Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Jumat (6 Maret 2026), kembali mengalami penurunan. Berdasarkan situs Formal Logam Mulia, harga emas hari ini tercatat sebesar Rp3.024.000 per gram.
Bilangan tersebut turun Sekeliling Rp25.000 dibandingkan harga pada Kamis, 5 Maret 2026 yang berada di posisi Rp3.049.000 per gram. Sementara itu, berdasarkan grafik harga emas pada platform Logam Mulia, harga emas selama seminggu ini mengalami tren fluktuasi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak Awal 2026, Tertinggi dalam 10 Tahun
Dalam transaksi emas batangan, terdapat dua istilah yang Krusial dipahami, Yakni harga beli dan harga buyback. Harga beli adalah harga yang harus dibayar oleh konsumen Begitu membeli emas batangan dari distributor Formal. Sementara harga buyback atau jual kembali adalah harga yang ditawarkan ketika konsumen menjual kembali emasnya kepada pihak Logam Mulia atau distributor Formal lainnya.
Berdasarkan data laman Logam Mulia yang diperbarui pukul 08.30 WIB, harga emas hari ini dijual Rp3.024.000 per gram. Harga ini belum termasuk pajak PPh sebesar 0.25%. Kalau ditambahkan pajak, harga emas per gram sebesar Rp.3.031.500.
Sementara itu, harga buyback atau jual kembali emas berada di Bilangan Rp.2.787.000. Seperti harga beli emas, harga buyback juga mengalami penurunan sebesar Rp32.000 dari hari sebelumnya.
Grafik harga emas menunjukkan tren fluktuasi pada harga emas selama setidaknya seminggu ini. Eksis beberapa Elemen Esensial yang memengaruhi naik turunnya harga emas di pasar Mendunia maupun domestik.
1. Permintaan dan Penawaran
Seperti pasar pada umumnya, permintaan atau demand sangat mempengaruhi harga emas. Permintaan emas dari sektor industri, investasi, maupun perhiasan yang meningkat ketika pasokan terbatas dapat Membikin harga emas naik. Umumnya, harga emas mengalami kenaikan ketika permintaan naik dan penurunan ketika penawaran lebih tinggi.
2. Nilai Salin Dolar Amerika Perkumpulan
Emas diperdagangkan secara Mendunia menggunakan US$. Ketika dolar menguat, harga emas biasanya mengalami tekanan karena menjadi lebih mahal bagi investro dari negara lain.
3. Kondisi Ekonomi Mendunia
Ketidakpastian ekonomi, inflasi, atau krisis geopolitik sering Membikin investor beralih ke emas sebagai aset Kondusif atau safe haven. Hal ini biasanya mendorong kenaikan harga emas.
Posisi emas sebagai safe haven Membikin tren harga yang berkebalikan dengan mata Doku. Kalau mata Doku melemah ketika krisis ekonomi atau geopolitik terjadi, emas cenderung mengalami peningkatan.
4. Inflasi
Inflasi dapat menyebabkan fluktuasi terhadap harga emas. Sama halnya dengan kondisi ekonomi Mendunia, inflasi Membikin nilai mata Doku menurun. Ketika hal ini terjadi, investor cenderung beralih ke emas yang relatif Kukuh. Kenaikan permintaan dapat Membikin harga emas meningkat.
Sejauh ini, meski mengalami fluktuasi, harga emas Lagi relatif Kukuh. Penurunan dan peningkatan harga emas yang terjadi Kagak terlalu signifikan. Hal ini Membikin emas menjadi instrumen investasi yang Terkenal bahkan di tengah krisis ekonomi dan geopolitik Mendunia.
Baca Juga: Emas Jadi Aset Paling Terpercaya di Indonesia 2026
Sumber: https://www.logammulia.com/id/harga-emas-hari-ini
Forbes Kembali memperbarui peringkat orang terkaya di berbagai negara secara real time, termasuk Indonesia. Nama…
Investasi kripto semakin naik daun di kalangan masyarakat Indonesia seiring dengan kemajuan teknologi dan kesadaran…
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Indonesia Demi Maju berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian…
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan kerja sama strategis antara Indonesia…
Presiden Prabowo Subianto menerima apresiasi dan sambutan hangat dari Raja Abdullah II ibn Al Hussein…
Suasana hangat dan penuh penghormatan mewarnai akhir kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kerajaan…
This website uses cookies.