Business

Inflasi Dorong Kenaikan Pengeluaran Bahan Makanan di Indonesia 2025

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang rutin berbelanja bahan makanan menunjukkan bahwa kebutuhan pangan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Nyaris setiap rumah tangga rutin membeli bahan makanan, Bagus di pasar tradisional, supermarket, minimarket, maupun lewat platform digital. Aktivitas ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap bahan makanan di pasar. Tetapi, tingkat permintaan tersebut Kagak selalu Konsisten.

Eksis beberapa Elemen yang memengaruhi tingkat permintaan bahan makanan, Bagus dari sisi internal maupun eksternal. Sisi internal meliputi situasi keuangan pribadi, perubahan preferensi, hingga pergeseran pola konsumsi sehari-hari. Sementara dari sisi eksternal, Elemen seperti ketidakpastian ekonomi, resesi, atau tingginya inflasi dapat menurunkan daya beli masyarakat dan berdampak pada turunnya permintaan terhadap bahan makanan.

YouGov meluncurkan laporan APAC Grocery Retail Report 2025 yang mengeksplorasi kebiasaan, preferensi, dan prioritas masyarakat dalam berbelanja. Survei dilaksanakan pada 25 Maret-6 April 2025 melibatkan 7.252 responden dari lima negara, yakni Australia, Hong Kong, Singapura, Indonesia, dan Thailand. Responden dari Indonesia berjumlah 2.018 responden berusia 18 tahun ke atas.

Baca Juga:  Potret Kakao Indonesia: Produksi Besar, Tapi Lagi Impor?

Inflasi Dorong Pengeluaran Bahan Makanan Publik RI

Inflasi yang terjadi di suatu negara pada umumnya memicu perubahan stabilitas harga pangan. Hal tersebut berdampak pada pola konsumsi dan minat berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari, termasuk bagi masyarakat Indonesia.

Ketika harga bahan makanan naik, maka pengeluaran masyarakat cenderung meningkat. Banyak pula yang berbondong-bondong membeli lebih awal atau dalam jumlah besar sebelum harga kembali naik.

Fenomena tersebut menunjukkan perilaku adaptif masyarakat Indonesia terhadap tekanan ekonomi dan upaya menjaga stabilitas kebutuhan pokok di tengah dinamika perekonomian nasional yang Kagak Niscaya.

Faktor yang Memicu Kenaikan Pengeluaran Bahan Makanan Publik R
Elemen yang Memicu Kenaikan Pengeluaran Bahan Makanan Publik RI | Mensdaily

Survei dari YouGov mengungkapkan bahwa inflasi menjadi Elemen Istimewa yang memicu meningkatnya minat beli masyarakat Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menyantap bahwa tren kenaikan atau inflasi yang terjadi Bagus secara bulanan maupun tahunan membawa Akibat yang positif bagi perekonomian.

Baca Juga:  Jangan Asal Investasi Digital, Kenali Perbedaan NFT dan Kripto

“Kan inflasi sebetulnya bagus, menunjukkan demand (permintaan) konsumennya kuat,” kata Airlangga kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (1/8/2025).

Elemen berikutnya kedua adalah situasi ekonomi pribadi dengan persentase 44%. Hal tersebut menunjukkan meningkatnya minat beli masyarakat Indonesia terhadap bahan makanan turut dipengaruhi oleh kemampuan finansial dari masing-masing individu. Selanjutnya, 36% responden mengaku Apabila perubahan gaya hidup menjadi pertimbangan.

Elemen lainnya, 33% responden merasa perubahan kebiasaan pembelian atau pola konsumsi lebih banyak akan meningkatkan intensitas dalam membeli bahan makanan. Adapun perubahan preferensi pembelian turut memengaruhi minat beli masyarakat.

Turunnya Minat Beli Bahan Makanan karena Situasi Ekonomi Pribadi

Setiap rumah tangga Mempunyai kemampuan finansial dan stabilitas pemasukan pribadi yang berbeda-beda. Ketika pendapatan Konsisten bahkan meningkat, maka daya beli akan kebutuhan pokok terasa Terjamin. Sebaliknya, Apabila pemasukan pribadi mengalami penurunan, terlebih Tengah Apabila adanya penambahan tanggung jawab terhadap Member keluarga, maka daya beli kebutuhan pokok cenderung menurun.

Baca Juga:  Kenaikan Signifikan, Ini Update Terbaru Buat 2 Maret 2025! – Mensdaily.id
Faktor yang Memicu Penurunan Pengeluaran Bahan Makanan Publik RI
Elemen yang Memicu Penurunan Pengeluaran Bahan Makanan Publik RI | Mensdaily

Kagak hanya menyajikan Elemen-Elemen yang memicu meningkatnya minat beli masyarakat Indonesia akan kebutuhan bahan makanan, dalam survei YouGov turut menampilkan Elemen-Elemen yang mengakibatkan turunnya tingkat minat beli terhadap bahan makanan. Elemen pertama yang paling memengaruhi adalah situasi keuangan pribadi sebanyak 51%.

Selain situasi ekonomi pribadi, 46% responden mengurangi pengeluaran Demi bahan makanan karena Mempunyai prioritas lain yang lebih mendesak, seperti kebutuhan Demi pendidikan maupun persiapan masa depan.

Elemen lain yang turut menurunkan pengeluaran Demi bahan makanan adalah ketidakpastian ekonomi (35%), perubahan preferensi belanja (29%), hingga inflasi (20%).

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Inflasi Tertinggi di Indonesia September 2025: Sumatra Utara Nomor Satu!

Sumber:

https://yougov.com/reports/52718-the-rise-of-value-shoppers-apac-grocery-retail-report

https://ekonomi.bisnis.com/read/20250801/9/1898511/tren-inflasi-naik-menko-airlangga-klaim-daya-beli-membaik

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.