Business

RI Surplus Dagang US$41 Miliar, AS Jadi Penyumbang Terbesar

Sepanjang tahun 2025, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat kinerja positif dengan surplus yang berlanjut hingga akhir tahun.

Bank Indonesia menilai capaian ini berperan Krusial dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi Dunia.

Kontribusi terbesar surplus neraca perdagangan tersebut berasal dari sektor nonmigas, dengan Amerika Perkumpulan menjadi Kawan dagang Istimewa Indonesia.

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Sepanjang Tahun 2025

Desember 2025 mencatat surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS | GoodStats
Desember 2025 mencatat surplus sebesar US$2,51 miliar | Mensdaily

Surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan kinerja yang relatif positif meskipun mengalami fluktuasi bulanan.

Pada awal tahun, surplus tercatat sebesar US$3,49 miliar pada Januari dan sedikit menurun menjadi US$3,10 miliar pada Februari. Nilai surplus kemudian meningkat pada Maret hingga mencapai US$4,33 miliar, mencerminkan penguatan ekspor dibandingkan impor.

Tetapi, April menjadi titik terendah dengan surplus hanya US$0,16 miliar akibat pelemahan sementara kinerja perdagangan.

Memasuki Mei, surplus kembali melonjak signifikan ke level US$4,30 miliar dan relatif Konsisten hingga Juli di kisaran US$4 miliar. 

Baca Juga:  Penduduk RI Buka Usaha Musiman Buat Penuhi Kebutuhan Lebaran 2025

Puncak surplus neraca perdagangan terjadi pada Agustus 2025 dengan nilai tertinggi sebesar US$5,49 miliar. Setelah itu, surplus Lagi terjaga pada September di Nomor US$4,34 miliar meski mulai menunjukkan tren penurunan. 

Pada Oktober, surplus turun cukup tajam menjadi US$2,39 miliar sebelum sedikit membaik pada November sebesar US$2,66 miliar. Menutup tahun 2025, neraca perdagangan Indonesia tetap mencatat surplus sebesar US$2,51 miliar pada Desember. Total surplus sepanjang tahun 2025 pun mencapai US$41,05 miliar,

Secara keseluruhan, capaian ini menegaskan ketahanan sektor perdagangan Indonesia sepanjang 2025 meskipun menghadapi dinamika ekonomi Dunia.

Amerika Perkumpulan Jadi Penyumbang Surplus Terbesar Nonmigas

Sepanjang tahun 2025, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat kinerja positif dengan surplus yang berlanjut hingga akhir tahun.   Bank Indonesia menilai capaian ini berperan penting dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global.   Kontribusi terbesar surplus neraca perdagangan tersebut berasal dari sektor nonmigas, dengan Amerika Serikat menjadi mitra dagang utama Indonesia.  Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Sepanjang Tahun 2025 Desember 2025 mencatat surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS | GoodStats  Surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan kinerja yang relatif positif meskipun mengalami fluktuasi bulanan.   Pada awal tahun, surplus tercatat sebesar USD 3,49 miliar pada Januari dan sedikit menurun menjadi USD 3,10 miliar pada Februari. Nilai surplus kemudian meningkat pada Maret hingga mencapai USD 4,33 miliar, mencerminkan penguatan ekspor dibandingkan impor.   Namun, April menjadi titik terendah dengan surplus hanya USD 0,16 miliar akibat pelemahan sementara kinerja perdagangan.  Memasuki Mei, surplus kembali melonjak signifikan ke level USD 4,30 miliar dan relatif stabil hingga Juli di kisaran USD 4 miliar.   Puncak surplus neraca perdagangan terjadi pada Agustus 2025 dengan nilai tertinggi sebesar USD 5,49 miliar. Setelah itu, surplus masih terjaga pada September di angka USD 4,34 miliar meski mulai menunjukkan tren penurunan.   Pada Oktober, surplus turun cukup tajam menjadi USD 2,39 miliar sebelum sedikit membaik pada November sebesar USD 2,66 miliar. Menutup tahun 2025, neraca perdagangan Indonesia tetap mencatat surplus sebesar USD 2,51 miliar pada Desember.   Secara keseluruhan, capaian ini menegaskan ketahanan sektor perdagangan Indonesia sepanjang 2025 meskipun menghadapi dinamika ekonomi global.  Amerika Serikat Jadi Penyumbang Surplus Terbesar Nonmigas AS Unggul Dalam Menyumbang Surplus Migas-Non Migas | GoodStats  Amerika Serikat tercatat sebagai penyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025.  Nilai surplus non migas dari perdagangan dengan Amerika Serikat mencapai USD 18,11 miliar, menjadikannya kontributor utama dalam menjaga kinerja positif neraca perdagangan nasional.  Capaian ini mencerminkan kuatnya permintaan pasar Amerika Serikat terhadap produk ekspor unggulan Indonesia.  Komoditas manufaktur dan berbasis sumber daya alam menjadi penopang utama ekspor nonmigas ke negara tersebut.  Selain Amerika Serikat, India menempati posisi kedua dengan surplus non migas sebesar USD 13,49 miliar, diikuti Filipina sebesar USD 8,42 miliar.  Belanda dan Vietnam juga masuk lima besar dengan kontribusi masing-masing USD 4,80 miliar dan USD 4,47 miliar.  Data ini menunjukkan bahwa pasar global, khususnya negara mitra strategis, masih menjadi pilar penting perdagangan luar negeri Indonesia.  Surplus nonmigas yang kuat turut menopang surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 sebesar USD 2,51 miliar.  Bank Indonesia menilai kinerja tersebut positif untuk memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional. Optimalisasi ekspor bernilai tambah menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan surplus perdagangan.  Dinamika Bulanan Neraca Perdagangan dan Prospek Ke Depan  Sepanjang tahun 2025, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan dinamika bulanan yang fluktuatif, namun tetap mampu mempertahankan tren surplus hingga akhir tahun.  Perubahan nilai surplus dipengaruhi oleh pergerakan ekspor dan impor global, termasuk permintaan komoditas, harga internasional, serta kondisi ekonomi mitra dagang utama.  Meski sempat melemah pada beberapa bulan, kinerja ekspor nonmigas terbukti menjadi penopang utama keberlanjutan surplus perdagangan nasional.  Ke depan, penguatan ekspor bernilai tambah dan diversifikasi pasar tujuan menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas neraca perdagangan.  Sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia juga berperan penting dalam memperkuat ketahanan eksternal di tengah ketidakpastian global.  Dengan prospek perdagangan yang tetap solid, neraca perdagangan diharapkan terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.  Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$33 Miliar Sepanjang 2025  Sumber:  https://satudata.kemendag.go.id/infografis
AS unggul dalam menyumbang surplus migas-nonmigas | Mensdaily

Amerika Perkumpulan tercatat sebagai penyumbang surplus perdagangan migas-nonmigas terbesar Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025.

Nilai surplus dari perdagangan dengan Amerika Perkumpulan mencapai US$18,11 miliar, menjadikannya kontributor Istimewa dalam menjaga kinerja positif neraca perdagangan nasional.

Baca Juga:  Daftar Aplikasi Pinjol dengan Penyaluran Biaya Terbesar

Capaian ini mencerminkan kuatnya permintaan pasar Amerika Perkumpulan terhadap produk ekspor unggulan Indonesia. Komoditas manufaktur dan berbasis sumber daya alam menjadi penopang Istimewa ekspor nonmigas ke negara tersebut.

Selain Amerika Perkumpulan, India menempati posisi kedua dengan surplus nonmigas sebesar US$13,49 miliar, diikuti Filipina sebesar US$8,42 miliar.

Belanda dan Vietnam juga masuk lima besar dengan kontribusi masing-masing US$4,80 miliar dan US$4,47 miliar.

Data ini menunjukkan bahwa pasar Dunia, khususnya negara Kawan strategis, Lagi menjadi pilar Krusial perdagangan luar negeri Indonesia.

Surplus nonmigas yang kuat turut menopang surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 sebesar US$2,51 miliar.

Bank Indonesia menilai kinerja tersebut positif Kepada memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional. Optimalisasi ekspor bernilai tambah menjadi kunci Kepada menjaga kesinambungan surplus perdagangan.

Baca Juga:  TikTok-Tokopedia Dikabarkan Merger, Sasaran Transaksi Rp610 Triliun!

Dinamika Bulanan Neraca Perdagangan dan Prospek ke Depan

Sepanjang tahun 2025, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan dinamika bulanan yang fluktuatif, Tetapi tetap Bisa mempertahankan tren surplus hingga akhir tahun.

Perubahan nilai surplus dipengaruhi oleh pergerakan ekspor dan impor Dunia, termasuk permintaan komoditas, harga Dunia, serta kondisi ekonomi Kawan dagang Istimewa.

Meski sempat melemah pada beberapa bulan, kinerja ekspor nonmigas terbukti menjadi penopang Istimewa keberlanjutan surplus perdagangan nasional.

Ke depan, penguatan ekspor bernilai tambah dan diversifikasi pasar tujuan menjadi langkah strategis Kepada menjaga stabilitas neraca perdagangan.

Sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia juga berperan Krusial dalam memperkuat ketahanan eksternal di tengah ketidakpastian Dunia.

Dengan prospek perdagangan yang tetap solid, neraca perdagangan diharapkan Lalu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$33 Miliar Sepanjang 2025

Sumber:

https://satudata.kemendag.go.id/infografis

MensDaily hadir di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, pria butuh ruang untuk mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan mendapatkan inspirasi.

Get Latest Updates and big deals

    Mens Daily @2025. All Rights Reserved.