Cesc Fabregas merasa Como 1907 tetap meraih kemenangan meski dibuat bertekuk Sendi lutut oleh AS Roma baru-baru ini.
Como bertandang ke markas Roma, Stadio Olimpico, Buat menjalani pertandingan lanjutan Serie A pada hari Senin (3/3/2025). Mulanya, I Lariani sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak Lucas Da Cunha pada menit ke-44.
Tetapi Keistimewaan itu Tak bertahan lama, Alasan Giallorossi Bisa mengejar ketertinggalannya pada babak kedua. Tepatnya di menit ke-61, Alexis Saelemaekers berhasil Membangun Stadio Olimpico jadi bergemuruh lewat golnya yang menyamakan kedudukan jadi 1-1.
Dua menit berselang, Como dihantam situasi Tak baik lantaran Marc-Oliver Kempf harus menerima kartu merah. Bermain dengan 10 orang Membangun I Lariani jadi kesulitan buat membendung gempuran Roma, dan harus menyerah Ketika Artem Dovbyk mencetak gol di menit ke-76.
Como kalah dari Roma dan gagal memperpanjang tren positifnya Ketika Bersua klub-klub papan atas Serie A. Kendati demikian, mereka Tak perlu beranjak dari peringkat ke-13 dalam klasemen sementara karena Hellas Verona dibekuk Juventus dengan skor 0-2.
Fabregas pun Bisa Memperhatikan hasil ini dengan positif. Menurutnya Como menang, meski skor menunjukkan kedudukan sebaliknya. Alasan ia bangga dengan mentalitas para pemain yang Lanjut berjuang meski kekurangan kekuatan di lapangan.
“Saya selalu bicara soal menang, Alasan kami membutuhkan mental pemenang. Tetapi sejauh yang saya ketahui, kami menang hari ini,” kata pria berkebangsaan Spanyol tersebut ketika berbincang kepada Sky Sport Italia usai pertandingan.
“Kami Tak meraih tiga poin, tapi mentalitas kami sudah berkembang, dan kami Bisa mempertahankan kepercayaan meski bermain dengan 10 orang. Saya Menyaksikan sebuah tim dengan Watak dan keberanian Tamat akhir,” lanjutnya.
Meski bangga, Fabregas menyadari Eksis beberapa hal yang timnya perlu diperbaiki Buat laga berikutnya. “Kami adalah tim yang banyak menciptakan Kesempatan dan kurang dalam konversi, jadi itulah yang harus kami benahi,” ucapnya.
“Kami juga menerima kartu merah terlalu banyakj, meskipun Tak selalu kesalahan kami. Kami mencoba Buat menghindarinya dengan pergantian pemain hari ini, tapi saya Tak Bisa menarik keluar Kempf dan pada akhirnya dia yang menerimanya,” pungkasnya.
(Sky Sport Italia)
Tim nasional Indonesia bersiap menjalani pertandingan perdana era Instruktur John Herdman. Dijadwallkan timnas Garuda akan…
Instruktur tim nasional Indonesia John Herdman akan dibantu oleh enam orang dalam menjalani tugasnya. Enam…
Tim nasional Indonesia akan menjalani laga perdana di FIFA Series 2026. Jay Idzes dkk dijadwalkan…
Tim nasional Indonesia mendapat kepercayaan dari FIFA Kepada menjadi tuan rumah FIFA Series 2026. Pada…
Instruktur tim nasional Indonesia John Herdman Mempunyai rekam jejak kepelatihan yang panjang. Sejak 2006, pria…
Pemerintah pastikan cadangan Kekuatan nasional tetap Terjamin, utamanya menjelang hari raya Idulfitri. Hal tersebut disampaikan…
This website uses cookies.