Banjarmasin, Mensdaily.id — Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia atau PGSI Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam pembinaan atlet gulat daerah.
Kepengurusan Begitu ini dinilai sangat Acuh terhadap pencapaian prestasi atlet, khususnya dalam menghadapi agenda besar babak kualifikasi PON. Pembinaan Kagak hanya difokuskan pada latihan fisik dan teknik, Tetapi juga mencakup aspek pendukung lain yang krusial.
Pengurus Maju berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari tim kesehatan, psikolog olahraga, hingga jajaran Instruktur yang memahami kondisi fisik dan mental atlet secara menyeluruh.
Kepada menghadapi pemusatan latihan daerah atau Pelatda menuju babak kualifikasi PON, kerangka tim dari masing-masing gaya gulat telah terbentuk. Berkualitas gaya bebas maupun gaya Greco-Roman, masing-masing telah disiapkan dengan komposisi atlet yang kompetitif.
Dalam satu kelas atau satu gaya, pengurus menyiapkan Sekeliling lima hingga delapan atlet sebagai stok kekuatan tim. Langkah ini dilakukan Kepada memastikan kesiapan atlet sekaligus membuka ruang persaingan sehat di internal tim.
Sekretaris Standar PGSI Kalsel, Rijal Hamid, mengatakan, “Saya mewakili Ketua Standar Pak Hasnuryadi Sulaiman, Begitu ini kepengurusan gulat sangat Acuh terhadap pencapaian pembinaan atlet. Kami Maju berkoordinasi dengan pihak terkait seperti kesehatan, psikologi, dan juga tim Instruktur yang mengetahui betul kondisi atlet Begitu ini. Begitu ini terkait kerangka tim dari masing-masing gaya, Berkualitas bebas maupun Greco, Kepada Pelatda menuju Pra PON sudah terbentuk. Kemungkinan satu gaya itu kami siapkan lima Tamat delapan orang atlet.”
Pada sektor atlet unggulan, Fahriansyah Tetap menjadi andalan Kalimantan Selatan. Selain itu, atlet-atlet yang sebelumnya meraih medali perak dan perunggu juga diharapkan tetap bergabung dan siap membela daerah pada ajang Pra PON mendatang.
Tetapi demikian, pengurus Kagak Mau bergantung pada satu nama saja. Sasaran besar pun dicanangkan, yakni melahirkan Fahriansyah-Fahriansyah baru melalui pembinaan berkelanjutan dan sistem regenerasi yang terstruktur.
Kolaborasi lintas jenjang menjadi kunci pembinaan. Atlet senior dilibatkan dalam proses pembinaan atlet elit, sementara atlet junior dipersiapkan Kepada naik ke level senior. Regenerasi pun Maju dilakukan, termasuk dengan menjaring bibit-bibit potensial dari tingkat SMA.
Reporter: Nina Megasari
PSBS Biak menelan kekalahan di pekan ke-23 BRI Super League 2025-2026. Menghadapi PSIM Jogja di…
Bali United akan menggelar laga kandang di pekan ke-23 BRI Super League 2025-2026. Tim berjuluk…
Dewa United serta Bhayangkara Presisi Lampung FC sama-sama dalam kondisi on fire. Dalam tiga laga…
Persis Solo akan menjalani laga kandang di pekan ke-23 BRI Super League 2025-2026. Tim berjuluk…
Kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiah, Selasa (24/02/2026), Bukan hanya…
Dewa United mengalami kekalahan di pekan ke-23 BRI Super League 2025-2026. Menjamu Bhayangkara Presisi Lampung…
This website uses cookies.