Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia telah Formal mencapai swasembada beras. Pernyataan itu muncul seiring laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat peningkatan produksi padi nasional sepanjang tahun 2024 Tiba 2025.
Data Formal ini menjadi pijakan Krusial Kepada menilai apakah klaim swasembada beras Betul-Betul didukung oleh produksi dan ketersediaan beras di dalam negeri.
Presiden Prabowo Menyatakan Indonesia Swasembada Beras
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras pada 2025, lebih Segera dari Sasaran awal yang ditetapkan pemerintah.
“Hari ini cadangan beras kita di Penyimpanan pemerintah lebih dari 3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras Seluruh unsur,” ujar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Selasa (6/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Taklimat Awal Tahun dan acara Panen Raya, di mana Prabowo menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.
Prabowo juga menegaskan bahwa swasembada beras merupakan bagian dari strategi besar agar Indonesia Tak bergantung pada impor pangan.
Capaian ini merupakan hasil kerja Berbarengan petani, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian.
Produksi Padi Indonesia Sepanjang 2025
Januari hingga Desember 2025, perkembangan produksi beras menunjukkan pola musiman yang cukup Terang. Pada Januari 2025, produksi Lagi berada di level rendah sebesar 1,26 juta ton sebelum mulai meningkat pada Februari 2025 menjadi 2,28 juta ton.
Kenaikan signifikan terjadi pada Maret 2025 dengan produksi mencapai 5,23 juta ton dan bertahan pada level yang sama hingga April 2025, seiring berlangsungnya panen raya.
Setelah puncak tersebut, produksi mulai menurun pada Mei 2025 menjadi 2,94 juta ton. Penurunan berlanjut pada Juni 2025 dengan produksi sebesar 2,31 juta ton akibat berakhirnya masa panen Esensial.
Memasuki Juli 2025, produksi kembali naik menjadi 2,77 juta ton. Tren peningkatan berlanjut pada Agustus 2025 dengan produksi mencapai 3,24 juta ton.
Pada September 2025, produksi beras tercatat sebesar 3,43 juta ton, mencerminkan adanya panen lanjutan di sejumlah daerah. Memasuki Oktober 2025, produksi kembali menurun menjadi 2,72 juta ton.
Penurunan semakin terlihat pada November 2025 dengan produksi sebesar 1,85 juta ton. Pada Desember 2025, produksi berada di level terendah akhir tahun, yakni 1,45 juta ton, seiring sebagian besar Distrik memasuki masa tanam. Perlu diperhatikan bahwa Kepada Nomor produksi September hingga Desember Lagi berupa Nomor sementara.
Sementara itu, Kepada awal 2026, produksi beras berpotensi meningkat kembali menjadi Sekeliling 1,8 juta ton pada Januari dan 2,98 juta ton pada Februari, mengikuti siklus musiman tahunan.
Dari Gabah ke Beras: Apakah Produksi Cukup Kepada Kebutuhan Nasional?
Berdasarkan data BPS, produksi padi sepanjang 2025 turut menunjukkan peningkatan signifikan terutama pada periode panen raya, yang menjadi penopang Esensial ketersediaan beras nasional.
Kalau dikonversi dari Gabah Kering Giling (GKG) ke beras, volume produksi tersebut dinilai Bisa memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, terutama dengan dukungan cadangan beras pemerintah.
Kenaikan produksi pada November 2025 serta potensi produksi pada akhir 2025 hingga awal 2026 memperkuat indikasi kecukupan pasokan beras nasional.
Kondisi ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia telah mencapai swasembada beras.
Meski demikian, keberlanjutan swasembada tetap bergantung pada konsistensi produksi, pengelolaan cadangan, dan stabilitas distribusi.
Dengan data produksi dan stok yang Terdapat, klaim swasembada beras pada 2025 dapat dikatakan Mempunyai dasar statistik, Tetapi tetap perlu dijaga agar berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
Baca Juga: 7 Provinsi dengan Produksi Beras Terbanyak 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/01/05/2532/luas-panen-padi-pada-november-2025-sebesar-0-57-juta-hektare-dengan-produksi-padi-diperkirakan-sebanyak-3-20-juta-ton-gabah-kering-giling–gkg–.html


