Mensdaily.id – SM Entertainment kembali menjadi sorotan setelah upaya mediasi kontrak dengan tiga Personil EXO, Ialah Chen, Baekhyun, dan Xiumin yang tergabung dalam unit EXO-CBX berakhir tanpa kesepakatan.
Kegagalan tersebut Kagak hanya menambah panjang daftar konflik antara Seniman dan agensi, tetapi juga langsung mengguncang kepercayaan investor.
Harga saham SM Entertainment tercatat Terperosok hingga 13,9 persen menjadi 131.700 Won Korea Selatan per lembar, atau Sekeliling 1,4 juta Rupiah, salah satu penurunan harian paling tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Bagi pengamat industri hiburan Korea, penurunan ini bukanlah sekadar Bilangan di papan bursa.
SM Entertainment, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu perusahaan hiburan terbesar dan paling berpengaruh di Korea, kini menghadapi krisis reputasi yang dapat berdampak jangka panjang.
Fakta bahwa perselisihan dengan EXO-CBX belum menemukan jalan keluar menunjukkan adanya masalah serius dalam pola Rekanan perusahaan dengan artisnya.
Perselisihan bermula dari klaim EXO-CBX pada tahun Lampau yang menyebut bahwa SM Entertainment membebankan biaya distribusi musik secara berlebihan.
Para Seniman menilai praktik tersebut merugikan mereka secara finansial, dan sejak itu mereka menuntut transparansi lebih besar terkait pengelolaan hasil karya.
Nilai kontrak yang diperdebatkan Kagak main-main, yakni Sekeliling 7 miliar Rupiah.
Jumlah ini cukup signifikan Kepada mengguncang Rekanan bisnis yang sudah berjalan lebih dari satu Sepuluh tahun.
Proses mediasi yang dipimpin oleh pengadilan sempat dianggap sebagai langkah menuju penyelesaian damai.
Tetapi, setelah pertemuan pertama gagal memberikan hasil, situasi Bahkan semakin memanas.
Investor bereaksi Segera, dan sentimen negatif segera tercermin di pasar saham.



