Business

Ini Sederet Masalah yang Kerap Dihadapi Usaha Pertanian Perorangan

Petani memegang peran Krusial dalam menjaga ketersediaan pangan di Indonesia. Melalui kerja keras mereka, kebutuhan pangan masyarakat di berbagai daerah dapat terpenuhi, sekaligus menopang stabilitas pangan nasional. Kontribusi para petani inilah yang menjadi fondasi bagi upaya Indonesia menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dalam praktiknya, usaha pertanian bukan suatu hal yang mudah Demi dijalani. Dalam prosesnya, para petani banyak menghadapi tantangan sebelum pada akhirnya Pandai memperoleh hasil panen.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis hasil survei mengenai ragam masalah yang dihadapi usaha pertanian perorangan pada 2024. Simak temuannya berikut ini.

Baca Juga: 7 Provinsi dengan Produksi Beras Terbanyak 2025

Hama Penyakit Jadi Masalah Istimewa

Ragam Permasalahan yang Dihadapi Usaha Pertanian Perorangan
Ragam Permasalahan yang Dihadapi Usaha Pertanian Perorangan | Mensdaily

Berdasarkan data dari Survei Ekonomi Pertanian 2024, jenis permasalahan yang paling banyak dialami Usaha Pertanian Perorangan (UTP) adalah serangan hama penyakit, capaiannya 55,03%.

Baca Juga:  10 Perusahaan Media Terbesar di Dunia 2023, Eksis Perusahaan Indonesia?

Sejak dulu hingga sekarang, hama memang kerap menjadi musuh Istimewa bagi petani. Beberapa jenis hama yang Lazim ditemui di antaranya adalah tikus sawah, wereng, ulat grayak, dan lainnya. Keberadaan hewan-hewan ini Membangun tanaman menjadi rusak dan pada akhirnya terancam gagal panen.

Selanjutnya, 46,39% responden menghadapi permasalahan berupa sulitnya akses terhadap barang input, menandakan bahwa problema Istimewa para petani Lagi berasal dari awal proses produksi.

Lebih lanjut, Unsur alam juga menjadi tantangan Istimewa dalam menjalankan usaha pertanian. Agar Pandai tumbuh optimal, tanaman memerlukan kondisi alam yang mendukung. Tumbuhan memerlukan pasokan sinar Mentari dan air yang cukup Demi dapat menghasilkan panen yang berkualitas. Dalam banyak kasus, biasanya gagal panen terjadi karena Bagian sinar Mentari yang terlalu banyak (kekeringan) atau curah hujan yang begitu tinggi.

Baca Juga:  Menyaksikan Kondisi Bauksit Indonesia di Tengah Pra Pelarangan Ekspor

Setelahnya, 34,82% publik petani mengaku bahwa keterbatasan modal Lagi menjadi hambatan, menunjukkan bahwa Variasi Sokongan subsidi yang selama ini pemerintah berikan belum sepenuhnya menjawab permasalahan.

Kemudian, 15,82% responden mengeluhkan sempitnya lahan pertanian yang tersedia. Tak dapat dipungkiri bahwa seiring berjalannya waktu, lahan pertanian di berbagai daerah Indonesia mulai beralih fungsi menjadi bangunan-bangunan komersial.

Lewat, permasalahan lainnya yang juga dialami oleh UTP meliputi sulitnya akses ke infrastruktur (14,89%), sulitnya akses kredit (5,76%), dan sulitnya akses sarana produksi.

Adapun survei ini dilakukan oleh BPS dengan sebaran unit UTP yang cenderung mengelompok di suatu permukiman. Oleh karena itu, desain stratified two stage sampling dipilih agar lebih sesuai dan efisien.

Baca Juga:  Tak Kunjung Turun, Inilah Harga Minyak Goreng Juli 2024

Baca Juga: Hanya 0,07% Petani Indonesia yang Tergolong Kaya

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/6864fb68ddf00383620cd053/analisis-isu-terkini-2025-sosial-ekonomi-pertanian.html

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.