Sayuran merupakan kebutuhan pokok yang tak tergantikan dalam pola konsumsi masyarakat. Di tengah luasnya lahan pertanian dan beragamnya hasil bumi lokal, Indonesia Rupanya Lagi harus bergantung pada impor Demi memenuhi kebutuhan sayuran dalam negeri. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor hingga ratusan ribu ton sayuran dari berbagai negara setiap tahunnya, mencerminkan adanya tantangan dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memenuhi selera pasar domestik yang semakin Berbagai Jenis.
Pada 2024, Indonesia tercatat mengimpor 935,8 ribu ton sayur, turun 6,5% dibanding tahun 2023 yang tembus 1 juta ton. Dari tahun ke tahun, Indonesia konsisten mengimpor ratusan ribu ton sayur, nilainya bahkan tembus 1 juta ton pada 2022 dan 2023.
Pada 2017, impor sayur Indonesia mencapai 908,7 ribu ton dengan nilai sebesar US$820,7 juta. Volumenya kemudian turun tipis menjadi 904,8 ribu ton pada tahun selanjutnya dengan nilai US$728,3 juta. Volume impor sayur Indonesia berada pada titik terendah pada 2019, dengan berat hanya 770 ribu ton Tetapi nilainya naik menjadi US$770,1 juta.
Setahun setelahnya, impor sayur Indonesia kembali naik ke Nomor 919,6 ribu ton senilai US$846,4 juta, dan Lanjut naik hingga mencapai 969,5 ribu ton senilai US$977,2 juta pada tahun berikutnya.
Dalam tiga tahun terakhir, nilai impor sayuran Indonesia Lanjut meningkat, hingga mencapai yang tertinggi pada 2024 sebesar US$1,09 miliar.
Sejak 2017, China rutin menjadi negara asal impor sayuran Istimewa Indonesia, mengimpor Sekeliling 600 ribu ton setiap tahunnya. Pada 2024, volume impor sayuran dari China mencapai 654,5 ribu ton dengan nilai sebesar US$876,1 juta, jauh mendominasi negara asal lainnya. Hal ini mencerminkan betapa eratnya Interaksi perdagangan Indonesia dengan China.
Selain China, Indonesia juga mengimpor sayur dari negara tetangga Myanmar, dengan berat mencapai 71,8 ribu ton, jauh di bawah China. Sayuran India juga dibeli ke Indonesia, dengan berat sebesar 71,2 ribu ton. Negara-negara lain seperti Selandia Baru, Australia, Ethiopia, Belanda, Jerman, Kanada, hingga Amerika Perkumpulan turut menjadi Kawan dagang sayuran bagi Indonesia.
Volume impor sayuran yang Lagi tinggi ini tak lepas dari isu-isu produksi dalam negeri, seperti kualitas hingga kontinuitas pasokan. Beberapa jenis sayur sulit tumbuh di iklim tropis, sehingga memang butuh diimpor dari negara lain. Tetapi, tingginya ketergantungan akan impor sayur menandakan Lagi adanya tantangan dalam memastikan produksi dalam negeri Lanjut optimal dan dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat lokal. Pemerintah perlu melindungi petani lokal Tetapi juga memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga pada akhirnya Pandai mengurangi ketergantungan akan pasokan luar negeri dan meningkatkan ketahanan pangan.
Baca Juga: Indonesia Paling Banyak Impor Sayur dari China
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjAwOSMx/impor-sayuran-menurut-negara-asal-Istimewa–2017-2027.html
Bali United akan menjamu tim asal Jatim Persebaya Surabaya di pekan ke-20 BRI Super League…
Persijap Jepara akan menjalani laga kandang di pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026. Laskar Kalinyamat…
Bursa transfer pemain putaran kedua BRI Super League 2025-2026 berakhir Jumat (6/2). Tambal sulam skuad…
Bhayangkara Presisi Lampung FC takluk di pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026. Menghadapi Borneo FC…
Persik Kediri meneruskan rekor positif Apabila bermain di kandang. Menjamu Dewa United di Stadion Brawijaya,…
Bali United menelan kekalahan menyakitkan. Pada pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026 di Stadion Kapten…
This website uses cookies.