Likuiditas perekonomian Indonesia menunjukkan penguatan signifikan pada akhir 2025 seiring meningkatnya peredaran Duit di masyarakat.
Data terbaru Bank Indonesia mencatat Duit beredar dalam Arti luas (M2) tumbuh lebih tinggi pada Desember 2025, mencerminkan Percepatan aktivitas ekonomi nasional.
Pertumbuhan Duit Beredar M2 Lelah 9,6% pada Desember 2025
Pertumbuhan Duit beredar dalam Arti luas (M2) pada Desember 2025 tercatat sebesar 9,6% secara tahunan (year-on-year).
Bilangan ini meningkat dibandingkan November 2025 yang sebesar 8,3%, menunjukkan Percepatan likuiditas di akhir tahun.
Secara nominal, posisi M2 mencapai Rp10.133,1 triliun. Berdasarkan data Bank Indonesia, kenaikan ini mencerminkan kondisi moneter yang lebih ekspansif.
Apabila dilihat dari tren Semester II 2025, pertumbuhan M2 bergerak naik dari 6,6% pada Juli menjadi 7,6% pada Agustus dan 8,0% pada September.
Meski sempat melambat ke 7,7% pada Oktober, laju pertumbuhan kembali menguat pada November dan melonjak signifikan pada Desember.
Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan Duit beredar sempit (M1) sebesar 14,0% serta Duit kuasi sebesar 5,5%. Selain itu, tagihan Bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 13,6%, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.
Penyaluran kredit juga meningkat dengan pertumbuhan 9,3%, memperkuat Perluasan likuiditas.
Secara keseluruhan, pertumbuhan 9,6% pada Desember 2025 menandakan penguatan aktivitas ekonomi dan intermediasi perbankan di penghujung tahun.
Baca Juga: Lelah Rp9.569,7 triliun, Berikut Jumlah Duit Beredar di Indonesia 2025 dari Januari hingga Juli
Kontribusi M1 dan Duit Kuasi Dorong Kenaikan Duit Beredar
Kenaikan Duit beredar dalam Arti luas pada Desember 2025 Tak terlepas dari kontribusi signifikan komponen M1 dan Duit kuasi.
Bank Indonesia mencatat Duit beredar sempit tumbuh 14,0% (yoy), mencerminkan peningkatan Duit kartal dan giro yang likuid di masyarakat. Sementara itu, Duit kuasi juga tumbuh 5,5% (yoy), yang berasal dari simpanan berjangka dan instrumen likuid lainnya di perbankan.
Kombinasi pertumbuhan kedua komponen tersebut memperkuat Perluasan likuiditas secara keseluruhan.
Kondisi ini menjadi Unsur Istimewa yang mendorong M2 mencapai pertumbuhan 9,6% pada akhir 2025.
Kredit dan Tagihan Pemerintah Jadi Unsur Istimewa Pendorong Likuiditas
Peningkatan likuiditas pada Desember 2025 juga dipengaruhi oleh kuatnya pertumbuhan kredit dan tagihan Bersih kepada pemerintah pusat.
Bank Indonesia mencatat tagihan Bersih kepada pemerintah tumbuh 13,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,7%.
Di sisi lain, penyaluran kredit perbankan meningkat 9,3% (yoy), menguat dari 7,9% pada November 2025.
Percepatan kredit ini mencerminkan meningkatnya aktivitas pembiayaan dunia usaha dan konsumsi masyarakat.
Kombinasi Perluasan fiskal dan intermediasi perbankan tersebut menjadi Unsur Istimewa yang mendorong pertumbuhan Duit beredar hingga 9,6%.
Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan likuiditas perekonomian Indonesia tetap terjaga dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi di akhir 2025.
Baca Juga: Nilai Transaksi Duit Elektronik Indonesia Tembus Rp3 Kuadriliun per November 2025
Sumber:
https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_281726.aspx

