Presiden Republik Korea Lee Jae Myung menegaskan pentingnya penguatan kerja sama strategis dengan Indonesia di tengah perubahan tatanan Mendunia yang makin Bergerak. Hal tersebut disampaikan dalam pengantar pertemuan bilateral Serempak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Rabu, 1 April 2026.
Presiden Lee menekankan bahwa kemitraan antara Indonesia dan Republik Korea Mempunyai peran Krusial dalam menjaga stabilitas, khususnya dalam konteks ketahanan Kekuatan Mendunia. “Kami sangat Percaya mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batubara secara sangat Kukuh kepada Korea,” ujar Presiden Lee.
Menurutnya, di tengah situasi Mendunia yang dipengaruhi berbagai tantangan, termasuk dinamika di kawasan Timur Tengah, kerja sama ekonomi kedua negara perlu Lalu diperkuat guna meminimalkan Dampak negatif yang mungkin timbul. “Saya percaya bahwa kita perlu meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara kita agar dapat meminimalkan Dampak negatif dari isu-isu Mendunia tersebut,” lanjutnya.
Presiden Lee juga menegaskan bahwa kesamaan nilai antara Indonesia dan Republik Korea seperti demokrasi, perdagangan bebas, serta komitmen pada tatanan berbasis aturan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai krisis Mendunia. “Kerja sama antara kedua negara kita yang Mempunyai nilai-nilai demokrasi, perdagangan bebas, dan tatanan berbasis aturan akan bersinar terang, terutama dalam situasi krisis seperti yang kita alami sekarang,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lee menyatakan harapannya Demi melakukan pertukaran pandangan secara terbuka dan konstruktif, Tak hanya terkait penguatan Interaksi bilateral, tetapi juga kontribusi Serempak dalam komunitas Dunia. “Saya menantikan pertukaran pendapat yang jujur dengan Presiden Prabowo, Tak hanya tentang memajukan Interaksi bilateral kita, tetapi juga tentang berbagai Langkah Demi berkontribusi Serempak kepada masyarakat Dunia sebagai negara-negara kekuatan menengah yang bertanggung jawab,” katanya.
Presiden Lee juga menyampaikan penghormatan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo dalam memahami isu-isu Mendunia, serta menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon. “Saya Ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada Member militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Presiden Lee kembali menyampaikan sambutan hangat atas kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo, sekaligus menegaskan komitmen Republik Korea Demi Lalu memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. Pertemuan ini menjadi bagian Krusial dalam mempererat kerja sama bilateral sekaligus memperkuat peran kedua negara sebagai kekuatan menengah yang berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian Mendunia.
(BPMI Setpres)


