Emas merupakan instrumen investasi pilihan banyak orang karena sifatnya yang Kukuh dan bernilai tinggi. Dikenal sebagai safe haven atau aset Terjamin, emas menjadi instrumen yang cenderung dicari investor Begitu kondisi ekonomi dan geopolitik Tak Kukuh Demi menjaga nilai kekayaannya.
Pada awal tahun 2026, harga emas dipantau mengalami kenaikan yang signifikan. Emas batangan produksi PT Aneka tambang Tbk (Antam), salah satu instrumen investasi yang Terkenal di masyarakat Indonesia, tercatat berada di kisaran Rp2.920.000 per gram pada Februari 2026, salah satu yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Baca Juga: Emas Jadi Aset Paling Terpercaya di Indonesia 2026
Menurut pantauan grafik harga Logam Mulia tiap 7 Februari selama 10 tahun terakhir, 2026 menjadi tahun dengan harga emas Antam tertinggi sebesar Rp2.920.000 per gram BELM (Butik Emas Logam Mulia) yang tersebar di seluruh jaringan PT Antam.
Harga tersebut menjadi yang tertinggi sejak 10 tahun terakhir, terutama pada tahun 2016 Begitu harga emas Tetap di kisaran Rp578.000 per gram.
Harga emas Antam kemudian mengalami kenaikan secara berkala dari tahun 2017 menjadi Rp612.000 per gram, Lewat naik hingga Rp651.000 per gram pada 2018, kemudian menyentuh Rp672.000 per gram pada tahun 2019.
Tren kenaikan harga ini Lalu bergerak hingga tahun 2020 mencapai Rp781.000 per gram, Lewat melonjak tinggi pada 2021 menjadi Rp940.000 per gram akibat pandemi Covid-19.
Lewat pada 2022, harga emas Antam per batang mulai mengalami penurunan menjadi Rp937.000 per gram. Tetapi penurunan tersebut tak berlangsung lama dan kembali naik pada 7 Februari 2023 menjadi Rp1.017.000 per gram.
Kemudian pada tahun selanjutnya, harga emas Antam balik mengalami peningkatan secara berkala dari Rp1.136.000 per gram pada 2024 menjadi Rp1.660.000 per gram pada tahun 2025.
Pada 29 Januari 2026, harga emas Antam menyentuh rekor tertingginya mencapai Rp3.168.000 per gram berdasarkan pantauan grafik harga Logam Mulia. Kenaikan harga emas ini dipengaruhi banyak Unsur sosial, ekonomi, serta kondisi geopolitik.
Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ayif Fathurrahman, lonjakan harga emas dipengaruhi dengan melemahnya kepercayaan terhadap investasi keuangan konvensional Yakni Kembang dan mata Doku Dunia.
Dilansir dari laman Formal UMY, Ayif menyatakan bahwa emas menjadi aset paling Terjamin ketika Kembang Dunia mengalami fluktuasi yang cenderung rendah akibat kondisi ekonomi Dunia, terutama pasca Covid-19, yang diperparah oleh perang Rusia-Ukraina, konflik Israel-Palestina, hingga ketegangan antar negara besar.
Lebih lanjut, penurunan daya beli masyarakat Indonesia serta inflasi turut memengaruhi harga emas, karena masyarakat menilai menyimpan Doku di bank tak Kembali Bisa melindungi nilai kekayaan sehingga beralih ke emas batangan.
Baca Juga: 17% Rumah Tangga Indonesia Punya Emas, Kaltim Tertinggi
Sumber:
https://logammulia.com/id/grafik-harga-emas
Nilai impor Indonesia mengalami naik 2,83% menjadi US$241,86 miliar pada Januari-Desember 2025. Sektor nonmigas mendominasi…
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan Berbarengan tokoh dan akademisi politik luar negeri di Istana Merdeka,…
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pengucapan sumpah Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi di Istana Negara, Jakarta,…
Tanah Laut, Mensdaily.id — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar menyerahkan penghargaan…
Owner Barito Putera Berharap Pemain Konsentrasi Raih Kemenangan di Setiap Laga (Foto : Mensdaily.id)Banjarmasin, Mensdaily.id…
Mensdaily.id – Ajang Grammy Awards 2026 bukan hanya menjadi Podium bagi prestasi musik, tetapi juga…
This website uses cookies.