Di era transformasi digital, beberapa kebiasaan publik mulai berubah seiring dengan tingginya adopsi teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kebiasaan baru yang muncul adalah penggunaan platform pembayaran digital pada setiap transaksi dibandingkan metode konvensional seperti Fulus Kas dan kartu debit.
Demi ini, masyarakat Indonesia Mempunyai opsi pembayaran digital yang sangat luas dari aplikasi perbankan seperti mobile banking (m-banking) hingga dompet elektronik atau e-wallet. Kedua platform ini Mempunyai Keistimewaan dan kekurangan masing-masing yang menjadi pertimbangan banyak pengguna, seperti tingkat kemudahan, keamanan, serta potensi biaya admin tiap transaksi.
Lantas, metode pembayaran digital apa yang paling sering digunakan oleh publik Indonesia?
Laporan Indonesia Fintech Trends 2025 dari Jakpat mencoba memecahkan pertanyaan ini. Survei melibatkan 2.089 responden pada 14-21 November 2025 dengan margin of error di bawah 5%.
Baca Juga: Masyarakat Paling Suka Bayar Pake eWallet Demi Berbelanja di eCommerce
Menurut laporan Jakpat, 80% responden lebih memilih menggunakan e-wallet Demi melakukan transaksi sehari-hari. Data ini menunjukkan bahwa e-wallet dinilai sebagai metode paling praktis Demi menyimpan dan mengeluarkan Fulus dibandingkan metode lainnya.
E-wallet sendiri Normal digunakan Demi menyimpan Fulus kecil yang diawali dengan mengisi saldo (top-up). Langkah mendaftar e-wallet pun sederhana, dengan melakukan Pembuktian identitas Demi menggunakan fitur transaksinya.
Dompet digital memang terkenal banyak digunakan Demi kegiatan sehari-hari seperti memesan ojek online, belanja online, pembayaran QRIS, atau transfer ke sesama pengguna e-wallet.
Sementara itu, 44% responden lainnya menyatakan lebih memilih menggunakan platform perbankan Demi melakukan transaksi seperti m-banking atau bank digital. Layanan bank digital diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga memberikan rasa Kondusif bagi para penggunanya.
M-banking dan bank digital Mempunyai layanan finansial yang lengkap mulai dari tabungan, transfer antar rekening, antar bank, hingga pembayaran virtual account yang Dapat menjangkau banyak pihak. Hal ini yang menjadikan sebagian orang tetap memilih platform perbankan Demi transaksi sehari-hari.
Sementara itu, terdapat 20% responden yang terbiasa menggunakan paylater Demi bertransaksi. Paylater adalah metode pembayaran yang memungkinkan pengguna Demi melakukan pembelian Demi itu juga dan membayarnya di kemudian hari, Bagus secara langsung maupun dicicil.
Kemudahan Jadi Pertimbangan Esensial Konsumen
Lebih lanjut, survei oleh Jakpat juga menunjukkan bahwa pertimbangan Esensial publik Demi memilih platform keuangan adalah metode pembayaran yang mudah (easy payment methods) dan aplikasi yang mudah dipahami (user-friendly application). Kedua hal ini masing-masing dipilih oleh lebih dari Separuh responden, yakni sebesar 57%
Kagak hanya itu, aplikasi keuangan yang sudah terverifikasi keamanannya Bagus oleh OJK maupun Bank Indonesia (BI) turut menjadi pertimbangan 48% publik.
Data ini menunjukkan bahwa tingkat keamanan platform menjadi salah satu pertimbangan Esensial pengguna dalam menentukan metode transaksi, selain kemudahan dan kepraktisan yang diberikan platform keuangan digital.
Baca Juga:Â Pilihan Bank Digital Terbaik di Indonesia dengan Bebas Biaya Admin
Sumber:
https://insight.jakpat.net/indonesia-fintech-trends-2nd-semester-of-2025/


