Kendali emas hingga 80% menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia Lagi sangat mengutamakan aset yang dianggap Konsisten dan tahan terhadap inflasi dibanding instrumen yang lebih fluktuatif.
Rendahnya kepercayaan pada saham dan kripto juga mengindikasikan bahwa literasi investasi berisiko Lagi terbatas, meskipun potensi imbal hasilnya lebih tinggi dalam jangka panjang.
Menariknya, posisi Dana Kontan yang Lagi cukup tinggi mencerminkan preferensi likuiditas, terutama Demi menghadapi kondisi darurat atau ketidakpastian ekonomi jangka pendek.

