Republik Indonesia

Jembatan Bailey Rampung Bertahap, Pemerintah Percepat Konektivitas Daerah Terdampak Bencana – Kantor Staf Presiden

Pembangunan jembatan darurat jenis bailey di sejumlah Daerah terdampak bencana di Pulau Sumatra Maju menunjukkan progres signifikan. Sebelum Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara Jakarta dimulai, ditayangkan video yang memperlihatkan capaian pembangunan sejumlah jembatan bailey yang telah selesai dibangun.

Pada awal SKP, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa tujuh jembatan dari 50 jembatan yang akan dibangun pada bulan Desember ini telah rampung. “Berikut kami tayangkan 4 video dari tujuh Jembatan Bailey yang sudah jadi terhitung kemarin, dari 50 jembatan yang sedang dibangun pada bulan Desember ini,” ucap Seskab Teddy.

Menurut Seskab, seluruh material jembatan diangkut dari Jakarta menuju Daerah terdampak bencana guna memulihkan akses transportasi dan mobilitas masyarakat.

Baca Juga:  Di Tengah Kunjungan Kenegaraan, Presiden Prabowo Percakapan Hangat dengan Mantan PM Paul Keating – Kantor Staf Presiden

“Demi satu jembatan mempunyai berat antara 30 Tiba 50 ton, diangkut dari jakarta menuju ke tiga provinsi terdampak,” lanjutnya.

Salah satu jembatan yang telah terbangun adalah Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Per 14 Desember kemarin, akses bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki telah tersambung, sementara Demi kendaraan roda empat diharapkan dapat segera difungsikan penuh.

Selain itu, Jembatan Bailey Anggoli di Kabupaten Tapanuli Tengah telah terpasang dengan bentang sepanjang 33 meter. Sementara di Sumatra Barat, Jembatan Bailey Bawah Kubang di Nagari Selayo dan Jembatan Bailey Sikabau di Nagari Sikabau juga telah mulai berfungsi kembali.

Seskab Teddy menambahkan bahwa melalui sinergi TNI, Polri, serta dukungan aktif masyarakat setempat, pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan lebih Segera.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Terima Michael Bloomberg, Bahas Penguatan SDM hingga Konservasi Laut – Kantor Staf Presiden

“Biasanya pemasangan memakan waktu minimal satu bulan, tetapi berkat kerja sama TNI, Polri, dan Anggota alhamdulillah dapat selesai dalam waktu satu minggu ini,” tandasnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam laporannya menyampaikan sebanyak 35 ribu personil TNI telah diturunkan di Daerah terdampak bencana. Penambahan empat batalion juga telah dilakukan Demi membantu pembuatan jembatan bailey.

“Baru saja kita tambahkan 4 batalion, Merukapan 3 batalion zeni dan 1 batalion teritorial pembangunan. Nanti batalion tersebut akan membantu dalam pembuatan jembatan bailey yang sekarang sedang dibangun, kemudian juga pembersihan lumpur dan kayu-kayu, dan membantu pembuatan huntara (hunian sementara) dan huntap (hunian tetap),” ujarnya.

(BPMI Setpres)

Baca Juga:  Presiden Prabowo Tinjau Percepatan Tanam Padi Nasional dengan Teknologi Drone di Ogan Ilir – Kantor Staf Presiden

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.