Chongqing, Mensdaily.id – Sebelumnya, kami telah mengabarkan dari Changzhou, Jiangsu, China terkait seperti apa pabrik mobil NEV BYD. Dan kali ini, kami diajak oleh BYD Motor Indonesia Demi bergeser ke kota lain Yakni Chongqing Demi berkunjung ke headquarter dari FinDreams. Apa itu FinDreams? Yuk kita bahas lebih dalam.

Megahnya HQ & Pabrik FinDreams
Jadi, di hari kedua perjalanan kami ke China Berbarengan dengan BYD Motor Indonesia, kami diajak berpindah kota ke Changqing yang merupakan ibukota dari Provinsi Sichuan. Yap, di kota yang terkenal dengan pegunungan, gedung multilantai dan kereta yang menembus bangunan ini kami dijadwalkan Demi mengunjungi HQ dari FinDreams. Apa itu FinDreams? Jadi, FinDreams adalah anak perusahaan dari BYD yang bertugas Demi memproduksi baterai. Dan baterai yang terkenal dari FinDreams adalah Blade Battery. Sebuah baterai dengan teknologi Lithium Iron Phosphate yang bentuknya pipih bak sebuah pedang.

Letak pabrik dan HQ dari FinDreams sendiri sedikit keluar dari pusat urban Chongqing. Dan begitu masuk ke area HQ, kami langsung disambut dengan area pengiriman modul blade battery yang akan disuplai ke pabrik-pabrik BYD. Area HQ dan pabrik dari FinDreams sendiri terbilang sangat luas, dimana Eksis 2 battery plant yang dikelilingi oleh area-area lain seperti dormitory, headquarter office, dan juga sarana R&D Demi baterai. Kasarnya, fasilitas FinDreams sendiri sudah sama besarnya dengan kebanyakan pabrik mobil yang kita kenali. Nah, sebelum lebih lanjut membahas apa saja yang Eksis di dalam pabrik Punya FinDreams, maka Eksis baiknya kita lebih mengenal perusahaan ini.

Apa Itu FinDreams?
FinDreams sendiri merupakan pabrik baterai lithium nomor 2 terbesar di dunia. Dan awalnya, FinDreams adalah sub-divisi dari BYD Group. Hingga pada masa sebelum pandemi, FinDreams melepaskan diri dari BYD Group dan menjadi anak perusahaan yang Sendiri. Alhasil, baterai dan komponen listrik yang dibuat oleh FinDreams juga Pandai digunakan oleh brand lain. HQ dan pabrik Punya FinDreams di Chongqing sendiri Mempunyai luas lahan 1 juta meter persegi dengan total nilai investasi 18 juta USD atau Nyaris 300 Milyar rupiah. Selain fasilitas di Chongqing, FinDreams juga punya pusat R&D yang tersebar juga di Shanghai dan Shenzhen.

Oke, kita kembali ke pabrik baterai dari FinDreams. Di fasilitas ini, Eksis 2 fase battery plant Yakni fase 1 dan fase 2. Fase 1 Mempunyai kapasitas total 20 ribu Giga Watt yang Pandai memproduksi sebanyak 500.000 unit baterai. Sedangkan fase kedua Mempunyai kapasitas 15 ribu Giga Watt yang Pandai menghasilkan 300.000 unit baterai. Kalau digabung, dalam 1 tahun fasilitas produksi dari FinDreams Pandai memproduksi 800 hingga 850 ribu unit baterai tergantung kebutuhan. Kami pun Menonton proses produksi dari Blade Battery mulai dari lembaran-lembaran sel baterai yang nampak setipis kertas, Lampau di-packing dengan bahan metal hingga mnejadi pack battery yang utuh.

Setelah itu, pack battery tersebut disusun menjadi sebuah modul baterai utuh oleh robot dan pekerja. Secara Secara acak, FinDreams juga selalu mengecek kualitas dari baterai produksi mereka. Oiya, baterai produksi FinDreams Enggak hanya digunakan oleh kendaraan penumpang BYD saja, tapi juga Demi kebutuhan lainnya. Salah satu Kelebihan dari FinDreams adalah Mempunyai kemampuan lengkap dalam Sirkulasi hidup baterai produksi mereka. Tentunya, mereka Pandai memproduksi baterai, Tetapi di sisi lain mereka juga bida melakukan Sirkulasi ulang baterai. Sebuah kemampuan yang Lagi jarang dimiliki pabrik lain.

Ekosistem Baterai Yang Komplit
Salah satu pemanfaatan Sirkulasi ulang baterai FinDreams adalah menjadi energy storage system yang menyimpan daya dari solar system. Kemampuan ini menjadikan FinDreams Mempunyai ekosistem baterai yang komplit. Selain itu, dalam hal teknologi, FinDreams juga Mempunyai lebih dari 600 paten yang membuatnya Pandai Bertanding di ranah Mendunia. Semuanya terwujud berkat komitmen mereka Demi menyisihkan 7% dari pendapatan tahunan mereka Demi keperluan R&D. Di FinDreams sendiri, kini sudah Eksis 7 ribu pekerja yang Spesifik bekerja di sektor R&D saja.
Jadi, bagaimana menurut kalian, Rekan?



