Categories: Business

7 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2025, Siapa Saja?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjaring sejumlah kepala daerah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) sepanjang tahun 2025. Dari 11 OTT yang tercatat oleh KPK, 7 di antaranya menjabat sebagai kepala daerah periode 2025-2030.

Melalui Konferensi Pers Laporan Kinerja Akhir Tahun KPK 2025, Wakil Ketua KPK Fitroh Rochyanto mengungkapkan kasus-kasus OTT yang melibatkan kepala daerah mencakup gratifikasi, suap proyek, jual beli jabatan, hingga Anggaran corporate social responsibility (CSR). Mayoritas kepala daerah yang ditangkap merupakan hasil dari Pilkada serentak pada tahun 2024 Lampau.

Adapun kepala daerah yang terjaring OTT KPK selama tahun 2025 memegang jabatan sebagai bupati hingga gubernur daerah dengan kerugian miliaran rupiah.

Lantas, siapa saja yang terjaring OTT KPK selama periode 2025?

Daftar kepala daerah yang terjaring OTT KPK 2025 | Mensdaily

Baca Juga: Indonesia Lagi Rentan Korupsi, Intip Laporan SPI Terbaru 2025!

Bupati Pati Sudewo

Bupati Pati Sudewo ditetapkan sebagai tersangka usai terjaring OTT KPK pada 19 Januari 2026. Sudewo diduga terlibat dalam kasus suap jual beli jabatan dengan beberapa perangkat desa Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

KPK mengungkap pihaknya menyita Sekeliling Rp2,6 miliar yang berasal dari delapan kepala desa di Distrik Kecamatan Jaken. Sudewo terungkap memeras para calon kepala desa dengan nominal hingga Rp150 juta.

Atas penemuan tersebut, KPK menetapkan status tersangka terhadap Bupati Pati Sudewo beserta 3 orang lainnya serta melakukan penahanan Kepada 20 hari pertama sejak 20 Januari 2026.

Wali Kota Madiun Maidi

Di hari yang sama, KPK menetapkan Wali Kota Madiun Maidi sebagai tersangka dugaan suap proyek dan Anggaran Corporate Social Responsibility (CSR). Maidi ditangkap dalam OTT KPK dengan barang bukti Dana Kas ratusan juta rupiah.

Maidi ditangkap Serempak sembilan orang lainnya yang dibawa ke Jakarta Kepada pemeriksaan lebih lanjut. Dua di antaranya merupakan orang kepercayaan Maidi yakni Rochim Ruhdiyanto dan Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah.

KPK mengatakan kasus ini Lagi dalam pendalaman dengan proses pengumpulan bukti-bukti lebih konkrit.

Bupati Bekasi Ade Kuswara

Pada 18 Desember 2025, KPK menetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara sebagai tersangka dugaan suap “ijon” proyek di Pemkab Bekasi dengan nilai mencapai Rp14,2 miliar.

Ade Kuswara ditangkap Serempak sang Bapak bernama HM Kunang yang merupakan Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Jawa Barat. Ade diduga menerima suap ijon proyek sebesar Rp9,5 miliar oleh pihak swasta serta tambahan Rp4,7 miliar dari pihak lainnya sepanjang 2025.

Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Desember 2025. Ia menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau gratifikasi di Pemkab Lampung Tengah Tahun Anggaran 2025.

KPK menyita Dana sebesar Rp193 juta di kediaman Ardito dan adiknya, Ranu Hari, serta logam mulia seberat 850 gram dari rumah sang adik. Ardito Wijaya diduga menerima Dana suap sebesar Rp5,75 miliar dan telah ditetapkan sebagai tersangka Serempak lima orang lainnya.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ditangkap KPK pada 7 November 2025 dalam operasi tangkap tangan. KPK menetapkan Sugiri beserta tiga orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di RSUD Ponorogo dan gratifikasi.

Sugiri diduga menerima suap Rp2,6 miliar dari pengurusan jabatan serta proyek RSUD dengan tiga pihak lainnya, yakni Sekretaris Daerah Ponorogo, Direktur Esensial RSUD Dr Harjono, dan pihak swasta rekanan RSUD Ponorogo.

Gubernur Riau Abdul Wahid

Lebih lanjut, KPK juga telah menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai tersangka kasus pemerasan pada 3 November 2025 Lampau. Penyidik menyita Dana Kas sebesar Rp1,6 miliar dalam pecahan Rupiah, USD, dan Poundsterling dalam operasi senyap tersebut.

Modus pemerasan dengan istilah “jatah Swasta” ini dilakukan Abdul Azis terhadap anak buahnya di Dinas PUPR Riau. KPK menyatakan, Gubernur Riau Periode 2025-2030 tersebut menerima setoran mencapai Rp4,05 miliar dari kesepakatan awal Rp7 miliar.

Bupati Kolaka Timur Abdul Azis

Pada 8 Agustus 2025, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan RSUD Kelas C di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

KPK menetapkan lima tersangka setelah melakukan OTT yakni Bupati Koltim Abdul Azis, PIC Kemenkes Kepada Pembangunan RSUD, PPK proyek RSUD Koltim, pihak swasta PT PCP, dan pihak swasta KSO PT PCP.

Bupati Koltim Abdul Azis terungkap menerima Rp1,6 miliar yang merupakan fee 8% dari lelang proyek pembangunan RSUD.

Baca Juga: Intip Harta Pejabat Daerah Kena OTT KPK 2025, Eksis Gubernur Riau hingga Bupati Ponorogo

Sumber:

Admin

Recent Posts

Kumpulkan Menteri di Hambalang, Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Inggris – Kantor Staf Presiden

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang,…

48 menit ago

Kepala Staf Kepresidenan Dorong UMKM Naik Kelas, Perkuat Ekonomi Rakyat di Pelabuhan Ratu – Kantor Staf Presiden

Sukabumi — Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan pentingnya penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah…

2 jam ago

Presiden Prabowo Lantik Keanggotaan Dewan Daya Nasional – Kantor Staf Presiden

Presiden Prabowo Subianto melantik keanggotaan Dewan Daya Nasional di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 28…

3 jam ago

Panggil Sejumlah Menteri, Presiden Prabowo Tekankan Pengelolaan Sumber Daya Alam – Kantor Staf Presiden

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/01/2026).…

4 jam ago

RDP Serempak Komisi II, KONI Banjarmasin Tetap Harapkan Pemko Pertimbangkan Besaran Bonus Atlet

Banjarmasin, Mensdaily.id — Komisi II DPRD Kota Banjarmasin menggelar rapat dengar pendapat Serempak dengan pihak…

22 jam ago

Sekdako Banjarmasin Tanggapi Operasional Rumah Biliar Demi Ramadhan

Banjarmasin, Mensdaily.id – Permasalahan pengaturan operasional rumah biliar kerap muncul setiap tahun, khususnya Demi memasuki…

23 jam ago

This website uses cookies.