Mensdaily.id – Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, membongkar kelemahan Super League dibandingkan dengan Aliansi-Aliansi lain di Eropa.
Thom Haye datang sebagai pemain anyar Persib di Super League usai makan asam garam di Aliansi Belanda dan Italia.
Klub terakhir gelandang 30 tahun tersebut sebelum gabung Persib adalah Almere City pada musim Lewat.
Kini, Thom Haye sudah tampil tiga kali Berbarengan Persib di Super League 2025/2026.
Dalam pengakuannya di podcast The Haye Way, Thom Haye mengungkapkan perbedaan antara Super League dengan Aliansi-Aliansi di Eropa.
Menurutnya, permainan di Super League Tetap kurang terstruktur dibandingkan Eropa.
Tetapi, bukan berarti para pemain dari benua Eropa berhak meremehkan karier di Aliansi Indonesia.
Setiap pemain di Super League harus menampilkan 100 persen kekuatannya Kepada berhasil di setiap pertandingan.
Baca Juga: Belajar dari Kemenangan Persib atas Bangkok United, Timnas Indonesia Harus Siap ‘Dijahili’ Wasit di Ronde Keempat



