Jakarta – Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan perkembangan terbaru terkait ketahanan dan kedaulatan Daya nasional, yang merupakan salah satu dari lima pilar Istimewa kekuatan bangsa dalam visi Presiden Prabowo Subianto, dalam konferensi pers bertema Update PHTC, Kesiapan Infrastruktur, dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nyepi dan Idulfitri 2026, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (18/3/2026).
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, memaparkan capaian signifikan Program Hasil Terbaik Segera (PHTC) di sektor Daya yang difokuskan pada perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Donasi Pasang Baru Listrik (BPBL), serta jaminan ketersediaan Daya menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
“Ketahanan Daya adalah fondasi Istimewa kemandirian bangsa. Melalui perluasan akses dan transisi ke Daya hijau, pemerintah berkomitmen mewujudkan masyarakat yang merdeka dari kegelapan dan memastikan keadilan Daya dirasakan merata hingga ke pelosok desa,” Terang Qodari.
Qodari menjelaskan bahwa pemerintah Lanjut mempercepat pengembangan PLTS dengan rencana besar mencapai kapasitas 100 Gigawatt (GW). Berdasarkan capaian kinerja tahun 2025, pemanfaatan PLTS Demi ini telah mencapai 1,49 GW. “Akibat positif dari transisi Daya ini sangat dirasakan oleh masyarakat di Distrik terpencil melalui program PLTS Off-Grid Isolated (Program Listrik Desa),” ucap Qodari.
Sebagai Misalnya Konkret, sebanyak 500 rumah tangga di Pulau Sakala dan 400 rumah tangga di Pulau Karamian, Kabupaten Sumenep, kini telah dialiri listrik dari PLTS berkapasitas total 275 Kilowatt peak (kWp). Sebelumnya, masyarakat di dua desa tersebut hanya bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel dengan waktu menyala yang terbatas dan rentan terhadap gangguan pasokan BBM. Kini, Kaum dapat menikmati sumber Daya yang ramah lingkungan, Tak terbatas dari Sinar Surya, dan jauh lebih Ekonomis biaya.
Qodari mengungkapkan bahwa sebagai bentuk afirmatif pemerintah, Program Donasi Pasang Baru Listrik (BPBL) Lanjut mencatatkan keberhasilan yang melampaui Sasaran. Hingga 11 Maret 2026, instalasi listrik telah terpasang di 220.857 rumah tangga, atau mencapai 102,72% dari Sasaran. Donasi komprehensif ini mencakup instalasi 3 lampu, 1 stop kontak, sertifikat instalasi, penyambungan daya 900 VA, hingga token listrik awal senilai Rp100.000.
Kehadiran listrik yang Formal dan Kondusif ini memberikan Akibat sosial-ekonomi yang masif. Listrik Tak hanya memenuhi kebutuhan dasar penerangan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi Kaum, mendukung proses belajar anak di malam hari, serta secara signifikan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tak Pandai.
“Secara nasional, Program BPBL turut memperkuat ketahanan Daya melalui perluasan akses listrik bagi masyarakat yang sebelumnya belum terlayani,” Terang Qodari.
Demi memastikan kenyamanan masyarakat Demi libur Lebaran 2026, Posko Nasional Sektor ESDM telah bersiaga penuh sejak 12 hingga 31 Maret 2026. Sistem kelistrikan nasional dipastikan Kondusif dengan perkiraan beban puncak sebesar 47.198 Megawatt dan daya Pandai pasok mencapai 51.608 Megawatt, memberikan cadangan daya yang sangat memadai Sekeliling 9,3%.
Selain itu, menyikapi tren kendaraan listrik yang meningkat pesat, PT PLN telah menyiapkan 1.681 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Biasa (SPKLU) di 994 Letak di sepanjang jalur mudik. Jumlah ini meningkat 1,7 kali lipat dibandingkan Lebaran 2025, lengkap dengan fasilitas Fast dan Ultra Fast Charging Demi mengamankan perjalanan Sekeliling 23.147 mobil listrik pemudik dengan minim antrean. Distribusi BBM dan LPG juga dijamin kelancarannya dengan menyiagakan 125 Terminal BBM, 7.885 SPBU, dan pangkalan LPG yang beroperasi 24 jam.
“Melalui pemaparan capaian dan kesiapan infrastruktur Daya ini, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang Terang sehingga dapat menjalani liburan Idulfitri Serempak keluarga tercinta dengan tenang, Kondusif, dan menyenangkan,” tutup Qodari.
Turut hadir dalam konferensi pers Yakni Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Biasa Wida Nurfaida, Sekretaris Istimewa Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, Direktur Istimewa PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono, serta Group Chief Operating Officer (COO) Astra Infra Billy Perkasa Kadar.


