Barang berbahan dasar kulit hewan kini sudah Bukan Kembali asing. Entah itu sepatu, tas, dompet, atau jaket, bahan kulit telah lama menjadi simbol ketahanan dan kualitas tinggi, menjadikannya pilihan Penting dalam berbagai produk fashion dan perlengkapan sehari-hari.
Dilansir dari Leather Naturally, sebanyak 99% kulit yang diproduksi di dunia berasal dari hewan ternak yang merupakan produk sampingan dari industri daging. Dari jumlah tersebut, 69% kulit dunia berasal dari sapi. Menyusul setelahnya Terdapat domba (13%), kambing (11%), dan babi (6%).
Tanda khas Tiap Kulit Hewan
Tanda khas masing-masing kulit pun berbeda. Kulit sapi cenderung tahan lama, kuat, lebih tebal, dan lebih kokoh. Ketahanan Erosi kulit sapi juga Berkualitas. Kelebihan-kelebihan tersebut Membikin kulit sapi paling cocok digunakan Buat Membikin barang-barang yang lebih berat seperti sepatu, boots, tas dan koper besar, jaket, pelapis furnitur, serta pelana. Sedangkan kekurangannya, kulit sapi biasanya kurang lembut dan lentur.
Kulit domba sendiri bersifat ringan, tipis, dan lembut, menjadikannya bahan unggulan Buat produk fashion kecil dan mewah seperti Pakaian atau aksesori berkelas tinggi. Kulit domba dan kulit kambing Mempunyai banyak kesamaan. Keduanya merupakan kulit yang ringan, tapi tetap tahan lama, lembut, dan bertekstur halus. Tetapi, di antara keduanya, kulit domba dianggap Mempunyai kualitas yang lebih tinggi.
Sementara itu, kulit babi Mempunyai sirkulasi udara dan daya serap kelembapan yang lebih Berkualitas, sehingga lebih nyaman ketika digunakan.
Sebaran Produksi Kulit Sapi Dunia
Industri kulit merupakan sektor Krusial dalam lapangan kerja Dunia, dengan Sekeliling Sebelah juta orang bekerja langsung dalam proses produksinya. Tetapi jumlah itu Dapat berlipat ganda Apabila menghitung para pekerja di industri terkait, seperti sepatu kulit, Pakaian kulit, furnitur kulit, Tiba bidang otomotif dan penerbangan.
Menurut data dari Textile Exchange, China berhasil mendominasi Sekeliling 16% produksi kulit sapi dunia. Setelah China, Brasil dan Amerika Perkumpulan menyusul di posisi kedua dengan raihan Nomor di 12%. Selanjutnya Terdapat India (7%), dan Argentina (6%). Sisa 47% dari produksi kulit sapi dihasilkan dari negara-negara lain.
Kata Ahli Tentang Kulit Sapi dan Fakta di Lapangan
Mantan Presiden Leather and Hide Council of America (LHCA), Steve Sothmann menyatakan bahwa banyak pandangan publik yang keliru tentang produksi kulit sapi.
“Sejalan dengan makin banyaknya penduduk yang tinggal di kota, pemahaman tentang sistem pertanian semakin berkurang. Hal ini menimbulkan kesalahpahaman, misal anggapan bahwa dengan berhentinya produksi kulit akan berujung Berkualitas bagi lingkungan. Bahkan Terdapat pandangan yang lebih ekstrem, bahwa Terdapat ‘peternakan kulit’ yang memelihara sapi semata-mata Buat diambil kulitnya,” ujar Sothmann lewat Leather Naturally.
“Kulit hewan adalah produk sampingan dari industri susu dan daging, bukan Unsur pendorongnya. Menghapus penggunaan kulit Malah akan memperburuk kondisi lingkungan, menghasilkan lebih banyak limbah, meningkatkan emisi gas rumah kaca, dan memicu permintaan terhadap bahan pengganti murah yang sering kali lebih mencemari,” tambah Sothmann.
Di sisi lain, melansir dari Collective Fashion Justice, peternakan sapi Buat produksi daging dan kulit bertanggung jawab atas 80% deforestasi di hutan hujan Amazon. Unsur besar lainnya yang juga mendorong deforestasi adalah produksi kedelai, di mana 80% hasilnya digunakan sebagai pakan ternak.
Memperhatikan fakta bahwa 69% kulit hewan di dunia berasal dari sapi, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam membeli dan menghargai setiap produk kulit, Berkualitas yang terbuat dari kulit sapi maupun jenis kulit lainnya.
Baca Juga: China dan India Kuasai 95% Produksi Sutra Dunia
Sumber:
https://www.leathernaturally.org/wp-content/uploads/2023/02/LN_FactSheet_Man_WHERE_DOES_LEATHER_COME_FROM_.pdf
https://2d73cea0.delivery.rocketcdn.me/app/uploads/2025/09/Materials-Market-Report-2025.pdf


