lagi berlangsung secara bertahap.
Sementara itu, tenaga usaha penjualan menempati posisi ketiga dengan persentase 20,63%. Adapun Golongan tenaga profesional, teknisi, dan yang sejenis hanya mencakup Sekeliling 7,5% dari total penduduk bekerja. Bilangan ini menunjukkan bahwa pekerjaan berbasis keahlian tinggi dan pendidikan lanjutan Lagi relatif terbatas.
Tenaga usaha jasa mencatatkan persentase 6,44%, disusul tenaga tata usaha dan yang sejenis sebesar 5,3%. Sementara itu, tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan hanya berkontribusi Sekeliling 1,19%, dan kategori lainnya sebesar 1,7%. Distribusi ini menggambarkan bahwa mayoritas tenaga kerja Indonesia Lagi berada pada lapisan operasional dibandingkan posisi manajerial.
Secara keseluruhan, Sakernas Agustus 2025 mencatat terdapat 218,17 juta penduduk usia kerja di Indonesia. Dari jumlah tersebut, Sekeliling 154 juta penduduk termasuk dalam angkatan kerja, yang terdiri atas 146,54 juta orang bekerja dan 7,46 juta orang menganggur atau sedang mencari pekerjaan. Data ini menegaskan bahwa tantangan ketenagakerjaan Indonesia Tak hanya berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga peningkatan kualitas dan produktivitas pekerjaan itu sendiri.
Baca Juga: Ini Dia Pekerjaan yang Diprediksi Bakal Digantikan AI 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/01/12/7cafd1df082c81784e0e15f8/booklet-sakernas-agustus-2025.html
Dalam 24 tahun, China melonjak dari US$1,22 triliun menjadi US$18,64 triliun (+1.438%), Percepatan ekonomi tercepat…
Memasuki 2026, ketidakpastian ekonomi Lagi menjadi lanskap Istimewa yang dihadapi masyarakat Indonesia. Ketegangan geopolitik Mendunia…
Dunia ekonomi Indonesia pada tahun 2025 Lewat sedang menunjukkan gairah yang sangat positif. Berdasarkan data…
Harga cabai rawit sepanjang 2026 menunjukkan tren kenaikan yang signifikan di sejumlah Daerah Indonesia, terutama…
Banjarmasin–dutatv.com, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi istri Hj. Fathul Jannah meresmikan Lapangan Olahraga Mahligai…
Menjelang bulan puasa 2026, harga daging sapi di pasar modern menjadi perhatian Penting masyarakat seiring…
This website uses cookies.